Harga CPO Malaysia Terus Terbebani Kenaikan Produksi dan Penguatan Kurs Ringgit

by

infomoneter.com – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada perdagangan hari ini berpeluang kembali turun setelah kemarin ditutup turun ke posisi 2.544 ringgit per ton, yang merupakan harga terendah sejak 24 Juli 2017 lalu.

“Potensi penurunan harga CPO Malaysia pada perdagangan hari ini disebabkan oleh kecemasan pelaku pasar terhadap penguatan kurs ringgit dan ekspektasi kenaikan cadangan CPO pada November 2017,” ujar Faisyal, analis bursa komoditi dari PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Rabu (06/12/2017).

Hingga 11:27 WIB, kurs ringgit Malaysia menguat 0,1% ke posisi 4,0650 per dolar Amerika Serikat (AS). Level tersebut merupakan yang tertinggi dalam 14 bulan terakhir ini. Jika kurs ringgit menguat, itu akan membuat harga CPO menjadi lebih mahal untuk para pemilik mata uang lainnya.

Dari sisi produksi, investor saat ini mengkhawatirkan adanya kenaikan cadangan karena turunnya ekspor. Dalam survei yang dilakukan oleh CIMB Futures terhadap 22 area perkebunan, produksi CPO Malaysia kemungkinan akan naik 1% menjadi 2.03 juta ton pada November 2017.

Sementara itu dari sisi ekspornya, data statistik yang dirilis oleh Societe Generale de Surveilance dan Intertek Testing Services menunjukkan bahwa ekspor CPO kemungkinan turun 6.4% pada November 2017.

Harga CPO Malaysia berpotensi berada di kisaran 2.440-2.470 ringgit per ton dalam jangka pendek. Jika harganya melorot hingga 2.440 ringgit per ton, maka harga CPO tersebut berpotensi besar mencapai 2.420 ringgit per ton.

“Akan tetapi, jika mampu melesat naik hingga mencapai 2.470 ringgit per ton, maka harga CPO Malaysia tersebut akan terus menguat hingga 2.500 ringgit per ton,” tukas Faisyal. (Abraham Sihombing)