Kejagung Atensi Khusus Korupsi Kejati NTT

by

img-20160919-wa0035(infomoneter)-Formadda NTT bersama Garda NTT dan Kommas Ngada melakukan aksi unjuk rasa ke Kejaksaan Agung RI di Jakarta, Senin 19 sep 2016. Ratusana massa ini membawa serta tuntutan untuk pemulihan martabat hukum khususnya yang paling carut marut di Kejati NTT.

Secara khusus, massa aksi mendesak agar Jaksa Agung segera mencopot dan memproses hukum Kepala Kejati NTT, JW Purba karena diduga kuat terlibat dalam tindak pidana korupsi dengan modus penggelapan dan penghilangan barang bukti sitaan milik negara dari PT Sagared.

“Kami minta Jaksa Agung segera mencopot dan memproses hukum JW. Purba karena diduga kuat ikut berperan aktif dalam penjualan dan penghilangan aset negera yang disita dari PT. Sagared”, seru Yons Ebit , salah satu peserta aksi.

Selain itu, massa aksi juga menyerukan agar Kejati NTT segera menghentikan kriminalisasi terhadap Paulus Watang karena diduga kuat Paulus Watang adalah korban pemerasan dari mafia korupsi yang melibatkan para petinggi Kejati NTT.

“Kuat dugaan Paulus Watang telah dijebak oleh oknum Kejati NTT dan dijadikan kambing hitam untuk melindungi para petingginya”, jelas Roy Watu, kordinator aksi.

Sebab, lanjut Roy Watu, berdasarkan data yang kami peroleh, sebelum membeli aset tersebut dan sejak awal tahun 2015, Paulus Watang berkali-kali didatangi oleh oknum Jaksa dan menggelar beberapa pertemuan, termasuk dengan Jhon W. Purba selaku Kepala Kejati NTT pada 05 Mei 2015. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk meyakinkan Paulus Watang bahwa aset yang akan dijual oleh pihak Kejati NTT tidak bermasalah dan merekalah jaminannya.

Atas maraknya berbagai kasus korupsi di NTT yang melibatkan para penegak hukum, khususnya kejaksaan, peserta aksi meminta Jaksa Agung untuk memberi perhatian serius, mengevaluasi sekaligus memberi pengawasan khusus terhadap institusi Kejaksaan di seluruh NTT karena diduga menjadi sarang mafia jual beli kasus dan pemerasan yang berdampak pada meningkatnya angka kemiskinan masyarakat NTT.

Team massa aksi diterima oleh Kasubdit Pelayanan dan Pengaduan Masyarakat Kejagung, Firmansyah SH. Menanggapi tuntutan di atas, Firmansyah mengatakan bahwa Kejagung memberi atensi khusus tuntutan dengan fokus pada pencopotan Kajati NTT yang diduga teribat langsung dalam kasus penggelapan dan penghilangan barang bukti, termasuk jual beli pasal dan jual beli kasus.

Firmansyah berjanji akan segera menindaklanjuti laporan dan tuntutan Formadda NTT, Garda dan Kommas sekaligus berharap agar tetap mengawal kejaksaan Agung dalam kasus ini.

Terhadap janji Kejagung, Kordinator aksi, Roy Watu memberi waktu 2 minggu agar memberi jawaban secara jelas terhadap tuntutan massa aksi.