Geliat UBM Asia di Pameran Industri Makanan

by
(infomoneter) – Pertumbuhan kumulatif industri  makanan, minuman dan tembakau pada tahun 2012 sampai dengan triwulan II seb esar 7,03% mengalami pertumbuhan bila dibandingkan dengan  laju pertumbuhan  kumulatif triwulan II pada tahun 2011 sebesar 6,93%. Apabila dilihat dari  penerimaan devisa sektor industry non migas, industry makanan minuman mampu memberikan konttribusi yang signifikan. Pada periode 2011  nilai ekspor makanan dan minuman  sebesar US$ 13, 73 miliar meningkat apabila dibandingkan periode 2010 yang mencapai US$ 9,26 miliar.
Namun disadari, impor makanan dan minuman masih cukup besar yaitu mencapai  USD 1,94 miliar pada tahun 2011. Di samping itu ketergantungan terhadap bahan baku impor  cukup besar diantaranya gandum mencapai 5,6 juta ton, gula mencapai 2,7 juta ton dan biji kedelai lebih dari 2 juta ton. Belum lagi kita mengimpor  lebih dari 70% bahan baku  untuk industri pengelohan susu.
Direktur Jenderal Agro Industri Kementerian Perindustrian, Ir. Benny Wahyudi mengatakan, pengembangan industri makanan dan minuman kedepan masih mempunyai prospek yang baik khususnya untuk memenuhi pasar dalam negeri dengan populasi jumlah penduduk Indonesia lebih dari 230 juta orang  dengan pendapatan perkapita yang terus meningkat dari saat ini mencapai USD 3.500.
Dengan pangsa pasar produk makanan dan minuman yang cukup besar tersebut akan mendorong tumbuhnya permintaan bahan tambahan pangan. Saat ini saja lebih dari 30 persen kebutuhan BTP masih impor. ”Untuk itu kami mengundang investor untuk menanamkan investasinya di bidang industri BTP di Indonesia,” ujarnya.
Food ingredients Asia
Dalam rangka itu, Food ingredients Asia (Fi Asia) yang  sukses di Indonesia dan Thailand dalam 2 tahun terakhir, pada 3 – 5 Oktober 2012  telah mengadakan pameran  dagang yang menunjukan perkembangan terkini dalam industri bahan baku makanan. Pameran dagang tersebut menjadi sarana bagi pemain utama industri bahan baku makanan seiring dengan berkembangnya kawasan Asia Tenggara menjadi salah satu pasar dengan pertumbuhan terbaik bagi industri bahan baku makanan berkualitas tinggi. Pameran itu telah berlangsung  di Jakarta International Expo Hall A, Kemayoran – Jakarta, dan menghadirkan 553 pemain industri lokal dan dunia dari 39 negara.
          Portfolio Director (Food) UBM Live Matthias Baur, mengatakan, dalam industri makanan, Fi Asia dikenal sebagai referensi dan platform jaringan bisnis terpercaya di antara para pelaku industri dunia. Apalagi diselenggarakan di pusat perkembangan pasar terbaik Asia Pasifik.  Fi telah mengembangkan portofolionya ke Indonesia dengan nama Fi Asia dan diselenggarakan setiap tahun secara bergantian antara Indonesia dan Thailand.  Fi Asia 2012 kata dia memberikan akses langsung untuk memasuki pasar ASEAN yaitu sebuah pasar besar dengan angka pertumbuhan yang luar biasa dan perilaku konsumen yang terus berkembang.
Menurutnya,  Fi Asia 2012 memberikan peluang bagi para pengunjung untuk mengakses pasar potensial seiring dengan tren pertumbuhan industri yang luar biasa. Di Fi Asia itu, supplier dari seluruh dunia bertemu dan menemukan berbagai  tren dan inovasi terbaru dari industri bahan baku makanan. Pameran itu merupakan sumber terbaik untuk mendapatkan bahan baku makanan dari seluruh dunia yang akan memberikan nilai tambah bagi sektor makanan olahan. Pameran itu juga menawarkan berbagai aneka bahan baku makanan dan perbandingan harga, sehingga produk olahan yang dihasilkan dapat lebih beragam dan kompetitif.
Ketua Komite Program dan Kerjasama Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Yusuf Hady, mengatakan, di industri makanan, Fi Asia dikenal lebih dari sekadar pameran niaga, karena memberikan nilai tambah bagi para eksibitor dan pengunjungnya, melalui berbagai kegiatan yang sangat bermanfaat bagi industri. Lebih dari itu, pameran itu dapat memacu para pebisnis untuk menghasilkan produk yang lebih baik dan berdaya saing, agar bisa setara bahkan melampaui produk-produk lainnya di pasar global. “Indonesia kelak diharapkan tidak hanya menyerap komoditi asing, namun juga mampu memproduksi sendiri makanan olahan secara inovatif dan efisien sebagai persiapan menghadapi era pasar bebas,” ujarnya.
Dalam Fi Asia 2012,  para eksibitor akan memamerkan inovasi dan kemajuan industri makanan termasuk bahan baku kesehatan, bahan baku alami, bahan baku baku makanan, pengolahan baku makanan, keamanan serta jasa pendukung lainnya. Eksibitor-eksibitor utama akan menampilkan beragam produk dan jasa industri bahan baku makanan, seperti produk bakery, minuman, makanan dan susu formula bayi, produk berbahan dasar susu, makanan olahan dan siap saji, penambah rasa, makanan vegetarian, suplemen makanan dan es krim.
          President of the Food Science and Technology Association of Thailand (FoSTAT) Darunee Edwards, mengatakan, seiring bertumbuhnya populasi global, khususnya di kelas menengah, pasar bahan baku makanan juga terus bertumbuh untuk mengimbangi kebutuhan makanan yang juga terus meningkat. Permintaan terhadap bahan baku makanan juga tumbuh pesat untuk memenuhi permintaan industri retail makanan dan minuman. Terlebih lagi, kini masyarakat sangat memperhatikan aspek kesehatan, yang direspon positif oleh industri bahan baku makanan dengan menawarkan solusi melalui inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi makanan.
Direktur Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center, Institut Pertanian Bogor Purwiyatno Hariyadi, PhD, mengatakan, posisi Asia Pasifik yang semakin penting dalam perekonomian global membuka peluang yang belum pernah ada sebelumnya bagi para industri barang dan jasa. Perubahan besar ini secara signifikan berpengaruh pada pola konsumsi makanan. Saat ini, aneka bentuk dan varian makanan diolah secara komersial menyesuaikan dengan beragam kebutuhan masyarakat moderrn yang semakin canggih. Permintaan terhadap makanan yang kualitasnya lebih baik, lebih aman, lebih bernutrisi, dan lebih lezat semakin meningkat.”
Beroperasi di 18 sektor pasar
Fi Asia adalah salah satu platform jejaring usaha ASEAN yang diselenggarakan oleh UBM Asia, penyelenggara pameran-pameran berkelas internasional yang menghadirkan eksibitor, pengunjung, delegasi konferensi, pengiklan, dan pelanggan berkualitas dari seluruh dunia, melalui event-event bermutu yang mempertemukan para pebisnis, penyebaran informasi terkini dan terpercaya mengenai pasar dan tren industri, jejaring dan data perdagangan online 24 jam.
Food ingredient (Fi) untuk kawasan ASEAN pertama kali diselenggarakan di Singapura pada tahun 1997, dan di Thailand pada tahun 2002. Indonesia kemudian menjadi tuan rumah Fi Asia sejak tahun 2010 didukung oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Perhimpunan Ahli Teknologi Baku makanan Indonesia (PATPI), dan Southeast Asian Food & Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center LPPM – Institut Pertanian Bogor.
Dimiliki oleh UBM plc yang terdaftar di London Stock Exchange, UBM Asia beroperasi di 18 sektor pasar dengan kantor pusat di Hong Kong dan anak perusahaan di seluruh Asia, termasuk UBM China di Shanghai, Hangzhou, Guangzhou dan Beijing. UBM memilki lebih dari 200 produk media yang terbagi dalam tiga kategori: pameran perdagangan, percetakan dan online. Sebagai penyelenggara pameran terkemuka di Asia dan penyelenggara komersial terbesar di dua pasar terbesar Asia: Cina dan India, UBM mengadakan event-event besar dari setiap jenis industri di seluruh Asia.
Sebanyak 150 event, 24 publikasi dan 18 portal vertikal melayani 1.000.000 lebih peserta pameran berkualitas, pengunjung, delegasi konferensi, pengiklan dan pelanggan dari seluruh dunia dengan event-event bisnis tatap muka yang sesuai dan bernilai tinggi, kualitas dan publikasi instant di pasar dan tren industri serta jaringan online trading dan platform sourcing. UBM memilki 1.000 staff di 21 kota besar di seluruh Asia, menyebar dari Jepang hingga ke Turki.