Kendati Banyak DPK Masuk BEI, Perbankan Tidak Alami Pengetatan Likuiditas

by

infomoneter.com – Likuiditas sektor perbankan tidak mengetat kendati banyak Dana Pihak Ketiga (DPK) masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Itu terlihat dari rasio pinjaman terhadap pendanaan (Loan to Deposit Ratio/LDR) yang hingga akhir Oktober 2017 masih 88%.

“Itu artinya, likuiditas perbankan Indonesia masih memadai. Terjaganya likuiditas perbankan hingga kini akibat kelebihan dana masuk perbankan sudah terjadi sejak awal tahun ini,” ujar Imansyah, Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Terintegrasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan), di Jakarta, Senin (27/11/2017).

Karena itu, demikian Imansyah, likuiditas perbankan untuk memenuhi ekspansi penyaluran kredit hingga kini masih terjaga kendati banyak terjadi perpidahan DPK dari bank ke pasar modal.

Imansyah menuturkan, kondisi seperti itu diyakini dapat mendorong pertumbuhan penyaluran kredit pada November-Desember 2017. Imansyah memprediksi kredit perbankan dapat tumbuh hingga 9% pada 2017 dibandingkan pertumbuhan pada 2016 sebesar 7,8%.

Imansyah memang mengakui adanya perpindahan dana DPK dari perbankan ke pasar modal pada Oktober 2017. Itu karena pendanaan yang masuk ke pasar modal pada akhir Oktober 2017 naik 20% menjadi Rp197 triliiun dibandingkan pada akhir September 2017 sebesar Rp163 triliun.

Tetapi, menurut Imansyah, pertumbuhan DPK yang masuk ke perbankan sepanjang  periode tersebut melambat. Pertumbuhan DPK perbankan pada Oktober 2017 tercatat hanya sebesar 10,9% atau lebih rendah dibandingkan pada September 2017 sebesar 11,69%.

“Memang perpindahan itu ada, tetapi tidak mengakibatkan pengetatan likuiditas bagi sektor lainnya. Perpindahan tersebut disebabkan oleh penurunan tingkat suku bunga bank sehingga imbal hasil di pasar modal menjadi lebih menarik,” imbuh Imansyah. (Abraham Sihombing)