SMF BERHASIL MEMFASILITASI PENERBITAN EBA DBTN 04 SEBESAR Rp1 T

by

smf(infomoneter.com)-KIK EBA KPR Bank BTN atau EBA DBTN04 telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 17 Desember 2013 dan dicatatkan di bursa pada tanggal 23 Desember 2013. EBA yang diterbitkan di tahun 2013 tersebut merupakan transaksi penerbitan EBA KPR ke 6 sejak pelaksanaan transaksi pertama kali pada 11 Februari 2009. Penerbitan EBA DBTN 04 ini merupakan wujud kerjasama antara Bank BTN selaku kreditur awal dengan PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero)/SMF sebagai arranger, pendukung kredit yang memberi jaminan pembayaran guna mendukung peningkatan kualitas EBA, serta sebagai investor demi suksesnya pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia. Para penunjang transaksi lainnya yaitu PT Danareksa Investment Management sebagai Manajer Investasi yang mengelola aset EBA, PT Bank Mandiri selaku Bank Kustodian, serta Joint Lead Underwriters yang tediri dari Danareksa Sekuritas, BCA Sekurtitas, dan Trimegah Securities.

Penerbitan EBA KPR BTN ke 6 ini dilaksanakan dengan menggunakan underlying aset berupa tagihan KPR sejumlah Rp1.000.005.941. Portofolio tagihan KPR BTN yang disekuritisasi ini telah diseleksi berdasarkan 32 kriteria seleksi yang bertujuan untuk menjamin kualitas aset yang disekuritisasi tersebut, sehingga bisa menghasilkan EBA Kelas A dengan rating idAAA dari Pefindo selaku lembaga pemeringkat. EBA DBTN 04 Kelas A merupakan efek yang bersifat arus kas tetap dengan nilai pokok yang diamortisasi 3 (tiga) bulanan. Untuk pertama kalinya dalam transaksi penerbitan EBA KPR, EBA Kelas A diterbitkan dalam 2 (dua) seri yaitu Seri A1 dan A2 yang memiliki tenor berbeda. Hal ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan investasi para pemodal,

Dalam acara listing EBA DBTN 04 pada Senin, 23 Desember 2013, Direktur Utama SMF, Raharjo Adisusanto, menjelaskan bahwa produk EBA KPR ini merupakan hasil kerjasama antara Bank BTN dengan SMF melalui transaksi sekuritisasi. Dengan reputasi yang baik dari Bank BTN selaku kreditur awal yang sangat berpengalaman di industri kredit perumahan, EBA KPR BTN ke-6 ini dapat menjadi salah satu jenis investasi jangka menengah/panjang bagi investor, dengan menawarkan imbal hasil yang menarik dengan rating terbaik, aman dan risiko yang minimum. Melalui transaksi sekuritisasi ini, perbankan akan mendapatkan likuiditas dana jangka panjang sebagai salah satu sumber pendanaannya selain Dana Pihak Ketiga (DPK). Melalui kerjasama ini, aliran dana dari pasar modal yang bersifat jangka menengah/panjang dapat diakses oleh sektor pembiayaan perumahan yang diharapkan mampu membentuk mekanisme untuk mengatasi masalah maturity mismatch pembiayaan KPR.

Dengan penetapan bunga kupon EBA DBTN04 sebesar 8,9% untuk Seri A1 dan 9,5% untuk seri A2, diharapkan dapat mendorong penyesuaian suku bunga KPR menjadi ke arah yang lebih terjangkau. Kedepan diharapkan bauran investor base semakin membesar bahkan jika mungkin menyentuh kepada investor ritel sehingga manfaat berinvestasi di EBA KPR BTN dapat juga dirasakan oleh investor yang lebih banyak dan lebih beragam, demikian Maryono, Direktur Utama Bank BTN menjelaskan usai melakukan listing KIK EBA Ke 6 di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 23 Desember 2013.

Produk sebelumnya EBA DBTN 03 yang cukup sukses diserap pasar, menunjukkan bahwa produk EBA ini merupakan salah satu alternatif investasi jangka panjang bagi investor pada surat berharga yang menawarkan imbal hasil yang menarik dengan rating terbaik, aman dan dengan minimum resiko. Melalui sekuritisasi, Perbankan dapat memanfaatkannya sebagai sumber dana penyaluran KPR baru atau membiayai ekspansi kredit serta menjaga rasio kecukupan modal.

Diharapkan EBA KPR ini juga menjadi salah satu bentuk media investasi yang memberikan kontribusi langsung kepada sektor riil secara umum dan sektor perumahan secara khusus. Semakin berkembangnya efek berbasis KPR ini merupakan hal positif bagi perkembangan pembiayaan sekunder perumahan maupun sektor riil perumahan di Indonesia, yang juga merupakan kontribusi dalam mendukung program Pemerintah menyediakan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat. redaksiinfomoneter@yahoo.co.id