RUPS Indofarma: Kinerja Meningkat, Dirut Dicopot

by

indofarma(infomoneter.com)-Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Indofarma Tbk (INAF) yang digelar pada Kamis (11/4/2013) sepakat melengserkan Djafaruddin Jafar sebagai direktur utama. Selanjutnya Djafaruddin digantikan oleh Elfiano Rizaldi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran Indofarma. Saat ini jajaran direksi Indofarma menjadi empat yakni Dirut Elfiano, Direktur Bambang Solihin Irianto, Direktur John Suntar Sebayang, dan Direktur Kosasih.

Usai RUPS, Elfiano mengatakan, pergantian direksi ini diharapkan bisa mempercepat dan mendorong sinergi perusahaan farmasi BUMN yakni antara Indofarma dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF). Walaupun demikian kata dia, sinergi perusahaan tidak hanya dilakukan dengan akuisisi atau merger.

“Merger itu domainnya pemegang saham, kita pasrahkan saja ke mereka. Jika itu positif, kenapa tidak kita jalankan, karena sangat bagus baik dari segi produk, teknologi dan lainnya,” tambahnya.

Pada RUPS kali ini, INAF membagi dividen untuk tahun buku 2012 sekitar 10% atau Rp 4,23 miliar dari laba bersih 2012 sebesar Rp 42,38 miliar.

Indofarma kata Elfiano juga menyambut baik program pemerintah yang akan melakukan tender pengadaan obat dan alat kesehatan secara terpusat. Dengan adanya tender e-katalog tersebut, maka tender pengadaan obat-obatan dan alat kesehatan tidak lagi dilakukan di setiap daerah secara terpisah seperti yang terjadi saat ini.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan menguji coba pelaksanaan e-katalog dalam pemenuhan obat generik di daerah. Sehingga nanti setelah E-katalog berjalan, tidak ada lagi tender-tender di daerah,” ujarnya.

Berbeda dengan sebelumnya, dalam tender secara E-katalog ini, dalam setiap pengadaan obat hanya dicantumkan harga dan tidak disebutkan jumlah yang dibutuhkan. Dengan adanya sistem tender e-katalog, semua perusahaan akan lebih mudah mengikuti tender pengadaan obat tanpa harus datang ke daerah yang pemerintah daerah yang mengadakan tender.

“Kabupaten/kota di Indonesia itu kan jumlahnya ada sekitar 470. Kalau tender harus diadakan satu-persatu di daerah, tentu kita punya keterbatasan,” ujar Rizaldi.

Indofarma sendiri sudah mengikuti tender model baru tersebut dan sedang menunggu pengumumannya pada April ini. “Dengan adanya tender ini, tidak akan ada lagi tender secara paket di setiap daerah,” ujar Elfiano.

Sebagai produsen obat generic terbesar di Indonesia, Indofarma berharap akan mendapatkan peluang besar dalam tender e-katalog. Saat ini Indofarma merupakan salah satu pemain utama dalam bisnis farmasi di Indonesia. Perusahan berkode emiten INAF itu kini memproduksi sekitar 200 jenis obat, yang sebagian besar merupakan obat generic.  Mobile: 085282326867, redaksiinfomoneter@yahoo.co.id