ISAMARY, Teknologi Terbaru Penghemat Bahan Bakar

by

Copy of BROSUR 2014(infomoneter.com)-Kebutuhan energi terutama bahan bakar fosil terus meningkat, sejalan dengan pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Peningkatan kebutuhan bahan energi telah menyebabkan penurunan cadangan minyak dunia sehingga bahan bakar fosil ini menjadi semakin langka dan harganya pun meningkat secara signifikan.

Tapi tak usah panik. Di Indonesia kini telah memiliki teknologi penghemat bahan bakar (solar,bensin,PG) yang disebut ISAMARY. Teknologi ISAMARY memiliki sistem kerja yang cerdas, karena menyelaraskan keseimbangan pada atom-atom bahan bakar sehingga pembakaran bahan bakar menjadi lebih sempurna.

Adalah Pundarika Atma Semesta menjadi pemegang merek ini di Indonesia. General Manager Pundarika Atma Semesta, Darsono, dalam perbincangan dengan infomoneter menjelaskan, unsur dominan dalam BBM adalah C ( karbon ) dan H ( hidrogen ), dimana pada saat pembakaran akan bereaksi dengan O2 ( oksigen ) dalam reaksi yang sempurna.

Unsur C dan H dalam BBM cenderung membuat ikatan yang kuat dan bergerombol Sehingga menyulitkan O2 untuk masuk dalam ikatan senyawanya . Maka ISAMARY dapat membantu proses reaksi dengan O2, dengan cara memecah ikatan C dan H dalam BBM sehingga memberikan kekuatan C dan H untuk mengikat O2. “Dengan demikian jumlah campuran O2 akan ideal sehingga proses pembakaran berlangsung Lebih efisien dan bersih ( proses pembakaran lebih sempurna ),”ujarnya.

Yang terunggul dari produk Isamary ini, lanjut Darsono adalah, ada dua yaitu Isamary 160 dan Isamary 80. Dimana untuk pilihan pemasangan akan disesuaikan dengan engine atau mesin yang akan diaplikasikan.

Dalam pemasangan teknologi ini tidak usah ragu, karena Pundarika sudah berpengalaman memasang isamary ini diberbagai type alat / mesin mulai dari kapal , genset , boiler , burner , truck dan kendaraan yang lain.

Secara terperinci Darsono menjelaskan keunggulan dari alat isamary ini, yaitu penghematan meningkat up to 20 %, emisi gas buang berkurang, ramah lingkungan, membersihkan ruang bakar, getar mesin berkurang, kinerja beroktan tinggi walaupun bahan bakar yang dipakai beroktan rendah, peningkatan kinerja lebih cepat dan low maintenance.

Sementara dari sisi penghematan dapat berupa, penambahan atau peningkatan daya, peningkatan Kecepatan, lebih cepat Sampai dan penghematan bahan bakar. Jadi pemasangan Isamary kata Darsono, hanya dilewatkan di selang bahan bakar saja tanpa melakukan penyetelan di engine dan tidak mengganggu kerja engine.

Jadi keunggulan produk ini, papar Darsono, yang ditawarkan adalah kerjasama tanpa investasi. Yang dimaksud Darsono, “Tanpa Investasi “ disini adalah pihaknya memberikan opsi trial selama 1 bulan dan pihaknya memberikan kesempatan dari pihak customer untuk melakukan evaluasi apabila selama masa evaluasi ternyata dapat menguntungkan customer maka akan dilanjutkan dengan kontrak kerja sama. “Kerjasama yang kami tawarkan adalah pola bagi hasil dari selisih total volume pemakaian bahan bakar per bulan yang dapat menghemat setelah pemasangan alat Isamary dari Pundarika.

Besaran bagi hasil menurut Darsono adalah pemilik mesin: 50% dari selisih penghematan bahan bakar dan Isamar: 40% dari selisih penghematan bahan bakar.

Copy of BROSUR ISAMAR PUNDARIKA 2014 BACKDarsono memberikan contoh perhitungan. Apabila pemakaian sebelum dipasang Isamar sebesar 1000 liter per bulan maka apabila setelah pemakaian Isamar volume pemakaian bahan bakar misalkan berkurang menjadi 700 liter perbulan. Maka bagi hasil menjadi yang menjadi bagian dari Isamar adalah 40% X300 liter per bulan=120 liter per bulan.

Pundarika sebagai pemegang merek ini memang kaya akan inovasi. Dalam hal inovasi, pihaknya, kata Darsono, terus berupaya untuk senantiasa mengembangkan produk dan terus melakukan perbaikan – perbaikan sehingga bisa didapatkan produk yang sempurna dan tentunya kepuasan pelanggan dapat kami jaga.

Sejauh ini Isamary mendapat respon positif dari pelanggan. Kebayakan customer merasa sangat senang sekali dengan kinerja dari alat Isamary ini. “ Kita sama – sama tau cost untuk BMM ini sangatlah mahal dan sangat mempengaruhi dari production cost mereka dengan adanya terobosan penghemat bahan bakar ini tentunya production cost mereka dapat ditekan seefisien mungkin,”ujarnya.

Darsono mengingatkan, tantangan ke depan yang di hadapi industry adalah BBM semakin langka dan harganya terus melambung tentunya menjadi masalah tersendiri dari setiap aspek industry. Sehingga diperlukan terobosan solusi untuk mengatasi hal tersebut. Maka dalam hal ini pundarika memberika solusi terhadap permasalahan tersebut yaitu dengan alat penghemat “ ISAMARY”

Menurut Darsono, yang tidak bisa dihindari dalam industry baik tambang maupun migas adalah penggunaan mesin – mesin industry yang sangat besar dan tentunya membutuhkan bahan bakar yang tidak sedikit untuk mensuplay atau menggerakan mesin – mesin tersebut. Dan tentunya untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat, perusahaan perlu melakukan inovasi dengan target efisiensi yang sebesar-besarnya dengan tidak mengurangi produktivitas kerja. Solusi yang kami tawarkan terhadap permasalahan tersebut adalah dengan menekan konsumsi Bahan Bakar sampai dengan 20 % sehingga cost penghematan yang diperoleh dengan alat Isamary ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan.

Email: redaksiinfomoneter@yahoo.co.id