Prita Kemal Gani, Perjuangkan Standarisasi Humas di ASEAN

by

prita kemal gani-1Keberhasilan LSPR menjadi kampus Public Relations yang disegani di tingkat lokal dan ASEAN saat ini, tidak terlepas dari sosok sang pendiri, Prita Kemal Gani. Eksistensi LSPR-Jakarta menjadi wujud kecintaannya pada dunia Public Relations.

Siapa yang tidak kenal London School of Public Relations (LSPR)-Jakarta? Lembaga pendidikan tinggi yang berlokasi di Kawasan Sudirman itu, menjadi tempat pemburuan ilmu calon-calon praktisi Humas. Namanya begitu melekat di benak banyak orang. Bukan saja bagi mereka yang berdomisili di kota kota besar seperti Jakarta, tapi masyarakat di seluruh pelosok negeri, bahkan dari negara ASEAN pun pasti sudah banyak mengenal dan mendengar kiprah kampus, yang sudah menjadi salah satu ikon dunia public relations Indonesia saat ini.

Lembaga kursus yang berawal dari sebuah ruangan seluas 12 meter persegi di gedung WTC, Jalan Sudirman, Jakarta, tidak disangka bisa berkembang menjadi sekolah tinggi yang ternama dengan imej yang wah. Buktinya, LSPR-Jakarta kini telah menelorkan lebih dari 12.000 alumni yang tersebar menjadi Humas di berbagai institusi dalam dan luar negeri.

Namun, dibalik keberhasilan LSPR-Jakarta menjadi kampus public relations yang disegani saat ini, tidak terlepas dari sosok sang pendirinya, Prita Kemal Gani. Rupanya, eksistensi LSPR saat ini sebagai bukti kecintaannya pada dunia public relations.

Sosok Prita yang lembut, low profile, ramah namun tetap tegas, memiliki tekad yang kuat dalam menggapai cita-citanya. Ini bisa lihat dari jam terbangnya dalam menekuni dunia Humas terbilang tinggi. Awalnya ia menempuh pendidikan public relations di negeri Ratu Elizabeth, tepatnya di London City College of Management Studies, London dan lulus tahun 1987. Belum puas, setahun kemudian ia kembali meneruskan pendidikannya di Manila, tepatnya di International Academy of Management and Economic, Manila.

febriati nadira menerima penghargaan-1 Istri dari Kemal Gani-Pemimpin Redaksi Majalah Swa ini, memang seorang visioner. Setelah kenyang dengan ilmu yang didapat di luar negeri, Prita kemudian kembali ke tanah air dan mulai berkarir di bidang public relations pada sebuah perusahaan swasta International. Prita begitu jeli melihat peluang kedepan karena saat itu belum ada sekolah khusus mengenai PR, maka ide brilian muncul dan tahun 1992 langsung mendirikan lembaga kursus PR yang kini cikal bakal menjadi LSPR-Jakarta.

Seiring dengan keberhasilannya, Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR terpilih menjadi Ketua Umum Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia atau PERHUMAS periode 2011-2014. Prita tercatat sejarah sebagai ketua umum perempuan pertama dalam perjalanan 39 tahun berdirinya PERHUMAS.

Kesuksesan mendirikan LSPR-Jakarta mengantar sosok yang lahir di Jakarta pada tanggal 23 November 1961, ini diganjar segudang penghargaan. Award itu datang silih berganti di beberapa tahun terakhir sejurus dengan keberhasilannya dalam mengembangkan LSPR-Jakarta dan dunia kehumasan.

 Berpikir Global

Prita merupakan seorang pemimpin yang berpikir global. Dia tidak pernah puas dengan apa yang dicapainya. Perjuangannya dibidang pendidikan Humas, bisa menjadi Kartini di abad ini. Dia tidak sekadar memajukan Humas Indonesia tapi berpikir global dengan memajukan Humas ASEAN.

day one-foto bersama Ide briliannya yang menggagas Declaration of ASEAN PR Network 2014, jelang Pasar ASEAN 2015, ini, mengundang decap kagum para praktisi Humas, tidak saja di dalam negeri tetapi tokoh-tokoh Humas dari negara ASEAN.

Prita berpendapat, selama ini ada kekhawatiran, ASEAN Comunity 2015, akan berdampak pada membanjirinya tenaga kerja karena akan mengisi job di Indonesia, sehingga tenaga Humas lokal kehilangan pekerjaan. Nah dengan ASEAN PR Network, akan muncul suatu pandangan baru bahwa, yang datang ke Indonesia ataupun ke Philipina misalnya, itu suatu hal yang menyenangkan atau connectivity. “Jadi kita bisa conect. Misalnya kemampuan dan pengalaman kita di PR seperti crisis PR, corporate PR, akan dibagi ke negara tetangga yang tergabung dalam ASEAN PR Network. Kemudian orang Philipina mempunyai kemampuan yang baik dalam public speaking dan orang Indonesia kebanyakan malu-malu. Jadi lebih terlatih. Jadi kalau disatukan jadi lebih bagus. Inilah kelebihan di ASEAN PR Network bisa saling melengkapi,” ujarnya yakin.

Jadi dalam lembaga ini nantinya menjadi tempat sharing, berbagi ilmu bagi profesi Humas di setiap negara. Seperti selama ini kita belum kenal dengan teman-teman kita dari negara2 i gusti agung wesaka puja and prita kemal gani lain, tentang bagaimana kompetensi yang mereka miliki dan pandangan mereka soal public relations. Ya kita harapakan semoga ASEAN PR Network menjadi jembatan emas sehingga Humas ASEAN mempunyai kekuatan bersama dan pada akhirnya bisa mempromosikan ASEAN ke beyond ASEAN. Jadi orang akan melihat ASEAN secara utuh,”ujarnya bangga.