Fee Based Income Bank BJB Tumbuh 54,3 Persen di Triwulan I 2018

by

Infomoneter.com – Bank bjb mencatat pertumbuhan fee based income sebesar 54,3 persen di triwulan I 2018. Kontribusi positif ini berhasil membawa Laba sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) di triwulan I 2018 sebesar Rp658 miliar, naik 11,6 persen yoy. Adapun laba bersih yang dicatat perseroan per akhir Maret 2018 mencapai Rp454 miliar.

Sementara itu, rasio-rasio keuangan emiten dengan kode saham BJBR ini terjaga dengan baik dimana Net Interest Margin (NIM) berada pada level 6 persen. Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) berada di level 1,6 persen dan 17,2 persen.

“Membuka awal tahun ini, di triwulan pertama 2018, bank bjb berhasil melakukan efisiensi yang terlihat dari Cost to Income Ratio yang mengalami penurunan dari 68,9 persen  di triwulan I 2017 menjadi 62,7 persen di triwulan I tahun 2018,” ucap Direktur Utama Bank bjb, Ahmad Irfan, usai acara Analyst Meeting perseroan, Jumat (20/4/2018).

Ia mengatakan pula, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) di triwulan I 2018 berada di level yang sama dengan periode yang sama tahun sebelumnya di level 1,6 persen. “Rasio NPL tersebut jauh dibawah rasio NPL Industri perbankan Februari 2018 yang sebesar 2,88 persen,” tuturnya.

Selain itu, berbagai indikator penting dalam rasio keuangan cukup terjaga dengan baik, dimana selain profitabilitas bank yang positif, bank bjb juga secara konsisten berhasil menjaga tingkat efisiensi serta kualitas aset. Loan to Deposit Ratio (LDR) berada pada level yang sehat yakni sebesar 81,6 persen. Perseroan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan LDR ke level yang lebih tinggi agar NIM menjadi lebih optimal.

Seiring dengan keberhasilan bank bjb meningkatkan laba, maka rasio permodalan atau Current Asset Ration (CAR) terjaga di level 17,3 persen. Lebih lanjut, Ahmad Irfan mengungkapkan, untuk meningkatkan kualitas struktur pendanaan, bank bjb akan melakukan penerbitan obligasi melalui Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Tahap II Tahun 2018 pada triwulan II tahun 2018.

“Penerbitan surat berharga ini merupakan kelanjutan dari Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi bank bjb dan Obligasi Subordinasi bank bjb tahap I tahun 2017, dengan total target dana yang diperoleh sebesar Rp2 triliun,” sebut Ahmad Irfan.

Nah, dengn adanya diversifikasi ini, lanjut dia, perseroan dapat meningkatkan kualitas struktur pendanaaan yang dimiliki sehingga memberikan keleluasaan bagi bank bjb dalam melakukan ekspansi kredit di masa-masa yang akan datang. (Jep)