Pendapatan Unggul Indah Cahaya Ditargetkan US$350 Juta pada 2017

by

infomoneter.com– Pendapatan PT Ungggul Indah Cahaya Tbk (UNIC), satu-satunya produsen alkylbenzene (AB) di Indonesia untuk bahan baku deterjen, hingga akhir 2017 ini ditargetkan antara US$300-350 juta dengan proyeksi laba sebesar Rp12-13 juta.

“Target tersebut bakal tercapai karena adanya peningkatan harga minyak mentah, terutama pada semester kedua tahun ini. Kenaikan itu akan mendorong kenaikan harga bahan baku dan harga jual produk perseroan sehingga pada akhirnya akan mendorong peningkatan penjualan secara konsolidasi,” ujar Yani Alfien, Direktur Utama UNIC, di Jakarta, Selasa (05/12/2017).

Yani mengungkapkan, hal itu terlihat dari kenaikan penjualan per September 2017 sebesar 17,12% menjadi US$234,76 juta dibandingkan per September 2016 sebesar Rp200.45 juta.

“Disamping kenaikan penjualan tersebut, volume penjualan kami juga turut mengalami kenaikan per September 2017 tersebut,” imbuh Yani.

Meski demikian, menurut Yani, laba bersih UNIC per September 2017 turun tajam sebesar 54,24% menjadi US$9,49 juta dibandingkan dengan realisasi laba bersih per September 2016 sebesar US$20,75 juta. Penurunan ini karena perseroan mengalami beban pajak penghasilan hingga mencapai US$3,56 juta.

Pada akhir 2017, UNIC telah menyelesaikan pembangunan dermaga (jetty) baru berbobot mati 50.000 ton yang berlokasi di pabrik UNIC di Merak, Banten. Jetty baru ini dapat meningkatkan efisiensi biaya transportasi baik untuk produk barang jadi maupun untuk bahan baku Perseroan.

Yani mengungkapkan, volume produksi pada 2018 diharapkan naik antara 3-5%. Produk  yang dihasilkan perseroan sangat bergantung pada harga minyak mentah. Jika harga minyak mentah naik, maka pendapatan UNIC akan mengalami pertumbuhan.

Selain bergerak pada bidang usaha penjualan bahan kimia, yaitu alkylbenzene, di Indonesia, UNIC juga berbisnis di bidang properti dan bisnis perkantoran. Pada triwulan ketiga 2017, pendapatan UNIC yang berasal dari penjualan bahan kimia sebesar US$ 234,02 juta dan dari bisnis real estate senilai US$740.787. (Abraham Sihombing)