FTUI Cetak Doktor Pertama di Bidang Manajemen Telekomunikasi

by

(infomoneter.com)-Pada Rabu (16/01/2013), Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyelenggarakan Sidang Terbuka Doktor Pertama di bidang Manajemen Telekomunikasi, bertempat di Gedung Dekanat FTUI Kampus UI Depok, pukul 09.00 – 12.30 WIB.

Kandidat doktor tersebut bernama Denny Setiawan yang juga berprofesi sebagai Pejabat Eselon 3 Kementrian Komunikasi dan Informatika RI. Denny mempertahankan disertasinya dihadapan sidang akademik terbuka dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia: Prof. Dr. Ir. Harry Sudibyo M.Sc, dengan promotor studi doktoral: Prof Dadang Gunawan, ko-promotor: Prof Djamhari Sirat, dan dewan penguji yang terdiri dari : Prof. Bagio Budiardjo, Dr. Iwan Krisnadi, Dr. Gunawan Wibisono, Prof. Suhono Supangkat, dan Dr. M. Suryanegara. Sidang tersebut juga akan dihadiri oleh Dr. M Budi Setiawan (Dirjen SDPPI Kementrian Kominfo RI) dan Dr. Titon Dutono selaku Direktur Penataan Sumber Daya Kementrian Kominfo RI.

Denny Setiawan merupakan Doktor Pertama di bidang Manajemen Telekomunikasi yang dihasilkan oleh Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Riset yang telah dilaksanakan selama 5 tahun dipaparkan dalam sebuah disertasi yang berjudul “Pemodelan Akselerasi Implementasi Digital Dividend di Indonesia”. Dalam penelitian tersebut, Denny mengembangkan sebuah model teknoekonomi untuk mempercepat migrasi TV analog ke TV digital, sehingga band frekuensi 700 MHz dapat dimanfaatkan untuk implementasi teknologi 4G – LTE di Indonesia.

Dalam risetnya, Denny menganalisis bahwa pemanfaatan spektrum Digital Dividend untuk LTE akan memberikan pembangunan broadband yang paling efisien, khususnya untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit dijangkau. Implementasi LTE di pita frekuensi Digital Dividend menyediakan solusi paling ideal untuk mempercepat ketersediaan akses Broadband yang terjangkau secara universal kepada seluruh masyarakat dalam rangka memenuhi target cakupan dan kapasitas Perencanaan Broadband Nasional. Akan tetapi penggunaan frekuensi Digital Dividend untuk Mobile Broadband hanya dapat diimplementasikan setelah proses migrasi digital switchover selesai dilakukan.

Permasalahan utama di Indonesia adalah lambatnya proses migrasi TV analog ke TV Digital serta keengganan industri TV untuk melakukan migrasi tersebut. Oleh karena itu, model tekno ekonomi yang dikembangkan oleh Denny memberikan sebuah solusi dengan memanfaatkan potensi pendapatan negara dari Biaya Hak Penggunaan (BHP) Frekuensi untuk membantu biaya-biaya yang dibutuhkan penyelenggara TV dalam masa transisi dari analog ke digital, meliputi insentif set-top-box, biaya operasional dan modal infrastruktur Multiplex TV Digital Terrestrial di Indonesia. Pada akhirnya, percepatan tersebut akan memperbesar potensi kesuksesan implementasi teknologi 4G-LTE di Indonesia.

Program Pasca Sarjana Manajemen Telekomunikasi adalah program S2 dan S3 yang diselenggarakan oleh Departemen Teknik Elektro Universitas Indonesia sejak tahun 1997. Kurikulum dan riset yang dilaksanakan merupakan kombinasi aspek teknik telekomunikasi dan manajemen teknologi, termasuk aspek regulasi dan sosial ekonomi.

Dengan menekankan pada aspek kepemimpinan berwawasan teknologi, program ini bertujuan mendidik mahasiswanya agar memiliki sifat manajerial yang bijak, cerdas dan obyektif baik bagi yang bekerja pada sektor industri maupun kebijakan publik sektor telekomunikasi nasional.

Digital Dividend : spektrum yang tersedia sebagai hasil dari peninggalan frekuensi yang diduduki oleh sinyal TV analog, setelah terjadinya migrasi penyiaran TV analog ke TV digital secara penuh, pada pita frekuensi UHF (Ultra High Frequency (470 – 806 MHz). Salah satu penggunaan spektrum Digital Dividend yang paling potensial adalah 4G LTE.(redaksiinfomoneter@yahoo.co.id/085282326867)