Tahun Depan, KAEF Siapkan Capex Rp660 Miliar

by

(infomoneter.com)-untuk menyambut potensi kinerja di tahun depan, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mengaku telah menyiapkan anggaran belanja modal (Capital Expenditure/Capex) sebesar Rp660 miliar untuk keseluruhan ekspansi di tahun 2013 mendatang. Sebagian besar dari anggaran Capex tersebut akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru di Jakarta sebesar Rp400 miliar. “Sekitar Rp400 miliar akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru. Lalu sisanya (Capex) akan kami gunakan untuk ekspansi lainnya, seperti pembangunan 100 klinik dan juga apotek minimal sebanyak 50 unit baru,” ujar Direktur Utama KAEF, Rusdi Rosman, di sela -sela acara simposium penanggulangan virus HIV/AIDS, di Jakarta, Kamis (20/12).

Kebutuhan dana untuk membangun klinik, menurut Rusdy, sekitar Rp200 juta sampai Rp300 juta per klinik, sedangkan untuk apotek dianggap relatif tidak membutuhkan investasi yang besar lantaran dibangun dalam konsep frenchise.
Anggaran dana Capex sebesar Rp660 miliar tersebut, Rusdi menjelaskan, sebesar Rp200 miliar diantaranya akan dipenuhi dari kas internal perusahaan. Sedangkan sisa kebutuhan lainnya akan diusahakan dari opsi pinjaman perbankan maupun mitra strategis lainnya. “Jadi asal dananya dari perpaduan antara kas internal maupun pinjaman, baik dari perbankan maupun dari mitra strategis lain. Dengan anggaran (Capex) sebesar itu, kami membidik target penjualan tahun depan sebesar Rp4 triliun, dengan porsi laba bersih sekitar Rp230 miliar,” tutur Rusdi.

Sedangkan untuk perolehan penjualan dan laba pada tahun ini, lanjut Rusdi, sedikit banyak terganggu oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dollar AS. Dari segi laba bersih, misalnya, dari target sebesar Rp220 miliar, diperkirakan akan hanya terealisasi sebesar Rp210 miliar. “Tapi meski tidak mencapai target, jika dibanding dengan perolehan (laba) tahun lalu yang sebesar Rp171 miliar, kan tetap ada pertumbuhan. Tapi secara penjualan kami masih yakin sesuai target, yaitu sekitar Rp3,6 triliun sampai Rp3,7 triliun hingga akhir tahun. Per November 2012 lalu (penjualan) kan sudah mencapai Rp3,3 triliun, jadi target kami masih yakini bisa terkejar,” tegas Rusdi. Helmy Yacob