Sekuritas Wajib Setor ke OJK

by

Dalam draft daftar rencana pungutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyebutkan perusahaan sekuritas wajib menyetorkan sekitar 7,5-15 persen dari pendapatan usaha ke OJK.

Kepala Biro Pembiayaan dan Penjaminan Bapepam-LK Mulabasa Hutabarat mengatakan, pungutan berkala tahunan itu akan dikenakan secara bertahap.
Tahun depan, pungutan tahunan dikenakan 50 persen. Sementara pada 2014 sebesar 75 persen dan setahun berikutnya baru dikenakan secara penuh atau 100 persen.”Maksudnya dikenakan secara bertahap ini agar lembaga keuangan tidak kaget dan bisa melakukan penyesuaian terhadap pungutan,” ucapnya.
Draft daftar rencana pungutan dari OJK yang dibebankan ke industri jasa keuangan tersebut belum direspons oleh lembaga pasar modal.
Direktur Utama PT Bahana Securities Eko Yuliantoro mengaku, pihaknya belum dapat memberikan tanggapan mengenai daftar besaran pungutan tersebut. Pihaknya perlu menelaah lebih jauh setelah aturan diterbitkan.
“Saya belum dapat berkomentar mengenai hal tersebut,” ujar Eko di sela-sela acara public expose PT Waskita Karya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (22/11).
Direktur Mandiri Sekurities Iman Rachman juga mengungkapkan hal yang sama. Dia belum memastikan apakah lembaga pasar modal bisa menerima atau tidak. “Saya tidak tahu perlu dikoreksi dulu, nanti kita lihat dulu,” ucap Iman di tempat yang sama.