Rifa Ariani, Owner & CEO Sekolah Global Mandiri Wanita Sukses Di Jalur Pendidikan

by
(Infomoneter)-Rifa Ariani awalnya tak pernah bermimpi jika suatu saat kelak dirinya memiliki sekolah dan perguruan tinggi di kawasan perumahan elite. Perjalanan kariernya terbilang cukup lama menduduki posisi sebagai auditor pajak, 13 tahun, bahkan perempuan kelahiran Bogor 10 Mei 1967 sempat ditempatkan di Bandung. Namun suaminya, Suheriyatmono, agak keberatan saat dia dimutasi ke luar kota, dan menginginkan Rifa untuk menjadikan keluarga-nya sebagai propritas utama.
Akhirnya dia mengakhiri kariernya sebagai auditor pajak pada 2003. Namun, itu tidak menghentikan langkahnya untuk berkarya. Hal tersebut malah memunculkan secercah harapan yang selama ini tak terpikirkan olehnya. Kini, Rifa merupakan pemilik Sekolah Global Mandiri di kawasan Legenda Wisata, Cibubur. Kisah tersebut bermula saat Rifa dan suaminya membeli rumah di Legenda Wisata Cibubur. Saat itu, dia bersusah payah mencari sekolah bagi M Ghulam Ghazali, Naufal Ariq Muhamad dan Rishad Rizky Muhamad, yang ketika itu masih SD, TK, dan playgroup.
“Dengan berbagai pertimbangan, saya putuskan mendirikan sekolah umum. Saya pun memiliki gagasan yang mantap untuk mendirikan sekolah nasional plus. Dalam menggeluti bisnis pendidikan ini saya banyak mengecap pahit dan manisnya, termasuk dikritik orang tua, hingga susahnya membayar gaji guru. Bahkan, pernah menggadai rumahnya untuk membayar gaji guru karena jumlah muridnya kala itu masih sedikit,” kenang anak rektor di salah satu perguruan tinggi swasta dan guru besar di Universitas Sriwijaya Palembang.
 Meskipun demikian di luar ekspektasi. Bisnis yang dibangun Rifa hanya dalam lima tahun mampu berkembang pesat. Dan di tahun 2005, Sekolah Global Mandiri sudah menemui titik terang. Wanita yang selalu berpenampilan sederhana ini pun sudah tidak mendanai operasional sekolah dari kantongnya pribadi lagi. Kini, sekolahnya sudah semakin maju dan dikenal, murid-muridnya tidak hanya mereka yang tinggal di Cibubur, tetapi ada juga yang tinggal di Sunter, Bekasi, Ciputat, Bogor, dan Cibinong. Bahkan SGM telah memiliki cabang kedua yang terletak di Jakarta Garden City, Cakung, dan rencananya akan ada pembukaan cabang ke tiga.  tak berhenti sampai disana, dalam melanjutkan kesukssesannya di jalur pendidikan, Rifa pun telah mengakuisisi beberapa sekolah tinggi di sebagian wilayah Indonesia.
Di dalam menyusun kurikulum, Rifa dibantu praktisi dan konsultan pendidikan Loula Maretta. Kurikulum di sekolahnya merupakan hasil integrasi kurikulum nasional dan kurikulum Cambridge. Metode pengajaran yang digunakan adalah fun active learning dipadukan dengan go green yang menerapkan 4 R, yakni replant, reduce, recycle, dan reuse. Metode tersebut menekankan peran aktif dan partisipasi siswa untuk berani menyampaikan pendapat dan tanggapannya terhadap berbagai materi pelajaran dan informasi yang ada.
Ibu dari tiga putra ini, mengaku mensyukuri segala aktivitasnya saat ini. “Dengan mendirikan SGM, saya bisa menjadi ibu rumah tangga sekaligus berbisnis dan memiliki waktu yang banyak dalam mengasuh anak,” imbuhnya sambil tersenyum. Gaya kepemimpinan Rifa begitu terasa oleh seluruh karyawannya, bagaimana tidak dari hari ke hari ia  selalu berada di sekolah, terlibat langsung dalam setiap denyut kehidupan sekolahnya, dan sentuhan individualnya ada di setiap sudut sekolah yang fungsional tetapi bersih, hangat atmosfirnya, dengan guru yang jauh dari kesan seram, apalagi menghukum murid. Tak hanya itu bagi karyawannya ia adalah sosok seorang pemimpin yang selalu ada dalam momen–momen pribadi para guru, membuka diri untuk masalah pribadi mereka dan siap mencarikan bantuan jika memang butuh professional untuk itu. Maka dia ada dalam perkawinan para guru, melancarkan urusan kematian orang tua mereka dll.
Bagi Rifa, tantangan terbesar dalam hidupnya kedepan adalah bagaimana memberi lebih banyak lagi bagi pendidikan di Indonesia. Dia  menolak untuk berhenti pada zona nyaman  yang sekarang ini: kaya, berpengaruh, banyak teman, dan keluarganya tetap utuh. “Saya Adalah Saya,” katanya tegas, ciri kepemimpinan yang begitu kuat mewarnai gerak langkahnya.
Tentu saja, agar dapat merancang strategi kehidupan yang membuahkan sukses, seseorang harus kenal dan paham tentang dirinya. Dia menerima diri apa adanya. Kesederhanaan dalam diri Rifa adalah kehebatan yang terpancarkan dalam dirinya, hal ini pula yang membuatnya nyaman dalam menjalani kehidupan. Rifa tak pernah merasa hal-hal yang dilakukannya perlu disombongkan, malah ia selalu menggangap apa yang selama ini ia lakukan adalah biasa-biasa saja. Olifia