Mendorong Layanan Digital, Cara BTN Manjakan Pembeli Rumah

by

btn oke(infomoneter)-Carolina, karyawati yang  berkantor di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, bangga dengan terobosan layanan digital Bank BTN. Pasalnya, menjelang pengujung tahun 2016, ibu tiga  anak itu, mengaku sibuk mencari informasi rumah. Mulai dari cari iklan di koran, browsing di internet, hingga datangi pameran. Tapi semuanya gagal fokus, karena belum mendapatkan rumah yang cocok, baik dari sisi lokasi, gambar, maupun harga.

Beruntung di awal 2017, dirinya mulai lega dan memahami kiat memilih rumah setelah membuka portal Bank BTN. “Portal Bank BTN membantu saya mendapatkan infomasi memilih rumah. Di sana infonya secara lengkap. Mulai dari informasi gambar, lokasi dan lainnya,”ujar ibu tiga anak itu, saat menyampaikan pengalamannya mencari rumah.

Siapa nyana, keluhan ibu yang berprofesi dalam bidang finance itu, sudah lama diantisipasi oleh bank yang sudah 67  tahun membesut bisnis pembiayaan perumahan tanah air.

Memang, di era Kepemimpinan Maryono, Bank PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk  atau Bank BTN, sedang ngebut-ngebutnya melakukan trasformasi bisnis di setiap lini bisnis. Yang paling mencuat adalah, terobosan   berbasis digital banking guna mendukung core business-nya dalam memudahkan memilih rumah. Termasuk mendorong pemenuhan program sejuta rumah. Langkah itu dilakukan perseroan sekaligus untuk memperbaiki proses bisnis agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat lebih baik dan cepat.

“Mengantisipasi persaingan perbankan saat ini yang  begitu hebat. Bank BTN  harus dapat masuk dalam era persaingan itu dan BTN telah siap menyambut persaingan itu dengan bisnis perseroan yang sudah disiapkan berbasis digital banking,”ujar Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Maryono, dengan mata menerawang.

Maryono mengatakan, untuk membantu pelayanan bagi para nasabah kredit pembiayaan rumah (KPR) dan para kontraktor, pihaknya akan memulai model pelayanan digital banking.

Istimewanya, program KPR digital Bank BTN bisa diunduh 24 jam sehari. “Kalau mau ajukan KPR tidak harus menunggu lama. Cukup melihat portalnya saja. Di situ ada lokasi-lokasi rumah dan gambar-gambar rumahnya juga,” terang Maryono.

Menurutnya, dengan aplikasi digital banking, para nasabah akan diberi fasilitas untuk menghitung penghasilannya, guna melihat kemungkinan mengenai seberapa besar pengajuan KPR-nya bisa diterima oleh BTN. Dari  situ, nasabah bisa melakukan simulasi mengenai berapa pendapatannya, dan berapa kredit yang bisa di-approve oleh BTN. Tak sampai di situ, Bank BTN juga akan melengkapi pembiayaan perumahan beserta pembiayaan isi rumah tersebut bagi para nasabahnya. Bahkan, akan memberikan pembiayaan atas kebutuhan sehari-hari, bagi nasabahnya dengan sejumlah ketentuan yang berlaku.

Tak  hanya menyediakan pembiayaan perumahan, tapi juga pembiayaan isi dari rumah. Bahkan kalau rumah itu isinya dua orang suami-istri, dua anak dan seorang asisten rumah tangga, maka Bank BTN  juga kata Maryono, bisa membiayai kebutuhan sehari-hari mereka.

“Inilah yang bisa kita manfaatkan dengan aplikasi elektronik. Termasuk misalnya untuk beli beras, biaya pendidikan, biaya traveling, dan lain sebagainya. Ini semua akan dipandu dengan digital banking,”ujarnya.

Transformasi BTN berbasis digital menjadi prioritas BTN di tahun 2017 disebabkan semakin nyatanya dominasi dari kekuatan digital pada aspek bisnis di segala sektor dan lini masyarakat. Penduduk Indonesia saat ini rata-rata usianya berada di antara 20-30 tahun, serta dominasi generasi millenial menjadi pertimbangan BTN untuk menyelaraskan perkembangan arah bisnis ke arah pemakaian teknologi digital di 2017.

Pemahaman BTN terhadap generasi Millenial serta pengembangan SDM generasi Millenial di BTN menjadi perhatian manajemen untuk mengantisipasi persaingan dan memiliki kehandalan bersaing di market saat ini. BTN akan terus mengembangkan penggunaan teknologi digital terkini yang khusus maupun bersifat umum untuk mendukung layanan dan jaringannya.

Setidaknya dalam melangkah di era layanan digital 2017, Bank BTN dibekali perolehan prestasi di tahun sebelumnnya. Maryono bersyukur tahun 2016 kinerja perseroan ditutup dengan hasil yang cukup menggembirakan. Dimana secara umum dapat memenuhi target dari yang ditetapkan tahun 2016. Keberhasilan inilah yang mendorong BTN optimis menyambut tahun 2017 dengan target bisnis yang cukup menantang.

“Kami optimis untuk pertumbuhan kredit 2017 masih diatas 20% dengan NPL dibawah 3% dan laba perseroan yang lebih baik dari perolehan tahun 2016,”ujarnya.

Data Bank BTN menunjukan, sampai akhir tahun 2016, jumlah pembiayaan  sudah melampaui target. Dengan realisasi pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR)  mencapai 209.369 unit dan kredit konstruksi mencapai 386.171 unit atau total 595.540 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp64,46 triliun.

Maryono mengklaim target realisasi program sejuta rumah sudah tercapai. Karena dari target sebesar 570.000 unit, terealisasi sebesar 595.540 unit. “Pencapaian tersebut sudah memenuhi 96 persen dari target,” ujar Maryono, bangga.

Tak pelak, keberhasilan Bank BTN dalam kinerja berkat terobosanya dalam bisnis, sukses mendapat apresiasi dari Menteri BUMN Rini M Soemarno. Dalam Raker dengan seluruh Komisaris dan Direksi Bank BTN, Kepala Cabang dan Kanwil serta Kepala Divisi, Menteri BUMN menilai BTN telah mencetak kinerja 2016 lebih baik dibanding bank bumn lainnya.

“Kinerja BTN sangat bagus dan saya minta untuk dapat terus ditingkatkan. Rumah menjadi kebutuhan masyarakat dan pemerintah memberikan perhatian untuk itu. Pemerintah menaruh harapan yang sangat besar kepada BTN. Semoga ini menjadi peluang bagi BTN dalam memberikan kebutuhan rumah disamping untuk masyarakat umum juga bagi pegawai di lingkungan BUMN yang belum memiliki rumah. BTN agar melakukan sinergi dengan BUMN lainnya dalam pemenuhan kebutuhan rumah bagi pegawai di lingkungan BUMN, “ujarnya dalam pembukaan Rapat Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Bank BTN 2017, di Jakarta, pada Senin (16/01/2017).

Menambah Smart Branch

Itulah geliat transformasi bisnis Bank BTN sebagai bank terdepan dalam pembiayaan perumahan. Inovasi yang tiada henti dengan cerdas dalam menghadapi setiap perubahan, membuat Bank BTN selalu eksis dan mendapat tempat di hati masyarakat. Seperti transformasi BTN berbasis digital , dengan pertimbangan, semakin nyatanya dominasi dari kekuatan digital pada aspek bisnis di segala sektor dan lini masyarakat.

Apalagi saat ini, Bank BTN menyasar semua segmen, termasuk angkatan usia kerja yang produktif dan melek teknologi. Alhasil, digital banking menjadi salah satu prioritas untuk menjemput para calon nasabah. Dari sisi bisnis, Bank BTN, kata Maryono,  terus meningkatkan pelayanan perbankan dengan mengakselerasi tahapan transformasi di era digital. Salah satunya dengan terus menambah Smart Branch.

Soal Smart Branch ini memang memiliki prestasi tersendiri. Setelah sukses dengan uji coba  4 gerai digital sejak akhir 2015 lalu, Bank BTN  kini menambah sekitar 60 “Smart Branch” yang akan disebar di Kantor Cabang Utama, Kantor Cabang, maupun Kantor Kas  dalam 2 tahun ke depan. Investasi yang dikucurkan akan mencapai lebih dari Rp50 Miliar. “Adanya Smart Branch Bank BTN akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan yang terpenting memberikan pelayanan yang lebih cepat, lebih baik, dan lebih mudah bagi nasabah,”ujar Maryono.

Adapun, Smart Branch Bank BTN dilengkapi beragam layanan untuk memfasiltasi kebutuhan nasabah dalam memeroleh informasi perbankan, melakukan komunikasi, registrasi, pembukaan rekening, transaksi, dan transaksi di luar produk perbankan.

Sementara itu, peningkatan pelayanan lewat digital banking juga menyentuh para nasabah BTN Prioritas. Untuk memanjakan para nasabah prioritas, Bank BTN merevitalisasi 41 gerai BTN Prioritas, dan menambah sejumlah fitur layanan perbankan berbasis digital.

Maryono mengatakan tahun 2017 menjadi peluang besar bagi sektor properti. Potensi tersebut terlihat dari angka backlog dan kebutuhan rumah yang masih tinggi, serta minat investasi ke sektor properti yang masih besar.

Belum lagi, pemerintah juga terus mendukung kepemilikan rumah masyarakat Indonesia dengan mengalokasikan anggaran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), susbsidi selisih bunga (SSB), dan bantuan uang muka pada 2017 yang lebih besar dibandingkan di 2016. Bank Indonesia pun kian mempermudah masyarakat mengakses KPR dengan melonggarkan aturan loan to value (LTV) pada 2016.

Berkaitan dengan akselerasi program sejuta rumah tersebut, Bank BTN, kata Maryono, tetap fokus pada penguatan bisnis perumahan dengan kecepatan layanan, perbaikan teknologi, kecepatan approval kredit dan optimalisasi human capital dan tentu saja terus melakukan pengembangan bisnis melalui penambahan ragam produk layanan wealth management maupun pengembangan layanan berbasis digital banking seperti tersedianya Digital Lounge dalam rangka memuaskan layanan kepada masyarakat.

Dari sisi bisnis, Bank BTN, terus meningkatkan pelayanan perbankan dengan mengakselerasi tahapan transformasi di era digital, dengan terus menambah Smart Branch.

Ragam program Bank BTN, sejalan dengan implementasi Nawa Cita yang dicanangkan oleh pemerintah, program sejuta rumah merupakan salah satu agenda dalam transformasi BUMN yaitu perbankan dan jasa keuangan serta ekonomi kerakyatan. Diharapkan terkait dengan akselerasi ragam program  tersebut, Bank BTN kedepan, tetap fokus pada penguatan bisnis perumahan dengan kecepatan layanan, perbaikan teknologi, kecepatan approval kredit dan optimalisasi human capital. Semoga. (kormensius barus). Email: kormenjurnalis@gmail.com

 

.