Laba Bersih Kimia Farma Meningkat

by

kimia farma(infomoneter.com)- Manajemen PT Kimia Farma (Persero) Tbk berhasil mengantongilaba bersih tahun 2012 sebesar Rp 205,13 miliar. Perolehan laba bersih ini meningkat 19,43% dibandingkan dengan laba bersih Perseroan tahun 2011 yang sebesar Rp 171,76 miliar.

Hal ini disampaikan Direktur Keuangan PT Kimia Farma, Arief Budiman dalam public expose usai mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan PT Kimia Farma (Persero), Tbk Ttahun Buku 2012, Rabu (10/4), di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.

Laba bersih tersebut kata Arief, diperoleh dari hasil penjualan Perseroan yang tahun 2012 mencapai Rp 3,73 triliun, atau naik 7,27% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya Rp 3,48 triliun. Pada saat yang sama, Perseroan dapat meningkatkan efisiensi di beban pokok penjualan dari 70,18% tahun 2012 menjadi 68,53% atau naik sebesar 1,65%. Adapun margin laba bersih mengalami kenaikan 0,56% dari 4,93% tahun 2011 menjadi 5,49% tahun 2012.

Oada kesempatan itu, Arief juga menjelaskan mengenai kenaikan asset PT Kimia Farma sebasar 15,72% dari Rp 1,79 triliun tahun 2011 menjadi Rp 2,08 triliun tahun 2012. Demikian pula, kas dan setara kas Perseroan mengalami peningkatan sebesar 58,74% dari Rp 199,39 miliar tahun 2011 menjadu Rp 316,50 miliar dari Rp 1,89 triliun tahun 2011 menjadi Rp 4,11 triliun tahun 2012.

Dalam kurun waktu 2013 hingga 2017, lanjut dia, manajemen PT Kimia Farma juga akan melakukan sejumlah aksi korporasi yang mencakup 5 bidang, yakni manufaktur, pengembangan usaha bisnis/proyek, pengembangan distribusi, pengembangan usaha KFA dan optimalisasi asset.

Di bidang manufaktur, aksi korporasi yang akan dilakukan manajemen Kimia Farma adalah membangun pabrik baru dan revitalisasi dengan nilai investasi Rp 400 miliar; membangun pabrik herbal Fitofarmaka dengan investasi Rp 100 miliar; serta membangun pabrik Pil KB dan AKDR Kimia Farma.

Adapun aksi korporasi di bidang pengembangan bisnis yang akan dilakukan Perseroan meliputi rencana pengembangan pelayanan kesehatan yang menyeluruh dan berkualitas yang ditangani Kimia Farma Rumah Sakit, pengembangan layanan kesehatan di apotek Kimia Farma yang ada di Malaysia, pengembangan radiofarmaka, skin culture, stem cell, dan pengembangan proyek yodium baru.

Perseroan juga melakukan pengembangan distribusi melalui penguatan supply chain management dengan meningkatkan fungsi Distribution Centre (DC) untuk mendukung keberlangsungan pasikan produk KF dan untuk memperluas jangkauan distribusi.

Dalam hal pengembangan usaha KFA, Kimia Farma merencanakan akan membangun 1.000 klinik melalui gerakan 1000K, mengembangkan one stop solution (layanan kesehatan terpadu) yang terdiri atas apotek, klinik, laboratorium klinik, layanan kesehatan lainnya, serta membuka outlet baru yang terinci atas 66 apotek komunitas, 20 optik, 200 klinik PPK tingkat 1, 5 klinik kecantikan, dan 5 laboratorium klinik.

Sementara optimalisasi asset akan dilakukan Perseroan melalui kerjasama dengan pihak III untuk pembangunan hotel/rumah sakit dalam bentuk pola kerjasama KSO/BOT, yaituL di lokasi strategis seperti di Jakarta, Bandung, Denpasar, Surabaya, Medan dan Makassar, serta pemanfaatan asset di Jl. Saharjo, Jakarta dengan mendirikan rumah sakit spesialis hepatitis. Perseroan juga bekerjasama dengan pihak III untuk utilisasi lahan Perseroan yang berlokasi di Cikarang, Bekasi.

Hingga saat ini manajemen PT Kimia Farma masih terus melanjutkan program transformasi perusahaan yang dimulai sejak tahun 2011 dan ditargetkan rampung tahun 2015. Transformasi ini difokuskan pada 7 hal, yaitu Good Corporate Governance (GCG); visi dan misi; strategi korporasi; strategi bersaing; portofolio bisnis/produk; supply chain management; serta reorganisasi. redaksiinfomoneter@yahoo.co.id
Mobile: 085282326867/Helmy Yacob