Perkuat Ekspansi Usaha, Wika Gedung Tawarkan 40 Persen Saham ke Masyarakat

by
(dari kiri ke kanan) Direktur Keuangan, Abiprayadi Riyanto,Direktur pengembangan Investasi dan Human Capital, Nur Al Fata, Presiden Komisaris, Destiawan Soewardjono, Presiden Direktur, Nariman Prasetyo serta Direktur Operasi II, Djaka Nugraha berbincang dengan atlit balap sepeda seusai penawaran umum perdana (initial public offering IPO) perseroan di Jakarta, Kamis (26/10).

(infomoneter)-Anak usaha BUMN di bidang konstruksi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), yaitu PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WIKA Gedung) berencana untuk menawarkan sebanyak-banyaknya 4.467.000.000 saham atau setara 40 persen seteIah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO).

Dalam aksi korporasinya ini, WIKA Gedung teIah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi efek (joint lead underwriter), yaitu PT Mandiri Sekuritas (koordinator), PT Bahana Sekuritas, PT CIMB Sekuritas Indonesia, dan PT Buana Capital Sekuritas. Sesuai rencana, penawaran awaI (book building) berIangsung pada 26 Oktober-7 November 2017.

Direktur Utama WIKA Gedung Nariman Prasetyo mengatakan, keputusan perusahaan untuk menawarkan saham kepada publik  telah melalui kajian panjang  dan pertimbangan matang. Langkah ini sebagai pilihan terbaik dan strategis bagi perusahaan dalam upaya untuk terus memperkuat pertumbuhan usaha  dalam jangka panjang.

Adapun harga saham perdana yang ditawarkan di kisaran Rp 290-456 per saham. Perseroan akan mengalokasikan 70 persen dana hasiI IPO untuk investasi dan konsesi, serta sisanya 30 persen untuk modal kerja.

“Peryataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan terbit pada 20 November 2017. Sehingga penawaran umum akan diIaksanakan pada 22-24 November 2017 dan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 November 2017,” ujarnya di Hotel Shangri-La Jakarta, Kamis (26/10).

Nariman mengatakan, penguatan modal merupakan kebutuhan utama WIKA Gedung untuk memperkuat daya saing dan mengoptimaIkan peluang pertumbuhan bisnis yang dikeIoIa. “Kami percaya, meIaIui IPO ini WIKA Gedung mampu mempercepat akseIerasi bisnis, baik konstruksi high rise building maupun investasi pengembangan yang direncanakan. Sehingga dapat memberikan maniaat yang Iebih besar kepada stakeholders,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Pengembangan Investasi dan Human Capitai WIKA Gedung, Nur Al Fata, menuturkan, untuk mengoptimalkan pemanfaatan peIuang yang dihadapi, Perseroan memiIiki tiga strategi bisnis yaitu bisnis inti (core business), backward integration dan forward integration. Bisnis imti WIKA Gedung adalah penyedia jasa konstruksi high rise building. Backward Integration berkaitan dengan industri pracetak, modular dan geoteknik.

Menurutnya, strategi ini merupakan upaya Perseroan untuk memperkuat rantai pasokan atas bisnis inti perseroan. Sementara Forward Integration merupakan Iangkah Ianiutan, dimana perusahaan meIakukan investasi dan konsesi untuk memperoleh seluruh pekerjaan konstruksi dari investasi dan konsesi tersebut, serta untuk memperoleh pendapatan beruIang.

“Ketiga strategi bisnis ini diharap saling memperkuat dan akan menjadi prioritas pengembangan perusahaan. Itu sebabnya alokasi dana IPO untuk investasi dan konsesi porsinya paIing besar, karena kami percaya strategi ini akan memberikan dampak bisnis yang signifikan dan berkelanjutan dalam jangka panjang,” ujar Nur Al Fata.

“Kami bersyukur teIah mendapat kepercayaan yang begitu besar baik dari pemerintah maupun sektor swasta untuk membangun proyek-proyek bangunan gedung mereka. Kami yakin, Iangkah pemerintah yang menjadikan infrastruktur sebagai prioritas APBN seIain pendidikan dan kesehatan akan semakin memperkuat kinerja WIKA Gedung kedepan,” tambah Abriprayadi, Direktur Keuangan WIKA Gedung.

Laksono W Widodo, Managing Director Mandiri Sekuritas mengatakan, IPO WIKA Gedung diIakukan pada momentum yang tepat. Pasalnya, anak perusahaan BUMN ini sedang dalam pertumbuhan bisnis yang sangat kuat ditengah industry konstruksi dan infrastruktur yang menjadi perhatian utama pemerintah. Dengan rekam jejak dan pengaIaman panjang di industry konstruksi nasional, keputusan WIKA Gedung untuk go public akan sangat positif bagi penguatan daya saing perusahaan di masa depan.

“Dengan dukungan fundamental dan prospek bisnis yang kuat, saham WIKA Gedung diharapkan dapat menjadi pilihan investasi yang menarik bagi investor pasar modal. Posisinya sebagai anak usaha BUMN juga akan memberikan nilai plus bagi emiten int,” tandasnya.

Bisnis inti Wika Gedung adalah penyedia jasa konstruksi high rise building.Selama 9 tahun sejak berdiri di tahun 2008,WIKA Gedung telah memperoleh 154 proyek dengan total nilai Rp 18,74 triliun.Pada semester I 2017,Kontrak baru WIKA Gedung mencapai Rp 4,32 triliun atau naik 59,9% dari pencapaian pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp 2,7 triliun.Dengan kontrak bawaan (carry over) tahun lalu sebesar Rp 5,7 triliun dan kontrak baru senilai Rp 4,32 triliun. Maka total kontrak perseroan (order book) per semester I 2017 menjadi Rp 10,02 triliun

Sementara itu, pendapatan perseroan pada semester I 2017 mencapai Rp1,31 triliun dari Rp646 miliar pada periode sama tahun lalu. Catatan itu pun membuat Wika Gedung memperoleh laba besih Rp105,8 miliar. (kormen).