Hasil Pertemuan OPEC Diragukan, Harga Minyak Mentah Terhempas di Pasar Global

by

New York, infomoneter.com – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari 2018 turun 12 sen, atau 0,2% menjadi US$57,99 per barel di New York Mercantile Exchange (NYMEX) pada perdagangan Selasa (28/11/2017) petang atau Rabu (29/11/2017) pagi WIB.

Disamping itu, harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari 2018 tuhas rut menyusut 23 sen (0,4%) ke posisi US$63,61 per barel di London ICE Futures Exchange.

Menurut laporan Reuters dan Xinhua di New York, AS, penurunan harga kedua patokan minyak mentah tersebut di pasar minyak mentah global karena dibebani oleh munculnya ketidakpastian mengenai hasil pertemuan OPEC pekan ini yang akan membahas perpanjangan pemotongan produksi minyak.

Disamping itu, harga minyak mentah di pasar global juga tertekan oleh kebakaran yang terjadi di kilang Exxon Mobil di Beaumont, Texas, berkapasitas produksi 362.300 barel per hari (bph). Tetapi petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api. Meski demikian, unit minyak mentah kecil tersebut harus di tutup.

Seperti diketahui, Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC) akan menggelar perundingan di Wina, Austria, pada Kamis (30/11/2017) dengan negara-negara non-OPEC yang dipimpin Rusia.

Akan tetapi, para pelaku pasar memperkirakan perundingan tersebut bakal berjalan alot. Pasalnya, OPEC yang dipimpin Arab Saudi menginginkan agar kesepakatan pengurangan produksi minyak mentah diperpanjang hingga sembilan bulan kedepan.

Sementara itu, negara-negara non-OPEC meragukan hal itu karena mereka khawatir pasar minyak mentah global dapat berakibat overheat. Kedua pihak tersebut sebelumnya sepakat untuk memangkas produksi minyak mentah hingga akhir Maret 2018 untuk memperketat pasokan pasar guna mendorong kenaikan harga minyak mentahh dunia.

Salah satu negara non-OPEC yang meragukan kesepakatan tersebut adalah Rusia. Pasalnya, produksi minyak mentah dari proyek Far Eastern Sakhalin-1 Rusia diperkirakan bakal naik hingga 25% pada Januari 2018. Itu mengindikasikan bahwa Moskow akan kesulitan untuk mematuhi pemangkasan produksi bersama OPEC sepanjang tahun depan.

“Hasil pertemuan kali ini jauh lebih tidak pasti dibanding biasanya. Pasalnya, harga minyak pekan ini terus melorot. Itu menunjukkan adanya kemungkinan untuk perpanjangan kesepakatan untuk 9 bulan kedepan,” ujar seorang analis Goldman Sachs.

Pelaku pasar yakin OPEC akan memperpanjang pemangkasan 1,8 juta bph minyak mentah dari jadwal sebelumnya hingga Maret 2018 menjadi hingga akhir 2018. Itu untuk memperketat pasokan global guna mendorong kenaikan harga. Tetapi kini, hal itu menjadi tidak pasti.

Sementara itu, Wood Mackenzie, sebuah lembaga konsultan energi, memprediksi jika kesepakatan pemangkasan produksi tersebut berakhir pada Maret 2018, maka pasokan minyak dunia diperkirakan naik 2,4 juta bph pada 2018 dibandingkan pada 2017.

Harga minyak mentah di pasar minyak Amerika naik ke posisi US$59,05 per barel pada Jumat pekan lalu. Itu adalah harga tertinggi sejak 2015 akibat penutupan jaringan pipa distribusi minyak Keystone, yang merupakan salah satu rute ekspor minyak mentah utama Kanada ke Amerika Serikat.

Kendati demikian, TransCanada Corp, Selasa, mengungkapkan bahwa pihaknya telah kembali mengoperasikan jaringan pipa berkapasitas 590.000 bph itu dengan tekanan rendah.

“Akan tetapi, kami tidak memiliki batas waktu mengenai kapan regulator Amerika akan mengizinkannya kembali untuk berkapasitas penuh,” imbuh juru bicara TransCanada. (Abraham Sihombing)