Herbal Sambiloto dan Temu Putih Papua Terbukti Sembuhkan Penyakit Kronis

by

Herbal sambiloto Papua

(infomoneter.com)-Tanaman sambiloto yang dikenal sebagai raja pahit (king of bitter) dan temu putih merupakan dua tanaman obat yang dikenal  secara turun temurun dan  dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan.

Dan, Tanah Papua adalah surga berbagai jenis tanaman. Tanaman Herbal Sambiloto dan Temu Putih Papua yang diteliti oleh para ahli dari Korea dan Jepang mengatakan, khasiatnya ragam tanaman obat obat, tidak terlepas dari  faktor kandungan tanah di wilayah Papua sangat tinggi khasiatnya.

Pengalaman masyarakat yang terbukti sembuh dari ragam penyakit kronis, membuat Yayasan Tidore Papua (YATIPA) menggeluti pengolahan tanaman obat tradisi ini menjadi sebuah industri rumah tangga. Berkat sentuhan tangan YATIPA, kini sambiloto dan dan temu putih telah diolah dengan   100 persen  asli  tanpa pengawet dan bahan kimia. Tanaman yang sudah diolah jadi  kapsul ini telah dipasarkan hampir ke seluruh Indonesia, dari  Papua hingga Aceh.

Sambiloto Papua bermanfaat untuk mengatasi penyempitan pembuluh darah akibat tingginya kolesterol, mencegah dan  menghancurkan penggumpalan darah (anti trombosit),  menghancurkan penggumpalan darah (thrombolysis), menurunkan panas, menurunkan kadar gula (diabetes), menghambat/mencegah kanker payudara, hati dan prostat, mengatasi memulihkan stamina setelah berolahraga/kerja berat, melancarkan buang air besar/kecil, mengusir nyeri haid, melindungi hati dari zat kimia, membersihkan darah. Tidak kurang dari 33 macam penyakit dapat diatasi dengan Sambiloto. Termasuk mengatasi malaria. Untuk penyembuhan dianjukan konsumsi sambiloto Papua  3×1 atau 2×2 kapsul/hari. Sedangkan untuk pencegahan  2×1 atau 1×1 kapsul/hari.

Herbal Temu Putih Papua

Sementara untuk Temu Putih Papua, bermanfaat untuk mengatasi kanker leher rahim, payudara, paru-paru, leukemia, otak dan lemah syahwat, peradangan dalam, maag, ambeyen, radang tenggorokan/telinga, radang hati, bronchitis, Amandel, nyeri haid, keputihan, jerawat, bisul, diabetes, strok, asma, miom dan kista. Konsumsi terapi 3×1 atau 2×2 kapsul/hari. Sedangkan untuk preventif 2×1 atau 1×1 kapsul/hari.

Ahmad, Pengelola YATIPA, mengatakan, tanaman Sambiloto dan temu putih Papua  benar-benar memiliki banyak khasiat. Sudah tak terhitung orang yang sembuh setelah mengonsumsi obat olahan YATIPA.

Tengok saja pengalaman Ny. Hafsa, warga Papua,  yang selama lima tahun  mengalami rasa berat pada kaki sehingga susah untuk melaksanakan  shalat lima waktu.  Pada bagian payudara Ny. Hafsa juga terdapat benjolan yang sangat mengganggu. Ibu rumah tangga ini mengaku  sudah minum berbagai macam jenis obat yang direkomendasikan para dokter, tetapi tidak ada perubahan. Beruntung, setelah konsumsi Herbal Sambiloto dan Temu Putih Papua, badan terasa ringan dan berat badan  turun 10 kg.  Yang menggembirakan, benjolan yang ada di bagian payudara sudah tidak ada lagi.

“Saya sangat kagum dengan Herbal Sambiloto dan Temu Putih Papua yang diolah oleh Yayasan Tidore Papua. Saya sudah melihat isi dan kandungannya dan khasiatnya terbukti,”ujarnya bangga.

Ibu Papua lainnya juga senada dengan Ny. Hafsa. Seperti  yang diutarakan  Ibu Sumiati, yang merasa terganggu karena selama enam tahun memiliki benjolan sebesar bola pimpong pada bagian punggung. Kalau diraba keras seperti batu. Sumiati mengaku,  setelah konsumsi Herbal Temu Putih Papua dalam waktu empat hari berturut-turut, benjolannya pun mulai lembek. Di hari ke-6 benjolan tersebut pecah dan mengeluarkan nanah.

Begitu juga dengan Stefanus, yang mengalami stroke selama dua tahun. Stefanus sudah minum berbagai macam obatm, tapi masih terasa kaku. Namun setelah konsumsi Herbal Sambiloto Papua, Puji Tuhan, kata Stefanus,  kaki dan tangan yang kaku sudah tidak terasa lagi.

Begitu juga dengan Napi, wiraswasta di Papua,  yang mengalami kolesterol, asam urat yang sangat tinggi, selama 3 tahun. Ia mengaku sudah minum obat dari dokter tapi tidak ada perubahan. Setelah konsumsi Herbal Sambiloto Papua, maka kini  kolesterol dan asam urat sudah normal dan sudah terasa nyaman dan tidak ada keluhan lagi. “Kini sudah bebas karena sudah ada Herbal Sambiloto Papua,”ujarnya senyum.

Sementara Vicky, yang selama 3 tahun mengalami malaria/demam, tidur malam selalu menggigil, dan sering keluar masuk opname di rumah sakit. Kerap minum obat dari dokter tapi tidak ada perubahan. Namun  setelah mengkonsumsi Herbal Sambiloto Papua, sekarang Vicky tidak mengalami malaria/demam lagi.

Rusdi yang  mengalami benjolan sebesar bola tenis pada bagian belakang leher selama kurang lebih 8 tahun. Dirinya  sudah minum obat dari dokter tetapi tidak ada perubahan, setelah  minum Herbal Temu Putih dan Sambiloto Papua maka benjolannya pecah dan mengeluarkan nanah yang sangat bau. Kini  benjolan tersebut sudah tidak ada lagi dan sembuh total.

Lia, gadis remaja, mengalami benjolan pada bagian daun telinga sejak masih SMP. Menurutnya, setelah ke dokter dan menyedot cairannya, bukannya sembuh malah benjolannya tambah besar. Tapi beruntung, setelah konsumsi herbal Temu Putih Papua maka benjolannya sudah hilang dan sekarang Lia  tiap hari selalu konsumsi Herbal Temu Putih Papua.

Ahmad, pengelola Herbal Temu Putih dan Sambiloto Papua mengatakan, berbagai khasiat tanaman obat inilah yang sering dirinya sampaikan  di berbagai kesempatan. Namun meski ragam obat tradisi ini warisan nenek moyang, dia melihat belum banyak masyarakat yang menyadarinya.

“Saya bertekad untuk  menyebarluaskan pengetahuan dan manfaat Herbal  sambiloto dan Temu Putih Papua sebagai kekayaan alam Indonesia kepada seluruh masyarakat. Kita mengajak masyarakat untuk peduli dengan ramuan tradisi yang bersumber dari alam kita sendiri,”ujarnya. Apabila anda ingin konsumsi Herbal Sambiloto dan Temu Putih Papua demi masa depan yang sehat silahkan hubungi Nomor Kontak Yayasan Tidore Papua Nomor HP. 081344836849.