Menaruh Asa di Semen Indonesia

by

semen(infomoneter.com)-PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang merupakan holding company dari Semen Padang, Semen Gresik, Semen Tonasa serta Thang Long Cement Vietnam, pada hari ini merayakan HUT ke 1 (satu) dengan serangkaian prestasi yang menggembirakan. Perusahaan dengan kode SMGR ini telah menjadi BUMN pertama yang Go International dengan mengakuisisi Thang Long Cement Vietnam.

Sepanjang tahun 2013 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk juga menunjukkan kinerja yang menggembirakan. Gambaran kinerja selama 2013 sebelum audit diperkirakan sebagai berikut. Penjualan Semen Indonesia tahun 2013 mencapai 28 juta ton naik 27% dibanding tahun sebelumnya sebesar 22 juta ton. Revenue mencapai 22,5 triliun naik 27% dibanding tahun lalu sebesar 21,9 juta ton, Ebitda mencapai 7,99 triliun naik 25% dibanding tahun lalu sebesar 6,44 triliun. Perseroan juga mampu menguasai pasar domestik dengan market share sebesar 43,8%.

Untuk mendongkrak daya saing perseroan, dalam peringatan satu tahun Semen Indonesia juga diresmikan 5 Proyek strategis. Kelima proyek yang diresmikan diantaranya pertama adalah Grinding Plant di Pabrik Tuban yang menggunakan teknologi Vertical Cement Mill. Proyek ini merupakan salah satu strategi dalam peningkatan kapasitas produksi perseroan dalam menjaga ketersediaan pasokan. Proyek dengan investasi sebesar Rp328 miliar berkapasitas 250 ton per jam atau 1,5 juta ton/tahun ini dimulai pada Februari 2012. Pada November 2013 telah selesai dibangun dan beroperasi secara komersial.

Dirut Semen Indonesia Dwi Soetjipto mengatakan, “Dengan selesainya pembangunan Vertical Cement Mill di Pabrik Tuban yang dibangun secara swakelola ini, maka total kapasitas produksi semen di Pabrik Tuban bertambah menjadi 14,5 juta ton semen per tahun dan meningkatkan kapasitas produksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. menjadi 31,8 Juta ton pada tahun 2014”.

“Vertical Cement Mill Pabrik Tuban memiliki konsumsi listrik lebih rendah dibanding Horisontal Cement Mill. Konsumsi listrik per ton semen hanya rata-rata sebesar 24 KWh. Lebih rendah bila di bandingkan dengan konsumsi energi existing plant yang lain yang berkisar di angka 34 KWh. Inilah yang menjadikan kami memiliki daya saing tinggi dibanding pabrik-pabrik sejenis,” imbuh Dwi Soetjipto

Proyek kedua yang diresmikan adalah Packing Plant Banjarmasin. Proyek ini merupakan salah satu inisiatif strategis dalam bidang pemasaran untuk mendekatkan produk kepada pelanggan (move closer to the customer).

Packing Plant Banjarmasin memiliki 1 buah silo dengan kapasitas 600 ribu ton semen pertahun, dilengkapi 2 line semen bag dengan rotary packer berkapasitas 2200 bag/jam dan 1 line curah dengan kapasitas 120 ton/jam serta dilengkapi dermaga yang bisa disandari kapal dengan kapasitas sebesar 5.000 DWT. Silo tersebut berfungsi untuk menampung semen sebelum masuk ke unit pengemasan. Investasi yang dikucurkan perseroan untuk proyek ini mencapai Rp 120 miliar.

Proyek ketiga yang diresmikan adalah Launching Center of engineering. Center of enginering merupakan fungsi strategic yang bertujuan untuk mengembangkan rancang bangun dan rekayasa teknologi yang mampu menciptakan nilai inovasi guna mengantisipasi tantangan menjadi perusahaan engineering kelas dunia.

“Pembentukan Center of engineering berbekal kemampuan dan pengalaman engineering di Semen Padang, Semen Gresik, dan Semen Tonasa. Center of engineering disiapkan antara lain untuk membangun proyek-proyek strategis Semen Indonesia yang meliputi Proyek Pabrik Semen Rembang, Proyek Pabrik Semen Indarung VI, Proyek- Proyek Packing Plant Semen Indonesia Group, Proyek – Proyek Upgrading Semen Indonesia Group. Kedepan center of engineering akan dikembangkan menjadi EPC Consulting Company”. Ujar Dwi Soetjipto

Launching E-Procurement merupakan proyek ke empat yang diresmikan perseroan. Untuk meningkatkan tata kelola operasional perusahaan, memenuhi ketentuan Peraturan Presiden No.70 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa, serta sejalan dengan komitmen perusahaan untuk menerapkan program BUMN Bersih, mulai Januari 2014 PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. mengimplementasikan E-Procurement.

Manfaat dari implementasi E-Procurement ini antara lain untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, bargaining power, kecepatan proses pengadaan, serta akses informasi yang real time.

Sedangkan Proyek kelima yang diresmikan adalah Launching Pedoman Pelaksanaan Komunikasi Perusahaan. Pedoman komunikasi perusahaan merupakan kebijakan yang mengatur dan menetapkan kewenangan serta kelayakan penyampaian informasi kepada stakeholders baik internal maupun eksternal oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. sebagai Strategic Holding dan PT Semen Padang, PT Semen Gresik, PT Semen Tonasa serta Thang Long Cement Company sebagai Operating Company.

Dengan pedoman pelaksanaan komunikasi perusahaan ini, akan meningkatkan ketaatan (compliance) dan keterbukaan perseroan kepada stakeholders yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan citra positif perusahaan.

Hingga saat ini Semen Indonesia telah memiliki 4 pabrik semen yaitu 3 lokasi pabrik di Indonesia yang letaknya secara geografis sangat strategis yaitu Semen Padang di Sumatera, Semen Gresik di Jawa serta Semen Tonasa di Sulawesi dan memiliki 1 lokasi pabrik di luar negeri yaitu Thang Long Cement di Vietnam, Perseroan memiliki Cement Mill sebanyak 22 unit, packing plant 21 unit serta sarana perluasan jangkauan pasar yang ditunjang dengan keberadaan pelabuhan khusus (special sea port). Pelabuhan itu untuk menjamin kecepatan waktu bongkar muat semen. Saat ini, ada 11 pelabuhan khusus yang dimiliki perseroan, yaitu di Padang, Tuban, Gresik, Biringkasi, Dumai, Ciwandan, Banyuwangi, Sorong dan dua pelabuhan di Vietnam.

A. Jehunat, email: redaksiinfomoneter@yahoo.co.id