Mengenal Guru-Guru Besar Ekonomi UI

by

syarozaProf. Akhmad Syakhroza, SE., MAFIS, Ph.D.

Banyak Memantau Praktik GCG di Dunia Usaha

Penegakan Governance secara substansi dan konsisten adalah pekerjaan besar bagi segenap komponen bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik  Guru Besar FEUI di bidang Corporate Governance (2004) ini banyak melakukan penelitian dan konsultasi tentang praktik Governance baik pada perusahaan publik maupun BUMN termasuk pada institusi. Beliau juga aktif mengevaluasi dan merancang model Governance sesuai dengan konteks budaya dan nilai yang ada. Selain di bidang Governance, beliau juga banyak menangani konsultasi perusahaan di bidang Manajemen Strategik dan Keuangan serta Manajemen Kinerja.

Lahir di Bengkulu pada 30 November 1963, tamatan SMA Muhammadiyah 1, Yogyakarta ini, melanjutkan kuliah di FEUI Jurusan Akuntansi hingga lulus pada tahun 1987. Beliau memperoleh gelar Master dari Cleveland State University di Ohio, Amerika di bidang Akuntansi, Keuangan, dan Sistem Informasi (1991) dan memperoleh gelar Doktor dari Edith Cowan University Perth, Australia di bidang Organizational Behavior and Management Accounting (2001).

Karya tulis beliau diantaranya: Corporate Governance: Sejarah dan Perkembangan, Teori, Model, dan Sistem Governance serta Aplikasinya pada Perusahaan BUMN yang diterbitkan oleh Lembaga Penerbit FEUI, (2005); The Effect of Politics on Budgetary Control: A Study of Fertilizer Industry in Indonesia, yang terbit dalam International Journal of Business Studies, Edith Cowan, Australia (Desember 2002); Effect of Political Power on Budget Monitoring: A Study of Fertilizer Industry in Indonesia, yang terbit dalam Gadjah Mada International Journal of Business, MM UGM, Yogyakarta (Februari 2004); Creating Sustainable Development of Human Capital and Knowledge in Islamic Finance Through Education, Degree of Independence of Syariah Supervisory Board in Indonesia: Students Perspective yang terbit dalam Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) (Januari 2007). Karya-karya beliau lainnya juga banyak yang muncul di berbagai media massa seperti Investor Daily, Bisnis Indonesia, Seputar Indonesia, dan Manajemen Usahawan Indonesia.

anwar Prof. Dr. Anwar Nasution

Ahli Perbankan

Born in Sipirok, Tapanuli, on 5 August 1942. In 1968, graduated from the Faculty of Economics, University of Indonesia; in 1973, Master in Public Administration from the Kennedy School of Government, Harvard University – Massachusetts, USA; in 1982, Ph. D in Economics from Tufts University, Medford, Massachusetts, USA. Specializes in the fields of Applied Macroeconomic Theory, Monetary Economics and International Economics.

Concurrently Dr. Anwar Nasution is a professor of economics at the University of Indonesia and was the Dean of the Faculty of Economics in 1988-2001. He was the Sasakawa Distinguished Professor for the Chair in Development Economics at the UNU/WIDER Institute in Helsinki and Adjunct Professor in Economics at the Universities of Helsinki and Tampere in 1995-1996. He was visiting Research Associate and at NBER in Cambridge, Massachusetts, USA, IDE in Tokyo, Research School of Pacific Studies, ANU in Canberra, Australia, and Kyoto University. He was consultant to UN-ESCAP, UN-ECLAC, US-AID, ADB, the World Bank, IMF and MITI of Japan. He is a member of several economic associations such as the International Advisory Group of Finance Forum of the Pacific Economic Cooperation Council (PECC), the Asian Economic Panel, the Center for Pacific Basin Monetary and Economic Studies of San Francisco, International Associate Member of the Ministry of Finance of Japan, the American Economic Association, American Committee on Asian Economic Studies (ACAES), the vice chairman of the Indonesian Economists Association and Country Director of East Asia Economic Association.

Professor Nasution holds editorial positions in the Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES) published by the Australian University, Canberra, the Journal of Asian Economic Studies (published by ACAES) and Journal of Asian Economics. His research works have been published in many economic journals and by a number of publishers, such as ISEAS of Singapore, RoutledgeCurzon, University of Chicago Press, University of Michigan Press, Praeger, Maruzen, McMillan and Lynne Rienner Publishers, OECD and Oxford University Press. His publications include: “Financial Institutions and Policies” (Singapore: ISEAS, 1983); With W. T. Woo, “The Conduct of Economic Policies in Indonesia and Its Impact on External Debt” In J.D. Sachs (ed.), Developing Country Debt and the World Economy, Chicago: Chicago University Press, 1989); With W.T. Woo and B. Glassburner, “Macroeconomic Policies, Crises and Long-Term Growth in Indonesia, 1965-90” (Washington, D.C.: the World Bank, 1994); With S. Griffith-Jones, M.F. Montes, “Short-term Capital Flows and Economic Crises” (Oxford: Oxford University Press, 2000) and “Global Savings-Investment Imbalances: What Role for East Asia”, Asian Economic Papers 6-2, pp. 1-13 (August 2007).

In 1968-75 worked at the Ministry of Finance and in 1985-1994, was an economic advisor to the Minister for Cooperatives of Indonesia. In 1982-1983, was an economic consultant of Bank Indonesia, the central bank of Indonesia in which later on in July 1999-2004 was appointed as Senior Deputy Governor of the central bank.

In October 2004, Mr. Anwar Nasution was appointed as the Chairman of the Audit Board of the Republic of Indonesia.

 

 Prof. Dr. Arief Djanin

 Ketekunan adalah pangkal dari Keberhasilan

Setelah menamatkan SMA, Prof. Dr. Arief Djanin mengikuti kuliah di FEUI(1953) dan memperoleh gelar Drs pada tahun 1959.Selanjutnya beliau melanjutkan studinya ke University of California di Berkeley dan meraih gelar Master of Arts(1962). Gelar Doktor dalam ilmu ekonomi diperolehnya dari FEUI(1990).

Pria kelahiran Bindjei, 24 Februari 1933 memulai karirnya di FEUI sebagai asisten dosen (1957) dan mencapai Guru Besar Madya pada tahun 1991 serta pension Guru Besar pada umur 70 tahun. Disamping sebagai dosen tetap pada FEUI, juga memberi kuliah beberapa Fakultas Ekonomi Universitas Swasta antara lain di Universitas Atmajaya dan di Universitas Kristen Indonesia, dan di Universitas di luar Jawa (dlm rangka afiliasi) yaitu di Universitas Hasanudin dan Universitas Lampung.

Di samping itu, beliau bekerja sebagai Staf Pribadi Menteri Keuangan (1968 – 1980). Beberapa karya ilmiah antara lain ‘Monetary Control in a developing economy: Indonesian Case’ (disertasi, tidak dipublikasikan.); “Inflation, capital formation and economic development in Indonesia 1953-1958) diterbitkan dalam Ekonomi Keuangan Indonesia 1964, serta pelbagai hasil penelitian pada Lempaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM-FEUI). Selain itu ikut mempersiapkan laporan laporan Pemerintah kepada DPR RI (RAPBN, APBN, ABT) serta ikut dalam ‘Stand-By Discussion’ antara Pemerintah RI dan IMF. Beliau juga aktif mengikuti seminar, diantaranya Pertemuan Ahli-Ahli Moneter Asia Tenggara di Bangkok(1973), Sidang Panitia XX , Sidang South East Asia Voting Group, Sidang Interim & Development Committee.

 

Prof. Dr. Dorodjatun Kuntjoro-Jakti

 Keep it Simple

Prof. DR. Dorodjatun, yang lahir di Rangkasbitung pada 25 November 1939, adalah salah satu lulusan terbaik FEUI tahun 1964 dengan spesialisasi Moneter dan Keuangan Negara. Beliau memperoleh gelar MA (Financial Administration) pada tahun 1969 dari University of California di Berkeley. Pada tahun 1980, beliau memperoleh gelar Doktor di bidang Ekonomi Politik dengan judul disertasi “The Political Economy of Development : The Case on Indonesia under the New Order, 1966 – 1979” dari universitas yang sama.

Mantan Dekan FEUI periode 1994-1997 ini sempat menjadi Dutabesar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Amerika Serikat pada periode 1998 – 2001 pada masa kepresidenan Presiden Soeharto, Presiden B.J. Habibie dan Presiden Abdurrachman Wahid. Setelah itu, saat krisis perbankan dan moneter masih melanda Indonesia, beliau diangkat sebagai Menko Perekonomian pada Kabinet Gotong-Royong RI. Saat itu, tugas beliau adalah melakukan koordinasi terhadap upaya-upaya perbaikan atas perekonomian Indonesia sambil tetap melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia, IMF, Bank Dunia, dan CGI. Di tahun 2005, beliau ditunjuk oleh Presiden RI, Dr. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Co-Chair Panel 45 bersama Bapak Ali Alatas, SH khusus untuk merumuskan posisi RI di dalam Sidang Umum PBB ke-60. Saat ini, beliau adalah anggota Dewan Pengarah Lembaga Ketahanan Nasional RI (LEMHANNAS RI). Karena jasa-jasanya tersebut, pada tahun 2005 beliau dianugrahi Piagam dan Tanda Kehormatan Mahaputera Adipradana atas nama Negara RI oleh Presiden DR. Susilo Bambang Yudhoyono.

Prof. Dorodjatun juga aktif di dunia usaha. Sebelum krisis tahun 1997, beliau telah menduduki berbagai posisi penting pada beberapa perusahaan domestik dan asing di Indonesia. Saat ini, beliau adalah Komisaris Utama Bank BTPN, Komisaris Independen pada Perusahaan Asuransi AIA Indonesia, pada PT Hero Supermarket serta Vice President Commissioner pada PT Maxim Mitra Global.

Prof. Dr. Irzan Tanjung

Guru Besar FEUI ini memiliki peranan dalam tim kampanye ekonomi pasangan presiden dan wapres RI: SBY-JK. Beliau juga merupakan salah satu dari 99 pendiri Partai Demokrat dan terpilih menjadi anggota DPR-RI untuk periode 2004-2009. Sesuai dengan keahliannya di bidang ekonomi, beliau ditunjuk menjadi salah satu penanggung jawab platform dan kebijakan Partai Demokrat di bidang ekonomi.

Pria kelahiran Medan pada tanggal 3 Juni 1937 ini, lulus mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi dari FEUI jurusan Studi Pembangunan pada tahun 1961 dengan menyajikan skripsi dalam bidang Analisa Ekonomi dan Kebijaksanaan Negara. Kemudian beliau melanjutkan studinya di Amerika Serikat dan pada tahun 1965 berhasil memperoleh gelar M.A. dari Syracuse University. Pada tahun 1986 beliau berhasil meraih gelar Ph.D dari University of Illinois.

Prof Irzan juga aktif sebagai staf peneliti di LPEM FEUI. Beliau turut serta dalam menyusun “Outlook Keuangan Negara 1969,1970 dan 1971”. Beliau juga menyusun paper-paper yang dibuat untuk keperluan laporan Pemerintah kepada DPR-GR (Nasional) seperti laporan APBN. Salah satu karya yang pernah dihasilkan oleh beliau adalah “Bank dan Pembangunan”, yang merupakan terjemahan ilmiah LMUI-Bapindo. Seperti pakar ekonomi FEUI lainnya, beliau juga pernah menjabat di pemerintahan. Pada tahun 1970 beliau menjadi staf pribadi Menkeu, kemudian tahun 1972 menjadi Sekretaris Dirjen Keuangan, dan pada periode 1988 – 1993 menjabat sebagai Asisten Menteri Koordinator Ekonomi Keuangan, Pengawasan dan Pengembangan.

Prof. Dr. Johannes Baptista Sumarlin

Prof. JB Sumarlin adalah pemerhati ekonomi negara dan pembangunan, serta keuangan negara. Mantan Ketua Umum ISEI periode 1987 – 1993 ini, pernah menjadi anggota MPR, Staf Pribadi Menteri keuangan, Wakil Ketua Bappenas, dan Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara. Peran aktif beliau di luar negeri diantaranya sebagai President of Asian Association of Supreme Auditors dan Ketua Tim Penasihat Bank Dunia untuk Presiden Kyrgiztan.

Pria kelahiran Blitar 7 Desember 1932 ini adalah Ketua Dewan Guru Besar FEUI sejak 2003 sampai dengan sekarang. Beliau meraih gelar Doktornya di University of Pittsburgh, USA (1968) dengan judul disertasi “Some Aspects of Stabilization Policies and Their Institutional problems: The Indonesia Case, 1950 – 1965”. Sebelumnya, beliau telah meraih gelar Master of Arts (MA) dari University of California di Berkeley (1960), dan gelar Doctorandus (ekonomi) dari Fakultas Ekonomi UI (1958).

Karya ilmiah beliau telah diterbitkan baik di dalam maupun di luar negeri. Diantaranya adalah: “National Economic Council (Philippines) and the National Planning Council (Indonesia): A Comparative Organization Study” (University of Pittsburgh 1966). Beliau menjadi Ketua Delegasi Indonesia pada HABITAT: Conference on Human Settlement di Vancouver pada Juni 1976 dan pada 24th Consultative Committee Meeting Colombo Plan di Singapura pada Desember 1974. Beliau juga sempat menjadi Presiden Konferensi Regional Meeting on Ecological Principles for Development in Tropical Forest Areas of South East Asia di Bandung pada 29 Mei – 1 Juni 1974.

Prof. Dr. Sumarlin yang beberapa kali meraih penghargaan The Finance Minister of The Year ini, memperoleh Tanda Jasa Pahlawan RI/Pejuang Gerilya Membela Kedaulatan Negara pada tahun 1958, dan Pengabdian Pendidikan Tinggi Bagi Guru Besar “Anugeraha Sewaka Winaya Roka”, pada Oktober 2006.

Prof. Dr. Lepi Tanadjaja Tarmidi

 Maju mundurnya suatu bangsa tergantung dari pemimpinnya

Prof. Dr. Lepi Tarmidi adalah Guru Besar FEUI yang aktif mengajar di program S1 reguler, ekstensi, pascasarjana ilmu ekonomi, dan MPKP FEUI. Selain di lingkungan FEUI, profesor yang menguasai tiga bahasa, yaitu Inggris, Belanda, dan Jemarn ini, juga mengajar di Kajian Ketahanan Nasional dan Kajian Wilayah Eropa UI, serta menjadi Guru Besar di Perguruan Tinggi Hukum Militer (dahulu Akademi Hukum Militer).

Prof. Lepi, yang gemar membaca dan mengkoleksi perangko ini, lahir di Jakarta pada tanggal 7 Desember 1937. Beliau lulus dari FEUI dengan gelar Sarjana Ekonomi Perusahaan pada tahun 1963. Setelah itu beliau meneruskan studi dan memperoleh gelar Diploma-Volkswird dari University Hamburg, Jerman, pada tahun 1973. Gelar doktor di bidang ekonomi juga diperoleh Prof. Lepi dari University Hamburg, Jerman pada tahun 1978. Pada tahun 1988, beliau mengikuti Internship Economic Program di American University di Washington DC.

Sampai dengan tahun 2003, prof. Lepi adalah staf peneliti tetap di LPEM FEUI. Beliau banyak menyajikan makalah di seminar-seminar dan juga menulis artikel di majalah ekonomi baik di dalam maupun luar negeri. Beliau sempat mendapatkan beberapa hibah penelitian di luar negeri, diantaranya di Jerman, Boston University, Osaka International University, dan Australian National University. Pada tahun 2003/2004 beliau sempat mengajar di Internasional Graduate Program di Kobe University. Selain itu, beliau sempat aktif menjadi anggota Organisasi profesi di East-Asia Economics Association (1998/2000), ISEI, dan Society for International Development. Beliau juga pernah menjadi Wakil Kepala Pusat Kajian APEC UI 1995-1999 dan Ketua Pusat Kajian APEC UI 2000 – Juni 2007.

Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph.D.

Prof. Mayling Oey-Gardiner, Ph.D. mengajar sejak 1971, beliau adalah Guru Besar FEUI perempuan pertama yang dikukuhkan pada tahun 2001. Beliau adalah Ketua Senat Akademik dan Sekretaris Dewan Guru Besar FEUI untuk periode 2003-2007.

Lahir di Sukabumi pada tanggal 25 Februari 1941, bu Mayling, panggilan akrab beliau, besar di Jakarta dan menyelesaikan pendidikan dasar di SMA Santa Ursula. Setelah itu, beliau bekerja di FEUI. Pendidikan tinggi yang sempat dienyam oleh beliau adalah di dua sekolah tertua di Amerika Serikat, yaitu di College of William and Mary dan Harvard University. Beliau juga adalah orang Indonesia pertama yang mencapai Ph.D. di bidang Demografi, yang diperolehnya dari Australian National University.

Saat ini beliau banyak berperan di lembaga penelitian dan konsultasi Insan Hitawasana Sejahtera (IHS) yang berfokus pada masalah sosial, ekonomi, dan demografi; seperti kemiskinan, jender, dan keterbatasan akses kaum marginal pada sarana dan prasarana sosial serta pelayanan publik. Tugas yang masih beliau emban adalah sebagai anggota DRN dan editor majalah Asian Journal of Population. Pengabdian beliau pada masyarakat ditunjukkan oleh keterlibatan dalam berbagai LSM dalam maupun luar negeri.

Prof. Dr. Mohammad Arsjad Anwar

 Setiap Jabatan adalah Amanah

Pengalaman Prof. Dr. Mohammad Arsjad Anwar di bidang pendidikan dimulai sejak tahun 1956 sebagai Guru SMP Muhammadiyah Jakarta. Pada tahun 1960, beliau menjadi Asisten Dosen FEUI. Setelah itu berturut-turut beliau menjabat sebagai Pembantu Dekan Bidang Akademik (1984-1988), Koordinator Pascasarjana Ekonomi FEUI (1984-1995), Dekan FEUI (1988-1994), aktif di Senat UI, ikut serta dalam Konsorsium Ilmu Ekonomi (1994-1999), dan menjadi anggota Dewan Perguruan Tinggi (1994-1999). Beliau juga memberikan pengajaran di SESKOAD, SESKOAL, dan LEMHANAS.

Pria yang lahir di Kuningan pada 6 Maret 1936 ini menyelesaikan studi S1 di FEUI pada tahun 1962. Beliau memperoleh gelar master di bidang Business Administration dari University of California di Berkeley pada tahun 1966 dan meraih gelar Doktor Ekonomi dari FEUI pada tahun 1983 dengan predikat summa cum laude.

Pengalaman dan karir beliau di bidang penelitian juga tidak kalah banyaknya. Beliau pernah menjabat sebagai Koordinator Penelitian, kemudian Wakil Direktur, dan Direktur LPEM FEUI. Beliau sempat menjadi anggota Pepunas Ristek (1978-1983) yang adalah embrio dari Dewan Riset Nasional (menjadi anggota Dewan Riset Nasional tahun 1983-1993). Beliau ikut menjadi peneliti Australian National University (ANU) di Canberra (1978) dalam rangka kerjasama dengan Institute Developing Economies. Penelitiannya yang memiliki dampak besar antara lain adalah “Proyeksi Permintaan dan Penawaran 12 Komoditi Hasil Pertanian”. Setelah ditarik ke Bappenas oleh Prof. Widjojo Nitisastro, beliau memegang beberapa posisi penting di pemerintahan, diantaranya sebagai anggota Policy Research Team dan membantu Litbang di Departemen Perdagangan, konsultan Menteri Perindustrian, Staf Ahli Bappenas bidang Pengkajian Ekonomi, Deputi bidang Ekonomi Keuangan pada Menko Ekuin RI, dan setelah pensiun menjadi penasehat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan-Kepala Bappenas. Atas pengabdiannya tersebut, beliau dianugerahi Bintang Mahaputra pada tahun 1999.

Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto

 Bermanfaat untuk Bangsa dan Negara

Ekonom yang merupakan pakar demografi dan kependudukan ini juga peduli pada bidang ekonomi kesehatan, pemberantasan kemiskinan, dan pemberdayaan sumber daya manusia. Berbagai hasil pemikirannya di bidang kependudukan telah membuat beliau sebagai salah satu nara sumber aktif bagi Bappenas dan BKKBN.

Prof. Prijono lahir di Malang pada tanggal 3 April 1948. Pada tahun 1981, beliau menyelesaikan program S3 dan meraih gelar Doktor (Ph.D) di bidang ekonomi dari University of Hawaii dengan judul disertasi The Economic Benefit of Tuberculosis Control Program in Indonesia: Effect of Chemotherapy. Sebelumnya pada tahun 1977, beliau memperoleh gelar M.A (S2) di bidang ekonomi dari University the Philippines. Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Pemerintahan diperolehnya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1973.

Peran aktif Prof. Prijono sebagai peneliti di Lembaga Demografi FEUI telah menghasilkan banyak karya ilmiah berupa artikel dan buku yang dipublikasikan baik di dalam maupun di luar negeri. Di tahun 2007 ini, salah satu hasil penelitiannya yang berjudul Civil Service Reform in Indonesia telah dipublikasikan oleh Kobe University (Jepang). Selain aktif di bidang pendidikan dan penelitian, beliau juga aktif melakukan kegiatan pengabdian masyarakat. Beliau pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Negara dan Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia. Saat ini, beliau aktif sebagai Ketua Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia dan merupakan anggota Dewan Pakar Administrasi Publik Persatuan Bangsa – Bangsa (Committee of Expert on Public Administration of the U.N. Department of Economic and Social Affairs) periode 2006 – 2009.

Selain bidang ekonomi, Prof.Prijono juga mempunyai minat pada bidang sastra, khususnya puisi. Beberapa puisi yang dibuatnya telah ikut serta meramaikan buku puisi “Dari Negeri Poci 1dan 2.” Bahkan selama mengajar di Kobe University, Jepang, juga menulis “haiku”, puisi khas Jepang yang terdiri dari 17 suku kata, dan dimuat pada Harian “The Asahi Shimbun” yang terkenal itu.

 

Prof. Dr. Rustam Didong

 Akhir dari pengembangan ilmu pengetahuan haruslah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Prof. Dr. Rustam Didong adalah Guru Besar FEUI yang mengabdikan hidupnya dalam bidang pendidikan ilmu ekonomi demi kemajuan perekonomian Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dedikasi beliau diawali dengan menjadi Dosen FEUI (1960), Dosen Afiliasi UNSRI (1963-1969), Direktur Yayasan Badan Penerbit (JBP) FEUI (1966-1967), Kepala LPEM FEUI (1982-1987), Guru Besar FEUI (sejak 1984), sampai menjadi Deputi Ketua Bappenas bidang ekonomi (1988-1996), dan masih banyak lagi riwayat pekerjaannya yang tidak dapat dituliskan satu persatu.

Pria kelahiran Padang Panjang 21 Desember 1935 yang juga pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor I bidang Akademik UI (1986-1988) dan Ketua STEKPI School of Business and Accounting (1997-2006) ini menyelesaikan studi strata satunya di FEUI (1959), dan melanjutkan studi S2 ke University of California di berkeley-USA (1962), dan mendapatkan gelar Doktor di University of Southern California di Los Angeles-USA (1976).

Beberapa karya publikasi ilmiah dan seminar yang telah Beliau sajikan diantaranya “Some Notes on ASEAN Agriculture Exports to the EC: Discriminated or not?”, kertas karya sanggahan untuk ASEAN-EC CONFERENCE on ECONOMIC RELATIONS di Brussels, 16-18 September 1982, “Asian Economic Integration: Problems and Prospect” Kertas karya sanggahan untuk Seminar for ASEAN on the EEC Experience in Regional Integration di Manila 4-8 Januari 1983, “White Paper on Regulatory Strategy and Legal Framework to Support Infrastructure Reform” laporan proyek ISP lanjutan, PT. Hickling, Indonesia (2000). Beliau juga memberikan pengajaran dan pelatihan pada kursus-kursus yang merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Karena itu beliau banyak mendapatkan penghargaan yang antara lain: Satya Lencana Karya Satya Tk. II dari Presiden RI (1984), Regional Integration Award dari University of the Philippines & Institute of European Studies (1983), Wira Karya dari Presiden RI (1993), Bintang Jasa Utama Presiden RI (1995), dan Piagam Anugeraha Sewaka Winayaroha dari Depdiknas (2006).

 

Prof. Dr. Satrio Budihardjo Joedono

Satrio Budihardjo Joedono adalah salah seorang mantan Guru Besar FEUI, pelaku LSM dan mantan pelaku manajemen, khususnya manajemen pemerintah.

Lahir di Pangkal Pinang, Pulau Bangka, 1 Desember 1940, ia menyelesaikan studi strata satunya (S1) di FEUI dengan konsentrasi ekonomi perusahaan (1963), melanjutkan ke University of Pittsburgh dan meraih gelar Master of Public Administration (1966), dan gelar Doctor of Public Administration di State University of New York at Albany (1971).

Ia menjadi Pegawai Negeri Sipil bermula sebagai asisten dosen pada FEUI pada tahun 1963 hingga menjadi Guru Besar dalam Matakuliah Teori Organisasi pada tahun 1987 dan anggota Senat dan Senat Guru Besar FEUI (1987-1994), anggota Komisi D Senat dan Dewan Guru Besar UI (1987-2000), anggota Dewan Guru Besar FEUI dan anggota Komisi B Dewan Guru Besar UI (2000-2006) sampai pensiun pada tahun 2006.

Di lingkungan Universitas Indonesia ia menjabat sebagai Direktur (sekarang Kepala) LPEM-FEUI (1970-1978) dan Pembantu Dekan bidang Akademik FEUI (1978-1982) menata administrasi pengajaran dan kemahasiswaan, sebelum sebagai Pembantu Rektor bidang Administrasi Umum (1982-1986) mengawali pembangunan kampus UI di Depok.

Ia membantu Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo sebagai Asisten Menteri Perdagangan (1970-1973) dan Asisten Menteri Negara Riset (1973-1978), kemudian menjadi pembantu Prof. Dr.-Ing. B.J. Habibie sebagai Direktur Analisa Sistem BPPTeknologi (1978-1982) dan Asisten Menteri Negara RISTEK (1979-1982) dan Staf Ahli (1986-1988), lalu menjadi staf Drs. Radius Prawiro sebagai ASMENKO IV EKUIN dan WASBANG (1988-1993) dan terlibat dalam deregulasi perekonomian nasional.

Sewaktu menjabat Menteri Perdagangan (1993-1995) ia melakukan deregulasi perdagangan, menyelesaikan Perundingan Uruguay dan menandatangani Perjanjian Marrakech 1994. Ia kemudian (1996-1998) menjadi Dutabesar RI untuk Perancis dan Kepangeranan Andorra, lalu terpilih menjadi Ketua Badan Pemeriksa Keuangan RI (1998-2004) dan menjadikan BPK suara vokal anti korupsi di Indonesia. Sebagai Ketua BPK, ia ex officio melanjutkan kedudukan Indonesia sebagai Ketua Governing Board Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) (1998-2003) dan Anggota Dewan Audit ASOSAI (2003-2004).

Kegiatannya sebagai aktivis LSM meliputi menjadi Anggota Pendiri BINEKSOS (1970), Anggota Pendiri LP3ES (1982), Anggota Pendiri ICMI (1990) dan Ketua Dewan Pengawas The Habibie Center (2002-sekarang).

Ia pernah aktif dalam beberapa organisasi profesi a.l sebagai Sekretaris Umum dan Ketua I Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI); dan Anggota dan Pembina Indonesian Institute of Energy Economics.

Penghargaan yang diperoleh adalah: Satyalancana Wira Karya (1988), Commander’s Cross Pemerintah Republik Federal Austria (1996), Grootkruis Orde van Oranje Nassau (Belanda, 1996), Bintang Maha Putra Adipradana (1996), dan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun (2003).

 Prof. Dr. Sofjan Assauri

 Maju bersama tantangan pertumbuhan ekonomi untuk kemajuan bangsa Indonesia

Prof. Sofjan menggeluti bidang ilmu manajemen yang meliputi organisasi industri, ekonomi manajerial, manajemen stratejik, manajemen pemasaran, pemasaran internasional, manajamen operasi, perilaku konsumen, dll.

Beliau lahir di kota medan pada tanggal 24 November 1941. Prof. Sofjan berhasil lulus dan mendapatkan gelar sarjana ekonomi dari FEUI pada tahun 1966. Beliau meneruskan studi strata dua di Kathoileke Universiteit Leuven, Belgia pada tahun 1982. Kemudian pada tahun 2002, beliau berhasil memperoleh delar doktor di bidang ilmu manajemen dari FEUI.

Selain aktif mengajar, membimbing karya akhir, dan menguji mahasiswa; beliau juga pernah menjabat sebagai Ketua Program Ekstension FEUI periode 1998 – 2002. Beberapa tulisan beliau seputar manajemen pemasaran dan topik lainnya sering muncul dalam majalah Manajemen dan Usahawan Indonesia. Beliau juga aktif melakukan pengabdian masyarakat melalui beberapa proyek pelatihan dan konsultasi yang diselenggarakan oleh Lembaga Manajemen FEUI. Saat ini beliau adalah anggota Senat Akademik Fakultas Ekonomi UI dan berkat pengabdiannya selama lebih dari 30 tahun kepada FEUI, Prof. Sofjan memperoleh Satya Lencana Karya Satya pada tahun 2002.

 

Prof. Dr. Sri Edy Swasono

 Guru Besar Ilmu Ekonomi

Ekonom yang satu ini banyak berkecimpung di dunia koperasi. Menantu pertama Bung Hatta ini menghabiskan hidupnya untuk menimba ilmu serta untuk memperjuangkan pembangunan koperasi di Indonesia. Hal ini dilakukan semata-mata karena kecintaannya kepada rakyat Indonesia. Oleh karena itu, dengan sekuat tenaga beliau berusaha memperjuangkan ekonomi kerakyatan dengan koperasi sebagai wujud demokrasi ekonomi. Atas kerja kerasnya tersebut, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar pada tanggal 13 Juli 1988 dengan membawakan pidato pengukuhan yang berjudul ”Demokrasi Ekonomi, Komitmen dan Pembangunan Indonesia”

Pria kelahiran Ngawi, 16 September 1940 ini lulus Sarjana Ekonomi FEUI pada tahun 1963, kemudian melanjutkan studi S2 memperoleh gelar MPIA pada University of Pittsburgh pada tahun 1966. Tidak lama setelah itu, beliau menyelesaikan studi S3 dan meraih Ph.D pada universitas yang sama yaitu University of Pittsburgh (1969).

Banyak karya, pengalaman, serta penghargaan yang dihasilkan dari kerja keras beliau. Karya-karyanya antara lain adalah Terobosan Kultural (1986), Demokrasi Ekonomi: Keterkaitan Usaha Partisipasi VS. Konsentrasi Ekonomi (1988), Sistem Ekonomi dan Demokrasi Ekonomi (1991), serta Menuju Pembangunan Perekonomian Rakyat (1998). Sebagian besar pengalaman beliau di bidang pendidikan yaitu sebagai Pengajar di SESKOAD (sejak 1971), Lemhanas (sejak 1973), dan Staf Pengajar Tetap FEUI. Selain itu beliau juga adalah Ketua Umum Himpunan Pengembangan Ilmu Koperasi (sejak 1987) dan Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin, sejak 1988). Atas perjuangan serta pengabdiannya, beliau telah dianugerahi berbagai penghargaan dari dalam negeri dan juga luar negeri. Penghargaan yang dianugerahkan kepada beliau antara lain adalah Satya Lencana Dwidya Sistha SESKOAD, Satya Lencana Dwidya Sistha SESKOAL, Satya Lencana Dwidya Sistha Lemhanas, Penghargaan Dewan Hankamnas, serta Penghargaan Kolonel dari Gubernur Kentucky (USA 1986).

 

Prof. DR. Sri Moertiningsih Adioetomo, SE, MA.

 Guru Besar Ekonomi Kependudukan

Penduduk adalah subyek dan obyek pembangunan. Upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi harus dimulai dengan upaya meningkatkan kualitas modal manusia.

Demografi, Kependudukan, Ketenagakerjaan, KB dan Kesehatan Reproduksi adalah bidang yang diminatinya. Hasil penelitiannya tentang perubahan struktur umur penduduk Indonesia sebagai dampak keberhasilan Kebijakan Penduduk dan Kesehatan telah diterbitkan di berbagai publikasi nasional maupun internasional. Buku pengukuhan ini dicetak ulang oleh BKKBN sebanyak 2000 eksemplar dan disebarluaskan untuk pendidikan dan advokasi para eksekutif dan legislatif nasional maupun daerah.

Doening, nama panggilannya yang lebih populer, lahir di Solo tahun 1943. Lulus Sarjana Ekonomi UI tahun 1972, mendapat gelar Master of Science in Demography dari ANU Canberra tahun 1981, meraih gelar PhD Demography dari program yang sama di ANU tahun 1994. Bulan Desember 2003 diangkat sebagai Guru Besar FEUI, bidang Ekonomi Kependudukan dengan mengucapkan pidato Pengukuhan: ‘Bonus Demografi Menjelaskan Hubungan antara Pertumbuhan Penduduk dan Pertumbuhan Ekonomi’ 30 April 2005.

Mantan Kepala Lembaga Demografi FEUI banyak menulis berbagai karya ilmiah yang kemudian dipublikasikan. Di 2002. bersama dengan Terence H. Hull menyajikan “Women, Family Planning and Decentralisation” dalam Women in Indonesia: Gender, Equity and Development, Kathryn Robinson and Sharon Bessel eds. Institute of South East Asian Studies and RSPAS, ANU. Di tahun 2005, terdapat 3 karya ilmiah beliau telah dipublikasikan. Dan tahun 2006 menyajikan “Age Structural Transitions and their Implications: The Case of Indonesia Over a Century, 1950-2050” in Ian Pool and Laura Wong (eds). Demographic Bonuses but Emerging Challenges for Population and Sustainable Development, CICRED, Paris dan UNFPA New York. Selain menulis berbagai karya ilmiah beliau juga ikut andil dalam pemerintahan. Beliau pernah menjabat sebagai Staf Ahli Pemberdayaan Masyarakat Departemen Transmigrasi dan Kependudukan tahun 2000, Deputi MenkoKesra tahun 2001-2003, dan sekarang ini membantu Bappenas di bidang SDM.

 

Prof. Susiyati B. Hirawan SE, M.Sc, Ph.D

 Di mana ada kemauan di situ ada jalan

Prof. Susiyati B. Hirawan, SE, M.Sc, Ph.D ini adalah seorang guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Beliau lahir di Rembang pada 15 Februari 1947, meraih gelar Sarjana Ekonomi dari FEUI jurusan Ekonomi Perusahaan (1972), Diploma in Development of Finance, University of Birmingham, United Kingdom (1980), Master of Social Science (M.Sc) dari University of Birmingham, United Kingdom (1982), dan gelar Doctor of Philosophy (Ph.D) dari University of Birmingham, United Kingdom (1990). Pengukuhan Beliau sebagai Guru Besar Tetap di FEUI dilakukan pada tanggal 24 Pebruari 2007 dengan membawakan pidato pengukuhan yang berjudul ’Desentralisasi Fiskal Sebagai Suatu Upaya Meningkatkan Penyediaan Layanan Publik (Bagi Orang Miskin) di Indonesia’.

Berbagai kegiatan dan hasil karya yang telah Beliau dedikasikan. Sejak tahun 2000 sampai dengan 2007, Beliau menjabat sebagai Deputi Sekretaris Wakil Presiden Republik Indonesia dalam bidang Ekonomi, dan termasuk dalam tim yang mendampingi Presiden dan juga Wakil Presiden dalam berbagai konferensi internasional, kunjungan kerja/ kunjungan resmi serta perundingan bilateral ke berbagai negara. Konferensi internasional tahunan yang dihadiri Beliau diantaranya WTO, APEC, CGI, ASEAN, ADB, dan World Bank, selain konferensi yang membahas topik-topik tentang desentralisasi/otonomi daerah, asset back security, perbankan dan public finance. Beliau juga aktif menulis makalah dan menjadi pembicara dalam konferensi nasional khususnya yang terkait dengan desentralisasi, seperti seminar Good Governance dan Akuntabilitas di Indonesia, serta aktif dalam penyusunan peraturan perundangan berkaitan dengan perimbangan keuangan pemerintah pusat dan daerah (antara lain UU No. 25/1999 dan UU No. 33/2003). Berkat pengabdiannya, beliau dianugerahi berbagai tanda jasa seperti Satyalancana Karya Satya dan Satyalancana Wira Karya.

 Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro

Kemajuan perekonomian daerah adalah masa depan bangsa Indonesia

Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro adalah salah satu pakar ekonomi yang terkemuka di Indonesia. Kepakaran beliau meliputi bidang ilmu ekonomi regional, desentralisasi fiskal, keuangan negara, ekonomi pembangunan, ekonomi perkotaan dan transportasi serta analisis pengambilan keputusan..

Pak Bambang, demikian sebutan akrab pria kelahiran Jakarta 3 Oktober 1966 ini, adalah alumnus SMA Pangudi Luhur Jakarta tahun 1985 dan alumnus FEUI jurusan Studi Pembangunan tahun 1990. Beliau memperoleh gelar Master pada tahun 1995 dengan jurusan Urban Planning (1995) dan gelar Doktor (Ph.D.) pada tahun 1997 dengan jurusan Regional Science dari Universitas yang sama yaitu University of Illinois at Urbana–Champaign, Amerika Serikat.

Dekan FEUI ini telah banyak menghasilkan karya tulis. Beberapa tulisan beliau di dalam buku telah diterbitkan oleh The Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapura dan oleh Edward Elgar, Inggris. Artikel beliau juga muncul dalam beberapa jurnal internasional, diantaranya di Hitotsubashi Journal of Economics. Beliau aktif mempresentasikan makalahnya pada seminar internasional diantaranya pada International Workshop on Intergovernmental Transfers Including Health and Education Finance di Korea dan pada The UN Conference for MDGs di Australia. Beliau sempat menjadi visiting fellow di Australian National University dan Hitotsubashi University. Beliau juga pernah mendapatkan ISEAS-World Bank Research Fellowship Award sebagai Visiting Research Fellow dan kemudian mendapatkan Eisenhower Fellow tahun 2002 untuk mendalami masalah desentralisasi di Amerika Serikat. Saat ini beliau juga aktif di dunia usaha sebagai Komisaris PT. PLN.

 

Prof. Dr. Wagiono Ismangil, MBA

 Implementasi dari suatu perubahan dapat dilakukan dengan efektif apabila telah memperhitungkan pengaruh budaya dan manusia

Guru Besar FEUI yang juga merupakan konsultan senior di the Jakarta Consulting Group ini, ahli di bidang Manajemen Organisasi, khususnya pada pengembangan organisasi dan pengembangan perusahaan induk, restrukturisasi dan hubungan antara cabang dan afiliasi perusahaan, dan masih banyak bidang operasional lainnya. Sebagai seorang akademisi, beliau pernah menjadi Wakil Dekan II, Wakil Dekan I, dan Dekan FEUI.

Beliau dilahirkan di Bandung pada 19 juni 1935. Beliau memperoleh gelar Drs. dari FEUI pada tahun 1960. Tiga tahun kemudian beliau melanjutkan pendidikannya dan memperoleh gelar MBA dari University of California di Berkeley. Dan pada tahun 1975, beliau meraih gelar Doctor in Business Administration dari University of Southern California, Los Angeles.

Banyak pengalaman karir yang telah beliau kecap selama ini. Beliau pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (PMI), Staf Ahli Bulog, dan Komisaris PT. Aneka Tambang. Beliau juga pernah menjabat sebagai Sekjen Departemen Koperasi yang berperan untuk menata sumber daya manusia di Departemen Koperasi sedemikian rupa untuk meningkatkan profesionalisme agar tidak mencari status dalam struktur fungsional. Saat ini beliau aktif sebagai Komisaris Utama PT Bank Kesejahteraan Ekonomi, Ketua Umum IKPRE, dan pengajar luar biasa pada Program Pascasarjana FEUI.

 

Prof. Dr. Emil Salim

Guru Besar FEUI yang satu ini merupakan pakar di bidang lingkungan hidup. Kepakarannya dibuktikan dengan penerimaan penghargaan Zayed Prize (penghargaan bergengsi di bidang lingkungan hidup) di Dubai Internasional Convention Centre, Uni Emirat Arab 6 Februari 2006 lalu. Beliau merupakan tokoh yang menunjukkan peran yang luar biasa dalam menggabungkan sains dan diplomasi.

Pria kelahiran Lahat Sumatera Selatan pada tanggal 8 Juni 1930 ini memperoleh gelar Ph.D dari University of California di Berkeley dengan disertasi ”Institutional Structure and Economic Development” pada tahun 1964.

Hasil karya beliau antara lain: Ekonomi Perencanaan dan Pemerataan Pendapatan yang diterbirkan oleh penerbit FEUI, Development with Stabilization, Perencanaan Pembangunan dan Pemerataan Pendapatan (1974), serta Lingkungan Hidup dan Pembangunan (1981). Pada periode tahun 1966 – 1968 beliau adalah kolumnis di harian “Indonesian Observer”. Pengalaman beliau di bidang pemerintahan tidaklah sedikit. Jabatan yang pernah beliau emban antara lain sebagai anggota Tim Penasihat Ekonomi Presiden di tahun 1966, Menteri Negara Penyempurnaan & Pembersihan Aparatur Pemerintahan/Wakil Ketua Bappenas pada tahun 1971, kemudian sebagai Wakil Ketua delegasi Indonesia dalam Sidang Menteri-Menteri Ekonomi ASEAN (Singapura, 1977), Menteri Perhubungan pada Kabinet Pembangunan II (1973-1978), Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan III (1978-1983), Menteri Negara Pengawasan Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada Kabinet Pembangunan IV dan V (1983-1993), Ketua delegasi Indonesia dalam Special session of UNEP (Nairobi, 1982), dan Anggota Komnas HAM serta Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

 

Prof. Dr. Suroso, SE., MBA

Prinsip, konsep dan teori keilmuan harus diterapkan dengan etis, bila tidak dapat merugikan banyak pihak

Guru Besar ini memiliki kepakaran dalam menganalisis dan memecahkan masalah-masalah manajemen dan keuangan perusahaan serta lingkungan bisnisnya. Ia juga memiliki minat untuk mengkaji dan meneliti masalah public private partnership dalam pembangunan dan pengelolaan infrastruktur. Selama 36 tahun meniti karier sebagai staf pengajar di FEUI ia pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Manajemen 1994-1998 dan Ketua Program Extension FEUI 1998-2004.

Suroso, lahir di Gombong 13 Maret 1943. Pada hari tuanya ia menyelesaikan pendidikan S3 dan memperoleh gelar Doktor dalam Ilmu Manajemen pada Mei 2005, dua tahun kemudian tepatnya Februari 2007, dikukuhkan sebagai Guru Besar Manajemen FEUI dengan pidato pengukuhan berjudul “Dilema Etika Dalam Keuangan”. Selain sebagai alumnus S1 dan S3 FEUI, ia juga alumnus Katholieke Universiteit Leuven, Belgia 2 Maret 1983 dengan memperoleh gelar MBA.

Sebagian terbesar karya tulisnya tidak dipublikasikan karena merupakan penugasan sebagai Senior Consultant Lembaga Manajemen FEUI, sementara sebagian lainnya disajikan dalam seminar/lokakarya di tingkat nasional Beberapa tulisan yang diterbitkan pada jurnal tingkat nasional antara lain: A Thousand and One Questions about Privalization SOE; Perbedaan Kinerja Saham Antar Tahun IPO; dan Investasi pada Saham Perusahaan yang Menghadapi Financial Distres. Pengalamannya di pemerintahan sebagai tim deregulasi untuk meningkatkan iklim usaha yang lebih kondusif, serta mengawasi badan usaha milik negara sebagai wakil pemegang saham, dan pengalamannya sebagai staf peneliti dan konsultan di LM-FEUI sangat bermanfaat dalam mangajarkan Manajemen dan Keuangan Perusahaan.