Titiek Puspa, Sang Legenda Tiga Jaman Di “INI KISAH TIGA DARA”

by

titiek-puspa-3(Infomoneter)- Jakarta – Siapa tak kenal Titiek Puspa? Legenda seni Indonesia yang kerap dijuluki “artis tiga jaman” ini termasuk dari sedikit seniman dunia yang tetap berkarya dan produktif di dunia seni selama berpuluh-puluh tahun. Di saat para rekan sejawatnya sudah berhenti berkarya, nyatanya Titiek Puspa masih terus menghasilkan karya, menciptakan lagu, bahkan masih rutin menyanyi di berbagai acara.

Pemilik nama asli Sudarwati yang lahir di Kalimantan Selatan, 1 November 1937 ini memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari seni pertunjukan di Indonesia. Selama lebih dari 60 tahun, Titiek Puspa berhasil menorehkan namanya sebagai maestro seniman Tanah Air, dan setiap generasi mempunyai kenangan yang berbeda-beda terhadap beliau.

Generasi tahun 1950-an sampai 1970-an pasti sudah tidak asing lagi dengan lagu-lagu ciptaan Titiek Puspa. Lagu-lagu ciptaannya yang berjudul “Bing” dan “Kupu-Kupu Malam” pernah dideklarasikan oleh Rolling Stone Indonesia sebagai salah satu lagu terbaik sepanjang masa. Lalu generasi 1980-an sampai 1990-an pasti selalu menunggu Operet Lebaran karya Titiek Puspa dan PAPIKO yang dibentuknya, yang hadir di televisi menjelang malam Lebaran. Dan generasi 2000-an sampai sekarang akrab melihat wajahnya di berbagai iklan komersial di televisi.

Selain itu, Titiek Puspa pun merupakan aktris yang mumpuni. Memulai karir di dunia film lewat Minah Gadis Dusun dan Di Balik Tjahaja Gemerlapan, Titiek Puspa berhasil memberikan penampilan yang cemerlang di film-filmnya, baik yang berjenis komedi, musikal, atau drama. Setelah membintangi film Apanya Dong di tahun 1983, Titiek Puspa absen di layar lebar, karena lebih berkonsentrasi dengan tayangan di layar kaca. Kesehatannya pun sempat menurun. Namun keinginannya untuk terus berkarya membangkitkan semangatnya lagi, sampai akhirnya dia kembali pulih, dan kini hadir kembali di layar lebar lewat film musikal Indonesia terbaru karya Nia Dinata, yaitu Ini Kisah Tiga Dara.

Film yang terinsipirasi dari film klasik Tiga Dara (1956) ini memberikan kenangan tersendiri bagi eyang Titiek.
“Waktu Tiga Dara baru dirilis, saya tinggal di Semarang. Film itu laris sekali, sampai banyak dibikin lomba mirip Tiga Dara. Saya ingin ikut, tapi sakit. Dan lucunya, kok sekarang, 60 tahun kemudian, malah main di film yang terinspirasi dari Tiga Dara, meskipun sudah bukan jadi dara-nya lagi, tapi jadi Oma, atau nenek mereka sekarang,” kenang Titiek Puspa sambil tergelak.

Nia Dinata, yang menyutradarai Ini Kisah Tiga Dara, mengaku bersyukur bisa menyutradarai sang legenda ini. “Saat menulis cerita Ini Kisah Tiga Dara, memang sudah ada keinginan untuk memberikan peran ini ke beliau. Sempat deg-degan waktu minta ijin. Di luar dugaan kami, dia malah excited sekali! Dan kehadiran beliau selama proses latihan, syuting, rekaman, benar-benar memberikan semangat positif untuk semua pemain dan kru. Semuanya lagnsung semangat begitu ada eyang Titiek.”

Statement Nia ini dibenarkan oleh Aghi Narottama dan Bemby Gusti, selaku pengarah musik film Ini Kisah Tiga Dara. “Proses rekaman bersama tante Titiek ini pengalaman yang luar biasa buat kami. Tidak ada take yang terbuang percuma. Setiap kali diulang, suara beliau, pitch-nya, selalu sama dan tidak pernah fals. Selalu konsisten bagus.”

Sedangkan Shanty Paredes, yang berperan sebagai Gendis di film Ini Kisah Tiga Dara, cucu pertama Oma, mengaku belajar banyak dari Titiek Puspa.
“Eyang Titiek itu selalu tepat waktu. Tidak pernah terlambat sama sekali. Panggilan syuting jam 4 pagi, satu jam sebelumnya dia sudah siap. Di sela-sela syuting, dia selalu memanggil kami, menyiapkan kami untuk berlatih, supaya setiap take syuting berlangsung efektif. Dan cara dia memancing reaksi kami di dialog-dialognya, itu luar biasa. Jadi setiap ada adegan sama dia, level akting kami pun terangkat juga. Tante Titiek itu bisa jauh lebih siap dari kita, sampai kita pun malu kalau misalnya telat, atau ada adegan yang salah waktu sama dia.”

Pujian terhadap penampilan Titiek Puspa di film Ini Kisah Tiga Dara pun mulai bertaburan. Wartawan senior Yan Wijaya memprediksikan nama Titiek Puspa akan mulai banyak disebut di beberapa ajang penghargaan film nasional mulai akhir tahun ini. Sementara Koran Tempo menyebut penampilan Titiek Puspa dengan, “aktingnya meyakinkan, dialognya tak dibuat-buat, dan spontanitasnya memancing gelak.”

Seperti apa penampilan Titiek Puspa bersama Tiga Dara era milenials ini dalam Ini Kisah Tiga Dara? Saksikan filmnya di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 01 September 2016. (RIZKI)