Sentuhan Midas Digitalisasi Indonesia

by

telkom-_130815080336-459(infomoneter.com)-Begitu besar harapan yang disandarkan di pundak BUMN PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Seperti pernah diutarakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mengimpikan Telkom menjadi perusahaan terkemuka di ASEAN dan masuk Fortune 500. Selain tetap menjadi Perusahaan Blue Chip di pasar Saham, Telkom juga diharapkan bisa membangun infrastructure broadband yang unggul di Indonesia sebagai wahana integrasi Bangsa.

Selain presiden, Menteri BUMN Dahlan Iskan juga mengandalkan Telkom dalam memperkuat ketahanan Nasional dan garda terdepan lokomotif pertumbuhan ekonomi Nasional. Selain itu Telkom juga harus ekspansi dan bersaing di pentas global.

Tugas Telkom memang begitu berat. Apalagi pada periode saat ini, Presiden Sby telah mencanangkan MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia). Tujuannya, mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur dengan mendorong terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi, berimbang, berkeadilan dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, melalui langkah percepatan tersebut, setidaknya Indonesia akan dapat mendudukan dirinya sebagai sepuluh negara besar di dunia pada tahun 2025 dan enam negara besar dunia pada tahun 2050.

Yang jelas, apa yang menjadi harapan pada perusahaan negara kebanggaan bangsa ini, setidaknya sebagian hasil sudah dibuktikan oleh Telkom. Seperti inovasi-inovasi Telkom sehingga berdampak pelayanan telekomunikasi yang menembus pelosok dengan menjadikan teknologi komunikasi kian murah. Dari sisi korporasi pun kinerja Telkom pun membanggakan.

Kini Telkom yang disentuh oleh sumber daya manusia (SDM) dengan tangan-tangan emas, sudah banyak dan mampu menelorkan mahakarya-mahakarya dunia sehingga meningkatkan nilai dan daya saing Telkom di kancah bisnis global. Lihat saja gebrakan Telkom di Mahakarya Merah Putih untuk Indonesia

telkomDirektur Utama Telkom, Arief Yahya, pernah memaparkan, dengan semangat untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia, Telkom melalui IDN 2015nya mendukung upaya Pemerintah dalam mensukseskan Program MP3EI untuk mendorong pengembangan ekonomi dengan pengembangan infrastruktur seluruh kawasan Indonesia.

Ketersediaan infrastruktur telekomunikasi kata Arief, merupakan salah satu pendorong pengembangan ekonomi, terutama infrastruktur layanan broadband. Hal tersebut, kata dia, diperkuat oleh hasil kajian World Bank yang menunjukkan, setiap peningkatan penetrasi broadband sebesar 10% akan berdampak pada peningkatan ekonomi sebesar 1.38%. Telkom sangat menyadari hal itu dan berperan aktif dalam pengembangan broadband melalui program IDN 2015 ini.

Menurutnya, program IDN 2015 memiliki 3 kluster besar, yaitu: (a).Id-Access yaitu pengembangan infrastruktur jaringan akses ke arah pelanggan menjadi high speed broadband access melalui jaringan serat optik dan WiFi, (b). Id-Ring yaitu pengembangan infrastruktur jaringan transport menuju IP-Based and optical backbone network dan (c). Id-Convergence yaitu pengembangan infrastruktur jaringan service node menuju integrate NGN untuk multi layanan dan multi layar.

idnIDN 2015 merupakan visi pengembangan infrastruktur true broadband Telkom secara end to end user (user terminal, access, transport dan service). Tujuannya adalah memberikan pondasi yang kuat bagi kemajuan bangsa, khususnya dalam hal pemerataan akses dan peningkatan kualitas dan kapasitas infrastruktur Broadband di seluruh wilayah Indonesia.

IDN juga merupakan program yang sejalan dengan cita-cita MP3EI untuk menciptakan percepatan peningkatan ekonomi, penetrasi layanan Broadband, dan pondasi pendidikan bangsa melalui pembangunan infrastruktur yang prima, serta diharapkan dapat meningkatkan citra Indonesia di mata internasional sebagai negara kepulauan yang mampu melakukan penetrasi Broadband secara optimal.

Hasil dari program pembangunan infrastruktur information communication technology (ICT) ini sekaligus merupakan pendukung utama Telkom dalam menjalankan bisnis berdasarkan kebutuhan masa kini dan masa depan.

malukuSalah satu action dalam mewujudkan mahakarya IDN 2015 tersebut jelas Arief yaitu, pembangunan Maluku Cable System (MCS) yang merupakan bagian dari program pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS).

Sedangkan SMPCS merupakan kelanjutan dari pembangunan Mega Proyek Palapa Ring dan menjadi salah satu program Telkom dalam mewujudkan Indonesia Digital Network 2015 (IDN2015). Sebelumnya pada tahun 2011, Telkom berhasil menggelar Mataram Kupang Cable System, yang awal pembangunannya bahkan telah diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 30 November 2009 dari Istana Negara.

Melalui penggelaran MCS, selain dapat mendorong berbagai inovasi, meningkatkan produktivitas tenaga kerja, meningkatkan daya saing daerah, Maluku Cable System juga membuka berbagai kemungkinan guna mempercepat pembangunan di Provinsi Maluku Utara khususnya dan KTI pada umumnya.

Beberapa manfaat penggelaran infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi di Provinsi Maluku Utara, menurut Arief, antara lain : (1). penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk pemberantasan kemiskinan dan kesenjangan serta meningkatkan kualitas hidup di masyarakat. (2). Sebagai solusi dari ancaman digital divide antara daerah perkotaan dan daerah pedesaan, antara “yang mempunyai” dan “yang tidak mempunyai” akses ke jaringan informasi, akan semakin nyata serta kesenjangan antara kawasan barat dan timur Indonesia. (3). Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga dapat menjembatani kesenjangan politik dan budaya, serta meningkatkan keharmonisan di kalangan masyarakat.

Selain itu, jaringan backbone ini juga diharapkan akan meningkatkan jumlah akses ke jaringan pita lebar dan menyediakan komunikasi yang lebih efisien, aman dan berdaya jangkau luas bagi sektor publik maupun pemerintahan termasuk militer, polisi, meteorologi dan pencegahan krisis.

maluku2Keberadaan Maluku Cable System juga dapat mengurangi biaya komunikasi di dalam wilayah-wilayah yang tercakup serta mendorong penggunaan akses pita lebar, serta memenuhi kebutuhan saat ini dan mendatang yang bergantung pada jaringan pita lebar.

Logo Merah Putih Telkom Indonesia yang diluncurkan pada 17 Agustus 2013 lebih mempertegas keberadaan Telkom sebagai perusahaan milik bangsa. Selain IDN 2015, Mahakarya Telkom Indonesia lainnya yang juga telah ditetapkan adalah Telkomsel dan International Expansion.

 Telkomsel

Menyebut nama Telkomsel, tidak pernah terlepas dari tiga produk GSM yang menjadi andalannya. Yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (pascabayar).

Sebagai anak perusahaan Telkom, Telkomsel merupakan mahakarya terdahulu yang dimiliki Telkom Group yang telah memberikan kontribusi signifikan bagi bangsa dan negara. Sebagai operator telekomunikasi “Paling Indonesia”, Telkomsel berhasil menjadi market leader guna berperan meningkatkan perekonomian Indonesia yang menjadikan Telkom sebagai Engine of Growth.

telkomselDalam paparan Arief Yahya, Telkomsel dapat disejajarkan dengan operator telekomunikasi dunia lainnya dengan jumlah pelanggan yang besar dan tersebar luas mencapai 125 juta serta mampu menempati peringkat 6 di dunia. Tidak berlebihan jika Telkomsel disebut sebagai masterpiece atau mahakarya Telkom dan bangsa Indonesia.

Telkomsel tidak pernah berhenti untuk melakukan inovasi dan. Mahakarya yang selalu membuat namanya tak lekang di telan zaman ialah, antara lain “Mobile Grapari untuk Indonesia”, “Kota Broadband Indonesia” dan “Lokal Aplikasi Tuan Rumah di Negeri Sendiri”. Melalui mahakarya tersebut, Telkomsel ingin memberikan jangkauan layanan yang mencakup seluruh pelosok Indonesia dari Sabang sampai Merauke serta mendukung pembangunan ekonomi Indonesia dan daerah.

Melalui Mobile Grapari untuk Indonesia, Telkomsel menyediakan layanan solusi mobile satu pintu untuk bangsa Indonesia yang ditempatkan pada wilayah terjauh dan terpencil dengan membangun 269 lokasi melalui mobile customer interactive. Hampir sama tujuannya dengan Mobile Grapari, Telkomsel lahirkan mahakarya Kota Broadband Indonesia sebagai salah satu bentuk dukungan Telkomsel terhadap program pemerintah dalam menyediakan layanan broadband yang meliputi 30% dari seluruh wilayah nusantara dimana program ini menyediakan akses informasi dan data di seluruh ibukota kabupaten.

Selain layanan dan akses komunikasi, Telkomsel juga mempersembahkan mahakarya yang mendukung perkembangan kreativitas bangsa Indonesia yaitu Lokal Aplikasi Tuan Rumah di Negeri Sendiri. Mahakarya bertujuan untuk memicu dan mendukung pertumbuhan pengembang aplikasi lokal dan mewujudkan “Local Go Global Apps”. Dengan begitu, diharapkan para kreatif pengembang lokal di Indonesia dapat menghasilkan aplikasi berkualitas internasional.

 International Expansion

Kemudian, melalui visinya yang sangat visioner, Telkom mendeklarasikan dirinya akan menjadi pemain utama dalam industri Telecommunication, Informations, Media, Edutainment & Services (TIMES) di tingkat regional.

Yang menjadi konsen perusahaan ini, ialah membawa Indonesia sejajar dengan negara lain melalui International Expansion yang menjadi salah satu Mahakarya untuk Indonesia di tahun ini. Hingga saat ini, Telkom telah melakukan ekspansi bisnis dan beroperasi di 4 negara, yaitu Singapura, Hong Kong, Timor Leste dan Australia.

telinDalam melaksanakan international expansion, Telkom menerapkan dua strategi bisnis yaitu business follow the people dan business follow the money. Untuk business follow the people, Telkom melihat negara dimana potensi masyarakat Indonesia berada, misalnya ekspansi bisnis ke Hong Kong.

Telkom melihat ada 200 ribu orang Indonesia yang menetap di Hong Kong sehingga diyakini Telkom mampu memberikan produk dan layanan di sana.

Sementara dengan strategi business follow the money, Telkom melihat negara dari potensi bisnis yang dapat dikembangkan Telkom di negara tersebut. Telkom menerapkan strategi ini di Australia sebagai salah satu negara yang memiliki gross domestic product tertinggi di dunia. Di Australia, Telkom masuk dan mengembangkan bisnis services melalui Business Process Outsourcing (BPO) yang potensial. Strategi ini juga diterapkan Telkom ketika ekspansi ke Timor Leste dan Singapura.

Tahun ini, Telkom siap memperluas bisnis di hingga 10 negara melalui anak usahanya Telkom Indonesia International, Pte. Ltd (Telin). Telkom akan segera beroperasi di Myanmar, Malaysia, Taiwan, Macau, Arab Saudi dan Amerika Serikat. Untuk Myanmar, Telkom pada 17 Juli 2013 memperoleh tender mengelola IP-Transit dari pemerintah Myanmar sebesar 2.5 Gps.

Petrus Alkantara Jehunat (redaksiinfomoneter@yahoo.co.id)