Kimia Farma Bangun Pabrik Baru

by

(infomoneter.com)-Dalam rangka menghadapi pemberlakuan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan diberlakukan pada Tahun 2014 mendatang, PT Kimia Farma (Persero) Tbk, melakukan berbagai pembenahan dimana salah satunya adalah membangun pabrik di Jakarta demi meningkatkan kapasitas produksinya.

“Investasi (pembangunan pabrik)nya sekitar Rp400 miliar sampai Rp600 miliar. Dengan itu harapannya kami bisa menggandakan kapasitas produksi obat-obatan kami yang saat ini sebesar 2,3 juta tablet per tahun. Jadi (dengan adanya pabrik baru) nanti bisa dua kali lipat,” ujar Direktur Utama KAEF, Rusdi Rosman, usai membuka simposium penanggulangan virus HIV/AIDS, yang diselenggarakan oleh PT Kimia Farma di Jakarta, Kamis (20/12).

Dengan kapasitas yang bertambah secara signifikan tersebut, lanjut Rusdi, pihaknya berharap dapat lebih bisa menagkap potensi pasar saat BPJS diterapkan, di mana tingkat kebutuhan obat-obatan nasional diperkirakan bakal tumbuh empat hingga lima kali lipat dari posisi saat ini.

Dijelaskannya, rencana pembangunan pabrik tersebut, akan mulai dilakukan pada tahun depan dan akan rampung pada pertengahan tahun 2014 mendatang. Perhitungan tersebut dengan mengasumsikan waktu pembangunan pabrik yang sekitar 1,5 tahun hingga benar-benar siap beroperasi. “”BPJS kan berlaku 2014. Jadi cukuplah bagi kami untuk siap-siap, karena pembangunan pabrik kan memang memakan waktu sekitar 1,5 tahun,” tutur Rusdi.

Kata Rusdi, selain membangun pabrik baru, pihaknya juga terus berusaha mendongkrak penjualan obat bermerek untuk mengimbangi kinerja penjualan obat generik ke pemerintah. Langkah tersebut sudah cukup menunjukkan hasil, di mana porsi penjualan obat generik yang semula mencapai 60 persen dan kini menjadi sekitar 49 persen. “Ke depan kami akan coba pertahankan (penjualan obat generik) di bawah kisaran 50 persen. Ini strategi kami agar kinerja penjualan tidak terlalu bergantung semata-mata pada penjualan obat generik. Terlebih nanti kan saat BPJS berlaku, pasar obat generik akan benar-benar membesar, sehingga kami juga harus mendongkrak penjualan obat branded agar bisa seimbang,” jelas Rusdi. Helmy Yacob.