Sosialisasi JKN Terlalu Terburu-Buru

by

jkn(infomoneter.com)- Program Pemerintah melalui BPJS terkait dengan asuransi kesehatan bagi masyarakat masih belum terlaksana dengan baik. Beberapa rumah sakit merasa sangat kerepotan menghadapi pasien yang membludak. Kebingungan masyarakat juga membuat masalah baru karena banyak yang belum terdaftar dan memiliki kartu BPJS.

Direktur Utama sekaligus pemilik RS. Juanda, Kuningan, Jawa Barat, Rini Sujiyanti mengatakan bahwa sosialisasi program JKN oleh pemerintah dinilai terlalu terburu-buru, jadi pada akhirnya kemudian banyak masalah yang timbul karena persiapan teknis tidak dimatangkan terlebih dahulu. “Secara teknis pelaksanaan JKN masih belum baik, seharusnya pemerintah tidak terburu-buru, dipersiapkan dulu kematangannya kemudian baru disosialisasikan,” ujar Rini, Jumat (17/1/2014).

Rini mengaku rumah sakitnya setiap hari didatangi oleh pasien yang belum memiliki kartu BPJS, “Rumah sakit kita banyak didatangi oleh pasien yang ternyata belum memiliki kartu BPJS, tapi karena ini masalah kesehatan dan butuh penanganan, tetap kita layani,” tukas Rini saat ditemui dalam acara pengobatan gratis di daerah Kuningan.

Rini Sujiyanti menambahkan, program JKN melalui BPJS seharusnya jangan hanya memprioritaskan masalah pengobatannya saja, namun tindakan presentif dan preventif juga perlu untuk diperhatikan. Hal tersebut, kata Rini, sesungguhnya sudah diatur dalam Undang Undang No. 40 tahun 2004 di mana program tersebut juga seharusnya melakukan tindakan preventif. Seperti penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Bila hanya memprioritaskan tindakan kuratif, nantinya penumpukan pasien akan terjadi di rumah sakit-rumah sakit.

“Tindakan presentif dan preventif harusnya menjadi perhatian serius juga bagi program JKN, agar pola hidup sehat bisa menjadi budaya, dan rumah sakit sebagai gerbang terakhir penanganan penyakit, atau tindakan kuratif dapat diminimalisir, karena rakyat sudah sehat. Kalau kebanyakan pasien dan tenaga dokter serta ruangan rawat terbatas, nantinya yang akan rugi adalah masyarakat sendiri,” tutup Rini.