Eka Sari Lorena, Lawan Kemacetan dengan Transportasi Massal

by
lorena 2
Eka Sari Lorena, CEO PT Lorena Transportasi Group dan Ketua Umum Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) : Kemacetan kota-kota besar di Indonesia kian hari kian parah. Kondisi ini membuat kita resah.

(infomoneter.com)-Tak dapat di pungkiri, kemacetan kota-kota besar di Indonesia kian hari kian parah. Kondisi ini rupanya membuat resah Eka Sari Lorena, Dirut PT Lorena Transportasi Group dan Ketua Umum Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda).

Oleh karena itu, ia pun mengajak semua masyarakat Indonsia, terutama yang tinggal di kota-kota besar untuk bersama-sama melawan kondisi kemacetan tersebut. Eka Sari Lorena mengajak kita berperang melawan kema¬cetan. Tujuannya, agar kita tak harus semakin pagi berangkat ke tempat kerja. Agar kita tidak tiap hari tiba di rumah larut malam. Agar para orangtua lebih banyak punya waktu bersama anak-anak. Agar kaum muda dapat lebih lama bergaul atau kencan dengan kekasih hati. Terutama, agar kita semua lebih produktif daripada tidak dapat berbuat apa-apa akibat terjebak macet di jalan raya, yang lamanya bisa sampai 3-4 jam.

Adapun perlawanan yang dilakukan menurutnya melalui dorongan agar pemerintah mempercepat pembangunan transportasi massal. Menurut Ekasari, dengan tersedianya transportasi massal maka akan membuat sedikit solusi kemacetan teratasi. “Memang tidak serta merta akan merubah kemacetan di jalan menjadi lancar. Butuh waktu, tapi setidaknya perlahan akan merubah gaya hidup masyarakat kota yang selama ini terbiasa menggunakan kendaraan pribadi,” tegas Ekasari.

Bentuk kampanye perlawanan terhadap kemacetan yang dilakukan Ekasari diwujudkan dalam penerbitkan buku yang berjudul “Ayo Lawan Kemacetan” yang beberapa hari yang lalu di launching.

“Saya harap buku ini setidaknya dapat menggerakkan orang agar bisa melawan kemacetan yang sudah mengurangi kualitas hidup orang banyak,” ujarnya saat ditemui diacara tersebut.

Dalam bukunya, perempuan modis yang humoris namun memiliki daya sengat yang tajam dalam setiap kritiknya itu memang berupaya menggugah kesadaran masyarakat melawan kemacetan sesuai kemampuan setiap individu.

“Selain menggunakan angkutan umum, orang bisa berbagi kendaraan dengan orang lain, pengusaha bisa menyediakan bus bagi pegawainya, kepala sekolah bisa meminta muridnya memakai bus jemputan sekolah dan banyak lagi. Semuanya bisa melawan kemacetan dengan kapasitasnya masing-masing,” ujar Eka yang tubuhnya dirajahi sejumlah seni tato tersebut.

lorena 1Selain itu, dirinya pun berupaya melawan pendapat umum yang menguntungkan industri otomotif nasional. Salah satunya dengan memberikan contoh bahwa sekian puluh triliun keuntungan yang diperoleh dari industri otomotif nasional harus dibayar kembali oleh pemerintah dengan ratusan triliun rupiah subdisi BBM. “Tidak sebanding kerugiannya. Saya ingin masyarakat sadar bahwa banyak hal yang tidak benar yang bisa diubah,” ujarnya.

Sebagai Ketua Umum organisasi angkutan darat terbesar di Indonesia pun memberikan saran bagi kemajuan transportasi umum. “ Kalau program mobil murah diberi insentif pajak pembebasan PPnBM lantas mana insentif serupa untuk angkutan umum? Berikan dong insentif pajak bagi pengusaha untuk pembelian angkutan umum. Bangun juga terminal yang aman, nyaman mudah diakses. Kalau kita tidak menggunakan transportasi umum, grid lock, kemacetan total jalan raya, akan terjadi pada tahun 2014,” pungkas Sarjana Business Administration dari Wright State University, Dayton, Ohio dan Master fo Business Administration dari University of San Fransisco, Californa itu, dengan serius. Bekti Erman