Kisaran Harga IPO Waskita Rp.320 – Rp.405

by

(infomoneter.com)- PT Waskita Karya (Persero) menawarkan besaran harga IPO (initial public offering) di kisaran Rp.320 – Rp.405 untuk 32% saham yang dilempar ke pasar modal dalam penawaran umum saham perdananya.

Harga tersebut diyakini dapat diterima ivestor mengingat saat ini kondisi pasar lagi baik. “Saat ini timing (waktu) yang sangat tepat (untuk IPO). Karena indeks (IHSG)sudah capai rekor lagi, dan bertahan cukup baik,” kata Direktur Utama Waskita Karya, M Choliq di Jakarta, Kamis (22/11).

Dengan demikian, M Choliq sangat optimis prosesi IPO perseroan akan berjalan baik dan terserap pasar. Apalagi, kata dia, dalam menopang IHSG, harga saham beberapa emiten konstruksi menunjukan hasil cukup baik. Terutama adalah kinerja saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., “Dalam dua hari terakhir ini, saham WIKA (Wijaya Karya) naik 10%.”

Bahkan, dari kinerja yang dicapai tahun ini, perseroan telah menetapkan besaran deviden untuk pemegang saham hingga 30% dari perolehan labanya. “Untuk tahun ini nanti kita bicarakan pada RUPS di bulan Mey 2013 nanti dari capaian keuangan 2012,” kata M Choliq.

Dalam pengalokasian 32% saham IPO, nantinya perseroan bersama penjamin emisi akan berupaya menyeimbangkan komposisi alokasi saham IPO antara porsi investor lokal dan asing, serta investor ritel dan institusi.

M Choliq menyebutkan, pasca IPO, sisa saham pemerintah sebesar 68%. “Tetapi karena ada alokasi saham MESOP, porsi negara jadi 66% setelah itu,” kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dana hasil IPO sebesar 60% akan digunakan untuk modal kerja yang bersifat permanen, dan sisanya 40% akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan. Alokasi 60% dari hasil IPO untuk modal kerja karena saat Waskita masih mencatat laverage tertinggi, jika dikomparasi dengan kompetitor seperti ADHI dan WIKA. “Jadi kita upayakan untuk menurunkan laverage itu.”

Sementara dari alokasi 40% dana IPO untuk pengembangan usaha, M Choliq menguraikan dari angka itu, 15% dialokasikan untuk produksi beton perseroan, 15% untuk realty, dan 10% utk jalan tol. Hingga Oktober produksi beton perseroan mencapai Rp240 milian. “Bidang ini sangat prospektif. Maka tahun depan kita targetkan bisa capai produksi Rp500 miliar,” katanya.

Untuk bisnis realty, Perseroan berencanakan di area yang dimiliki perseroan, tepatnya di samping kantor pusat Waskita, Cawang. Adapun nilai pembangunanya mencapai Rp400 miliar – Rp450 miliar. “Biayanya ga bisa sendiri, nanti bisa dengan ekuitas dan cash inflow dari pemasaran. Realty nanti sinergi dengan BUMN, supaya ada nilai tambah,” kata M Choliq.

Sementara untuk tol yang senilai 10% (perkiraanya sekira Rp100 miliar), juga akan bersinergi dengan penguasa jalan tol, PT Jasa Marga Tbk. Menurut M Choliq, perseroan bisa menikuti kosorsium untuk proyek tol senilai Rp1,5 triliun dengan equitas yang ada.