Pembiayaan Mandiri Tunas Finance Alami Tren Positif

by

tunas  finance(infomoneter.com)-Realisasi pembiayaan PT Mandiri Tunas Finance (MTF) tercatat mengalami tren positif. Manajemen sukses menyalurkan pembiayaan Rp 2,5 triliun hingga penutupan triwulan I 2013. Angka inipun melonjak 47% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sebesar Rp 1,7 triliun.

Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo, , saat kegiatan paparan publik Penawaran Umum Berkelanjutan MTF Tahap I 2013, Rabu (1/5) mengatakan, perusahaannya telah menjalankan konsep baru.

Konsep yang dimaksud adalah pengembangan divisi marketing development. Divisi ini dibentuk sekitar pertengahan tahun lalu. Adapun maksud pembentukan divisi marketing development adalah guna memberikan pembiayaan yang terspesialisasi untuk merek mobil tertentu. Selama ini, manajemen hanya membagi marketing pembiayaan untuk mobil bekas dan mobil baru.”Ternyata hasilnya positif. Dengan divisi itu, market share kami juga menjadi lebih detail,” jelas Harjanto.

Potensi pembiayaan MTF tampaknya masih bisa terus meningkat. Soalnya, sepanjang 2013 ini, manajemen berencana membuka 22 jaringan baru. jumlah kantor cabang perusahaan sudah mencabai 68 cabang. Cabang MTF ini tersebar di 26 propinsi di Indonesia dan akan terus melakukan ekspansi bisnis dengan membuka 22 titik unit jaringan pemasaran baru untuk mengoptimalkan penerasi market

Dikatakan cabang yang akan dibuka tersebut memiliki potensi besar yakni di Pulau Sumatra, yang akan landing di Batam, Duri, Loksemawe, Lubuk Linggau dan Lubuk Pakam sedang dalam persiapan serta dua lagi di Badar Jaya dan Baturaja

Dia menyebutkan, dua dari tujuh cabang yang akan dibuka di Sumatera masih dibawah naungan Bank Mandiri sementara lima cabang lainnya sudah milik MTF sendiri. Lebih jauh, Harjanto berharap dengan target membuka 22 cabang hingga akhir tahun, sehingga total nanti akan ada 90 cabang. Maka MTF dapat terus meningkatkan performa di masa yang akan datang dalam mewujudkan visi dan misinya menjadi perusahaan otomotif terbaik di Indonesia.

Manajemen juga tidak takut terkait isu kenaikan BBM.Soalnya, mobil murah menjadi kompensasi jika bahan bakar minyak premium naik. “Jadi, prospek pembiayaan mobil masih cukup baik,” ujarnya.

Perseroan juga menargetkan pembiayaan baru sebesar Rp12 triliun pada 2013. Target tersebut jauh lebih tinggi dari total pembiayaan pada 2012.Dimana total pembiayaan 2012 baru mencapai Rp8,35 triliun. Namun, ini meningkat dari pembiayaan 2011 sebesar 16,9 persen, yakni Rp7,14 triliun. (Email:redaksiinfomoneter@yahoo.co.id)