Santoso Widjojo Nakhoda Baru Trisula International

by

img-20161103-wa0040(infomoneter)-Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Trisula International Tbk, di Jakarta, Kamis 3 November 2016, menyetujui pengangkatan Santoso Widjojo (tengah) sebagai Direktur Utama yang baru menggantikan Lisa Tjahjadi dan persetujuan pembelian kembali (buyback) saham dan penjabaran perkembangan kinerja perseroan. Sementara Lisa Tjahjadi diangkat menjadi direktur utama perseroan menggantikan Dedie Suherman.

Santoso Widjojo bergabung dengan manajemen Grup Trisula sejak 2013  dengan menjabat komisaris di beberapa perusahaan, seperti Komisaris Utama  PT Trisula Textile Industries, Komisaris PT Trisula Garmindo Manufacturing dan Komisaris PT Trisco Tailored Apparel Manufacturing.

Santoso Widjojo juga sempat menjabat direktur di beberapa perusahaan holding yang bernaung dibawah payung GrupTrisula. Diantaranya Direktur PT Trisula Intan Tiara, Direktur Utama PT Inti Nusa Damai dan Direktur Utama PT Karya Dwimanunggal Sejahtera.

Sementara itu untuk agenda  rencana buy back saham perseroan mengusulkan  perkiraan jadwal pelaksanaanya, yaitu dari tanggal 3 November  2016 sampai dengan 2 Mei  2018. Biaya pembelian kembali saham tersebut maksimal sebesar Rp 34,5 miliar. Jumlah saham yang akan dibeli sebanyak banyaknya 104.544.632 saham atau setara 10 persen dari modal disetor.

Mengenai agenda penjabaran perkembaran kinerja perusahaan, manajemen Trisula mengakui,  Periode Januari sampai September 2016 bukanlah masa yang nyaman bagi bisnis perseroan. Di tengah kondisi global yang masih tertekan, serta pasar domestik yang tidak sesuai harapan, perseroan masih dapat mencetak peningkatan penjualan bersih hingga kuartal III-2016 sebesar 11 persen, yaitu mencapai  Rp 710,55 bila dibandingkan periode yang sama tahun laly yang sebesar Rp 639,72 miliar.

Laba kotor perseroan naik 4 persen menjadi Rp167,98 miliar dari Rp  161,15, laba usaha stabil sebesar Rp 53,27 miliar dan  laba sebelum  beban pajak 9 persen menjadi Rp51,2 miliar dari Rp 46,8 miliar. Adapun  laba sebelum dampak penyesuaian proforma hingga kuartal III-2016 naik menjadi Rp35,3 miliar  dari Rp 32,02 miliar.

Pencapaian tersebut diakibatkan oleh  strategic  planning yang dilakukan pada masing-masing  segementasi usaha. Di sisi ritel domestik, perusahaan membuat terobosan baik dari segi produk, marketing communication dan pembaharuan store concept  yang bertujuan meningkatkan daya tarik konsumen. Perseroan juga  fokus dalam meningkatkan kinerja  titik titik penjualan yang sudah ada. Upaya ini menghasilkan produktivitas per m2 sebesar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun  lalu.

Perseroan berencana fokuspada tiga brand yang sudah ada, yaitu JOBB, Jack Nicklaus dan G2000. Dalam upaya meningkatkan daya tarik konsumen, perseroan  melakukan perbaikan dari sisi produk dan harga, marcom,  yang interaktif dengan adanya social media, e-commerce, dan pengadaan new concept strore pada brand JOBB di Citraland, Mall Karawaci, Mall Kelapa Gading. Hal ini terbukti dengan kenaikan laba kotor sebesar 2,4 persen atas total ketiga brand tersebut. Di market internasional, kontribusi terbesar pencapaian adalah dari pengadaan  corporate clothing dan uniforms (seragam). kormen