Pameran Bahan Baku Makanan dan Minuman Terkemuka Asia 2016 Gelar di Indonesia

by

IMG_20160907_104215(infomoneter)-Pertumbuhan ekonomi Indonesia berdampak pada industri makanan dan minuman dimana pemintaan dari masyarakat, terutama kelas menengah, menunjukkan peningkatan signifikan terhadap jenis makanan dan minuman yang lebih beragam.

Dari data 2015, para investor asing juga mulai ramai memasuki pasar Indonesia karena melihat tren positif pada industri makanan dan minuman. Perkembangan yang kian pesat ini menjadikan Fi Asia 2016 sebuah pertemuan yang wajib dihadiri oleh para pemain industri bahan baku makanan dan minuman.

Pameran niaga bahan baku makanan dan minuman terkemuka Food ingredients (Fi) Asia 2016 digelar di Indonesia pada 21-23 September 2016 di JIExpo Kemayoran Jakarta.

Tahun ini, Fi Asia memasuki tahun ke 21 melayani industri makanan dan minuman di Asia dan dunia. Ajang ini merupakan titik temu ribuan penjual dan pembeli bahan baku makanan dan minuman serta menjadi arena untuk menampilkan inovasi terkini dan menemukan rekanan yang potensial.

Business Director, UBM Asia (Thailand) Co Ltd, Rungphech Chitanuwat, mengatakan, Fi Asia 2016 adalah peluang bagi para pelaku industri bahan baku makanan dan minuman untuk memperkenalkan produk-produknya, sekaligus menggali informasi teranyar di industri ini.

“Dengan mempertemukan lebih dari 650 pemasok bahan baku baik lokal, regional, maupun internasional untuk memperluas pengetahuan  serta membangun hubungan bisnis, pameran ini menjadi referensi bagi 15,000 profesional industri yang diharapkan hadir,”ujarnya.

Tahun ini, Fi Asia 2016 menyediakan sejumlah program yang memudahkan peserta dan pengunjung mengidentifikasi elemen-elemen yang dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis mereka melalui Business Matching Service, Innovation Zone, Food Product Development Competition, Innovation Tour.

Selain itu, selama tiga hari pelaksanaan, juga diadakan lebih dari 60 seminar dari para peserta pameran yang berfokus pada tren makanan dan minuman di Asia Tenggara, serta International Conference yang bertemakan “Food Innovations – ASEAN Economic Community Challenges”.

Direktur South East Asian Food and Agricultural Science and Technology – SEAFAST Center, IPB, Prof. Dr. Ir. Nuri Andarwulan, MSi, menjelaskan, International Conference ini merupakan hasil kerja sama antara Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, dan South East Asian Food and Agricultural Science and Technology – SEAFAST Center.

Dalam konferensi ini akan menjabarkan perkembangan dalam riset dan inovasi di ilmu dan teknologi pangan, dengan berfokus pada riset pangan inovatif dari Asia Tenggara ke seluruh dunia. “Termasuk di antaranya tentang isu, regulasi, inovasi bahan baku, gizi dan kesehatan, hingga keamanan dan kualitas pangan,” jelasnya.

Wakil Ketua Umum Bidang Promosi dan Kerjasama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Lena Prawira, mengatakan, pasar Asia Tenggara saat ini tengah menjadi sorotan profesional industri makanan dan minuman di seluruh penjuru dunia.

Karena itu, Fi Asia menjadi platform sempurna dan komprehensif untuk berbagai skala bisnis dalam meningkatkan dan memperkuat keberadaan mereka di kawasan ASEAN guna mendorong kesuksesan bisnis. “Fi Asia memiliki nilai lebih bagi para peserta pameran dan pengunjungnya melalui berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi industri,” paparnya.

Menurut Rungphech Chitanuwat, secara keseluruhan, pameran Fi Asia diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan peserta maupun pengunjung serta memacu para pebisnis untuk menghasilkan inovasi produk yang lebih kreatif lagi sehingga memiliki daya saing tinggi, agar setara bahkan melampaui produk-produk lainnya di pasar global.

Food ingredients Asia (Fi Asia)  diadakan untuk pertama kalinya di wilayah Asia Tenggara di Singapura pada tahun 1997, disusul oleh Thailand pada tahun 2002. Sementara itu, Indonesia menjadi tuan rumah Asia Fi untuk pertama kalinya pada tahun 2010 dan kini Fi Asia rutin diadakan bergantian setiap tahunnya di Indonesia dan Thailand. kormen