UKM Jadi Tumpuan Saat Ekonomi Memburuk

by

ukm(infomoneter.com)- Menjelang digulirkannya Masyarakat Ekonomi Asean pada 2015 para pelaku usaha di Indonesia mulai mempersiapkan diri. Dengan dimulainya pasar bebas di kawasan Asean tahun depan, maka peluang pengusaha dari seluruh Indonesia untuk memasarkan produknya ke luar negeri semakin terbuka. Meskipun harus menghadapi persaingan dari beberapa negara lainnya,diharapkan Masyarakat Ekonomi Asean akan mendorong pertumbuhan ekonomi di dalam negeri.

Memasuki tahun politik yang bersifat transisional, dunia usaha juga merasakan dampak dari instabilitas negara. Pengamat perbankan Jeffry Wurangian menyebut faktor polhukam memberi dampak yang signifikan pada perekonomian makro Indonesia. “Pertumbuhan ekonomi tahun ini diharapkan positif. Neraca perdagangan Indonesia harus sudah membaik sebelum kita terjun di Masyarakat Ekonomi Asean tahun depan,” demikian kata Jeffry.

Pria kelahiran Manado ini melanjutkan, “Saat ini sektor perbankan sedang fokus pada kredit bagi Usaha Kecil Menengah (UKM). Momen ini bagus bagi pengusaha yang sedang membangun usahanya,” ujar anggota Ikatan Bankir Indonesia ini. Ia melanjutkan, sektor UKM terbukti lebih mampu bertahan dalam krisis dibanding sektor korporasi.

“Berkaca pada krisis 2008, sektor UKM sama sekali tidak terganggu krisis. Inilah yang menyebabkan kredit bagi UKM menjadi trend bagi bank-bank di Indonesia,” tutur pria yang menjabat Ketua Harian PBVSI Sulawesi Utara ini. Jeffry menambahkan, dalam situasi ekonomi yang sulit kredit bagi sektor UKM memiliki resiko lebih kecil dibanding korporasi.

Sementara itu, Regginaldo Sultan berpendapat “Sektor UKM selalu bertumbuh. Kultur wirausaha di Indonesia sudah menjalar sampai generasi muda,” kata pegiat hukum bagi pelaku UKM ini. pria yang kerap disapa Reggi ini meminta pemerintah untuk menyiapkan payung hukum yang jelas bagi pelaku UKM. “Peraturan tersebut penting bagi keberlangsungan UKM, agar jelas tata aturan dan konsekuensinya,” jelas pria berkacamata ini.

Regginaldo berharap agar pemerintah bersikap pro aktif pada sektor UKM. Sebagai salah satu pilar ekonomi bangsa, sektor UKM bisa menjadi tumpuan saat kondisi ekonomi memburuk. “Semakin hari sektor UKM semakin berkembang. Pemerintah harus mampu mengakomodir keadaan ini, jangan sampai sektor UKM tidak siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean tahun 2015 nanti,” tutup Regginaldo Sultan