UKM DIAMBANG BATAS

by

ukm(infomoneter.com)– Rancangan Undang-Undang (RUU) Perdagangan mengancam kelangsungan hidup Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia. Jika RUU ini disyahkan, banyak sektor UKM yang diperkirakan akan terancam gulung tikar.

Jumlah UKM di Indonesia setiap tahun rata-rata bertambah 7 – 8 persen. Di tahun 2013 tercatat 55,2 juta unit UKM di Indonesia, angka ini diperikarakan akan bertambah menjadi 58 juta unit pada tahun ini.

Kehadiran RUU Perdagangan yang saat ini masih digodok Pemerintah menjadi ancaman serius akan keberlangsungan usaha sektor UKM. RUU tersebut dinilai para pelaku UKM lebih pro asing dari pada nasional. Strategi untuk memperkuat perdagangan domestik masih kurang.

Rudi Yacob, pelaku UKM dari Provinsi Jawa Barat mengungkapkan dalm RUU tersebut seharusnya mengenai UKM diatur dengan jelas. “Jika UKM diatur dengan jelas maka ini akan berpengruh positif kepada kami. UKM memerlukan sokongan dari pemerintah,” ujar Rudi.

Sementara, Pelaku UKM dari Jawa Tengah, Fadholi menggambarkan para pedang tradisional merupakan salah satu pelaku terbesar di sektor UKM. Mereka sangat membutuhkan kehadiran pasar grosir di daerah. “Namun, apa yang terjadi, para pedagang tradisional kalah dengan serbuan pasar modern,” jelas Fadholi.

Kekhawatiran, pelaku UKM bukan tanpa alasan. Kekhawatiran ini muncul karena dalam RUU Perdagangan ini, aturan upaya peningkatan daya saing produk belum jelas perlindungannya, ini merugikan UKM.