Hari ini, IHSG Diprediksi Bakal Sentuh Titik Resistensi 5.700

by

(infomoneter.com)-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak naik menuju titik resistensi 5.700 pada perdagangan Selasa (25/04/2017) setelah ditutup pada posisi 5.664 pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.

“Aksi jual sebagian pelaku pasar yang sempat menekan IHSG ke bawah level 5.600 tampaknya mulai mereda karena ada sebagian pelaku pasar lainnya yang memborong saham-saham berkapitalisasi besar dan saham-saham lapis kedua,” papar Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia.

Yuganur mengemukakan, kondisi tersebut membuat IHSG berpeluang untuk terus bergerak naik untuk menembus posisi 5.700. “Karena itu, pelaku pasar disarankan untuk kembali melakukan akumulasi yang agresif untuk mengikuti tren kenaikan jangka pendek yang kembali muncul,” imbuh Yuganur.

Karena itu, demikian Yuganur, para pelaku pasar dapat memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengakumulasi saham-saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Harum Energy Tbk (HRUM) dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

BNGA, PGAS dan BSDE secara teknikal saat ini sedang mengalami perbaikan harga dalam jangka pendek dan menengah. Proyeksi kinerja perseroan pada 2017 ini membuat BNGA menjadi menarik untuk diakumulasi. Saham perbankan ini diproyeksikan akan menembus rentang harga Rp1.290-1.390 per unit.

PGAS merupakan salah satu saham yang tergolong berkapitalisasi besar. Harga PGAS diprediksi akan menembus kisaran Rp2.575-2.875 per unit. Titik resistensi harga PGAS berikutnya terletak pada rentang Rp4.200-4.400 per unit. BSDE juga menarik untuk diakumulasi saat ini. Pasalnya, saham sektor properti tersebut berpontesi mencapai kisaran Rp1.915-2.025 per unit.

Sementara itu, kondisi harga komodits dunia yang sudah berada di level terendah dalam 10 tahun terakhir ini dan valuasi sektor pertambangan yang sudah cukup murah saat ini membuat HRUM menjadi menarik untuk diakumulasi. Harga HRUM diprediksi akan menembus Rp2.800-3.050 per unit. (Abraham Sihombing)