Faktor Eksternal Diprediksi Bakal Tekan IHSG pada Perdagangan Hari ini

by

Infomoneter.com – Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih bakal terus berlanjut pada perdagangan hari ini karena dibayangi oleh penurunan bursa regional dan kejatuhan pasar obligasi Amerika Serikat (AS).

Demikian diungkapkan Yuganur Wijanarko, analis PT KGI Sekuritas Indonesia, di Jakarta, Selasa (06/02/2018).

“Kita harus mewaspadai koreksi susulan sebagai akibat dari efek penurunan bursa regional. Tren IHSG saat ini mulai berubah dari strong uptrend menjadi sideways hingga menjadi tren penurunan jangka pendek,” papar Yuganur.

Yuganur menjelaskan, kejatuhan pasar obligasi di AS sebagai akibat dari outlook ekonomi dan laporan keuangan yang kurang baik serta kondisi tingkat suku bunga yang tinggi sehingga mengakibatkan indeks Dow Jones mengalami penurunan.

“Kami lihat situasi ini masih akan terus berlangsung karena bank sentral AS, Federal Reserve, bakal kembali menaikkan tingkat suku bunga yang akhirnya akan memangkas pendapatan investor obligasi dan saham,” tukas Yuganur.

Yuganur mengemukakan, dengan adanya potensi berlanjutnya penurunan IHSG pada perdagangan hari ini, maka kondisi itu dapat dimanfaatkan para pelaku pasar untuk mengakumulasi saham-saham unggulan (bluechips) dan saham-saham lapiss kedua pilihan.

Yuganur merekomendasikan BELI terhadap saham-saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Adaro Energy Tbk (ADRO) dan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON).

“BBRI dan TLKM masing-masing ditargetkan dapat mencapai kisaran harga Rp3.850-3.950 per unit dan Rp4.150-4.250 per unit. BBRI layak di koleksi pada rentang harga Rp3.470-3.370 per unit dan TLKM di Rp3.800-3.600 per unit,” tutur Yuganur.

Akan tetapi, demikian Yuganur, jika harga BBRI mencapai Rp3.170 per unit dan TLKM di Rp3.420 per unit, maka kedua saham tersebut disarankan untuk dijual kembali untuk menghindari kerugian lebih lanjut.

Yuganur menjelaskan, harga ADRO berpotensi mencapai kisaran Rp2.550-2.650 per unit dan PWON ke kisaran Rp710-730 per unit. ADRO boleh diakumulasi pada kisaran Rp2.250-2.150 per unit dan PWON di kisaran Rp635-625 per unit.

“Kedua saham terebut harus dihindari jika harga ADRO mencapai Rp1.980 per unit dan PWON di harga Rp605 per unit,” pungkas Yuganur. (Abraham Sihombing)