Melantai di Bursa, Saham Nusantara Pelabuhan Meroket

by

pelabuhan handal2(infomoneter)-PT Nusantara Pelabuhan Handal Tbk,  resmi tercatat di papan pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) BEI sebagai emiten pertama  tahun ini.

Berdasarkan keterbukaan BEI Kamis pagi (16/03/2017), Perusahaan yang bergerak di bidang usaha perdagangan umum, bongkar muat, jasa pelabuhan ini  tercatat dengan kode PORT.

Saham perseroan yang ditawarkan ke publik sebanyak 576,85 juta lembar saham. Saham perusahaan tercatat sebanyak 2,23 miliar lembar saham. Jadi, total saham tercatat mencapai 2,81 miliar saham.

Dana hasil penawaran ke publik akan digunakan untuk pembayaran utang ke PT Episenta Utama Investasi sebesar 65 persen. Lalu, 35 persennya untuk modal kerja. Dengan IPO ini NPH menargetkan meraup dana segar sebesar Rp308,58 miliar.

Komposisi kepemilikan saham setelah penawaran ke publik yakni 74,06 persen PT Episenta Utama Investasi, 5,44 persen PT Prima Permata Cakrawala, dan publik 20,50 persen.

Setelah resmi tercatat, saham Nusantara Pelabuhan Handal pun langsung menguat ke level Rp640 per saham.  Pada pembukaan tadi, saham PORT dibuka pada level Rp535 dan langsung menguat ke level Rp640. Harga tertinggi di posisi Rp695 per saham, harga terendah berada di posisi Rp590 per saham. Sedangkan harga terakhir di posisi Rp640 per saham. Volume mencapai 2.917 lot, dengan nilai mencapai Rp182,95 juta, dan frekuensi sampai 25 kali.

Direktur Utama BEI Tito Sulistio menyambut baik kedatangan NHP di pasar modal Indonesia. Tito mengungkapkan dengan menjadi anggota BEI adalah suatu kebanggaan artinya, perusahaan telah mendapat kepercayaan masyarakat.

“Pesan saya agar NPH menjaga aspek-aspek yang harus dimiliki sebagai perusahaan publik. Menjaga transparansi, akuntabilitas, responsibility, dan fightness karena ini perusahaan publik,” tutur Tito di Gedung BEI Jakarta,Kamis (16/3/2017).

Direktur Independen PT Trimegah Sekuritas Indonesia David Agus mengungkapkan, saham PORT mengalami oversubscribed sebanyak 1,3 hingga 1,4 kali selama masa penawaran .

“Permintaan yang masuk saat masa penawaran cukup baik. Sehingga, kami mencatat telah terjadi oversubsribed 1,3-1,4 kali, ” ujar Agus.

CEO PT Nusantara Pelabuhan Handal, Paul Krisnadi mengatakan, ‎dana hasil IPO akan dialokasikan 65 persen untuk membayar utang kepada Episenta Utama Investasi selaku pemegang saham dan sisanya 35 persen digunakan sebagai modal kerja perseroan.

“Belanja modal tahun ini, kami anggarkan Rp 190 miliar sampai Rp 200 miliar untuk keperluan ekspansi dan pengembangan bisnis anak usaha,” ujar Paul.

Perusahaan Nusantara Pelabuhan Handal merupakan korporasi milik pengusaha Garibaldi Thohir.

Sekitar 93,16 persen saham Nusantara Pelabuhan dikuasai oleh PT Episenta Utama Investasi yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Garibaldi. Sedangkan sisa sahamnya dimiliki PT Prima Permata Cakrawala.

Perusahaan ini mengoperasikan peti kemas di Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya. Nusantara Pelabuhan juga memiliki area operasi di Laemchabang dan Bangkok, Thailand.‎

Saat ini Nusantara Pelabuhan memiliki tiga anak usaha, yakni PT Mustika Alam Lestari, PT PBM Adipurusa dan PT Parvi Indah Persada yang mengoperasikan dan mengembangkan terminal peti kemas dan kargo, termasuk memasok peralatan terminal.

Hingga kuartal III-2016, Nusantara Pelabuhan meraih pendapatan Rp 816 miliar, naik signifikan dari periode sama tahun sebelumnya sebesar Rp413 miliar dengan  laba bersih Rp 190 miliar.

T‎ahun ini Nusantara Pelabuhan berharap bisa menjaga kenaikan pendapatan dan laba bersih sekitar 10 persen dari tahun lalu.  (kormen Barus).