,

PT Jasa Armada Indonesia Tbk Raih Laba Bersih Rp120,41 Miliar pada 2017

by

 PT Jasa Armada Indonesia Tbk Raih Laba Bersih Rp120,41 Miliar pada 2017
Direktur Operasi & Komersial PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Supardi, Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Dawam Atmosudiro (tengah), dan Direktur Keuangan & SDM Herman Susilo (kanan), sebelum pemaparan kinerja perseroan tahun 2017 di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2018). foto infomoneter.com

Infomoneter.com PT Jasa Armada Indonesia, Tbk (JAI) merupakan satu satunya perusahaan dalam bidang jasa pemanduan dan penundaan yang mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Indonesia sejak 22 Desember 2017. Emiten dengan kode (thicker) IPCM ini merupakan anggota dari IPC Group (PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)) dengan komposisi kepemilikan saham IPC 76,89%, PT Multi Terminal Indonesia 0,11% dan publik 23%.

Bisnis utama Perseroan adalah bergerak dalam bidang pelayanan jasa pemanduan dan jasa penundaaan dengan pangsa pasar utama yaitu melayani kegiatan pelayanan kapal di seluruh wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) yang meliputi 11 (sebelas) pelabuhan. Pada tahun 2017 Perseroan mulai memperluas sayap bisnisnya dengan melayani angkutan laut (shipping) dan pengelolaan kapal.

Direktur Utama PT Jasa Armada Indonesia Tbk, Dawam Atmosudiro menyampaikan bahwa selama tahun 2017 Perseroan mencatatkan pertumbuhan laba bersih 2,86 % dari Rp. 117,06 Miliar di tahun 2016 menjadi Rp. 120,41 Miliar di tahun 2017. Pertumbuhan laba Perseroan terutama berasal dari peningkatan pendapatan penundaan sebesar 2,57%, sedangkan biaya usaha mengalami penurunan 7,60%.

Perseroan tetap dapat menunjukkan pertumbuhan kinerja yang baik dengan peningkatan laba tersebut di atas pasca restrukturisasi bisnis, dimana sejak tahun 2017 Perseroan hanya fokus melaksanakan kegiatan pelayanan kapal yaitu jasa penundaan di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sehingga Perseroan tidak lagi mencatat pendapatan jasa Pemanduan di wilayah kerja PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Meskipun dari sisi pendapatan jasa pemanduan sudah tidak ada, namun dari sisi pendapatan jasa penundaan mengalami peningkatan sebesar 2,57% dari Rp. 668,2 Miliar di tahun 2016 menjadi Rp. 685,4 Miliar tahun 2017. Selain itu pada tahun 2017 kegiatan shipping sudah mulai memberikan kontribusi pendapatan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp. 34,12 Miliar serta adanya tambahan pendapatan dari pengelolaan kapal sebesar Rp. 19,74 Miliar.

Dari sisi kinerja pelayanan dan produksi, kapal yang dilayani tahun 2017 sebesar 27.347 unit, meningkat 12,75 % dari tahun 2016 sebesar 24.253 unit. Produksi dalam GT juga mengalami peningkatan, GT kapal tahun 2017 sebesar 545.246 GT, meningkat 21,13 % dari tahun 2016 sebesar 450.119 GT.

Dawam Atmosudiro lebih lanjut menyatakan sangat bersyukur bahwa Perseroan berhasil melalui tahun 2017 dengan kinerja yang sangat baik dimana pada periode tersebut Perseroan melaksanakan beberapa aksi korporasi yang luar biasa, yaitu restrukturisasi bisnis khususnya perubahan kebijakan pengelolaan Pemanduan dan Penundaan di wilayah PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Pada tahun 2017 Perseroan sudah berhasil memperoleh izin sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP) sebagai modal utama Perseroan untuk melaksanakan ekspansi bisnis di bidang Pemanduan dan Penundaan di seluruh Indonesia.

Perseroan juga berhasil menutup tahun 2017 dengan kesuksesan pelaksanaan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) dimana pada hari pertama perdagangan saham Perseroan di bursa, harga saham naik dari harga saham perdana sebesar Rp. 380 per lembar saham naik menjadi Rp. 402 per lembar saham, dan terus bergerak naik menjadi Rp.434 per lembar saham pada penutupan tahun 2017. (kormen)