E-Banking, Strategi BSB Menopang Kinerja

by

bukopin(infomoneter.com)-Nasabah dan teknologi kini menjadi satu. Dua hal ini, kian mendapat perhatian istimewa industri perbankan. Nasabah diperlakukan semanja-manjanya, teknologi difokuskan setajam-tajamnya. Keduanya diprediksi akan menjadi kunci kebutuhan layanan perbankan masa kini yang kian kompleks.

Ragam keinginan nasabah terkait dengan kemudahan layanan perbankan, kini semua sudah bisa teratasi. Para nasabah tidak perlu lagi repot-repot melakukan antrian panjang. Cukup memanfaatkan semua fasilitas perbankan, segala urusan transaksi dalam hitungan detik-pun akan menjadi beres.

Inovasi Layanan perbankan elektronik atau electronic banking (e-banking) memungkinkan nasabah dapat melakukan semua jenis transaksi melalui sarana internet. Apalagi perbankan elektronik memiliki cakupan cukup luas. Dari Anjungan Tunai Mandiri (ATM), internet banking, sms banking, phone banking,dan sebagainya.

Memperkuat bisnis dengan e-banking adalah kunci memenangan persaingan dalam bisnis perbankan di Indonesia. Lihat saja, kini Bank-bank konvensional, syariah maupun sekelas Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) beradu jurus dalam menawarkan pelayanan. Teknologi informasi menjadi faktor kunci dalam memikat nasabah. Apalagi, hampir di semua pelosok negeri ini, IT sudah menjadi kebutuhan. Karena mereka juga ingin membutuhkan informasi kapan saja dan di mana saja mereka berada

Bagaimana dengan perbankan syariah? Perbankan yang sudah menginjak usia lebih 20 tahun di Indonesia dan didirikan dengan menerapkan prinsip-prinsip Islam ke dalam transaksi keuangan dan perbankan itu, sejatinya memiliki ceruk pasar yang besar,apabila melihat populasi penduduk Indonesia yang 80 persennya Muslim. Namun saat ini keberadaannya masih kalah cepat dengan geberakan bank-bank konvensional.

Yang menjadi tantangan bagi industry perbankan syariah ialah, masih seputar besarnya biaya investasi IT dan pada saat yang sama harus berkompetisi pada pengembangan dan inovasi produk-produk syariah.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad menyatakan, industry perbankan syariah harus proaktif dan inovatif untuk mengadopsi berbagai kemajuan teknologi informasi. Selain dengan ATM bank syariah juga dituntut untuk mengembangkan electronic delivery chanel seperti phone banking, mobile banking, atau sms banking, internet banking untuk memperluas akses bagi nasabahnya dan berkompetisi dengan bank-bank konvensional.

 Jurus Bank Syariah Bukopin

Dengan kekuatan sumber daya manusia yang mumpuni dan dukungan teknologi, Bank Syariah Bukopin (BSB) terus membangun infrastruktur yang kuat di seluruh Indonesia. Inovasi saluran distribusi yang berbasis teknologi, menjadi andalan BSB yang sejalan dengan tren kebutuhan transaksi modern di masyarakat. Seiring upaya ekspansi usaha yang dilakukan, pada 2012, BSB pun terus berupaya memperkuat permodalan dan memperluas jaringan melalui penambahan sejumlah delivery channel baru di sejumlah wilayah”

Dalam kancah industri perbankan syariah nasional, Perseroan mengambil posisi sebagai bank yang fokus pada pembiayaan UMKM. Segmentasi usaha Perseroan yaitu pada bidang pendidikan, kesehatan, minyak dan gas (migas), telekomunikasi, transportasi, pariwisata, konstruksi, dan perdagangan umum. Selain terus berinovasi di bidang usaha pembiayaan, Perseroan senantiasa memperkuat bidang usaha penghimpunan dana yang bersumber dari individu (perorangan) maupun perusahaan-perusahaan di Tanah Air Seiring dengan dinamika bisnis perbankan syariah yang semakin berkembang, Perseroan juga terus melakukan upaya penguatan usaha dan kelembagaan melalui peningkatan kualitas produk dan layanan. Salah satunya melalui perluasan jaringan kantor.

Dengan visi Menjadi Bank Syariah Pilihan dengan Pelayanan Terbaik, BSB mengandalkan tujuh jurus strategis guna memenangkan persaingan. Antara lain: Pengembangan Usaha dengan Fokus pada Sektor UMKM, Mengembangkan Usaha Komersial, Mengembangkan Usaha Konsumer, Penyediaan Jasa-Jasa Fee-Based kepada Nasabah, Memperkuat Teknologi dan Jaringan Pelayanan (outlet), Memperkuat SDI serta Peningkatan Kualitas Pengelolaan Risiko dan Kepatuhan

Kendati usianya tergolong muda, Selama ini BSB sukses mengandalkan TI sehingga mampu memberikan layanan e-banking yang memudahkan para nasabahnya. Bukan sekadar mengandalkan pemanfaatan infrastruktur TI milik induknya, tapi BSB selalu berupaya menyesuaikan pengembangan standar layanan dan infrastruktur TI seperti yang dilakukan induknya. Kualitas layanan kepada nasabah berupa peningkatan fitur pelayanan, di antaranya melalui pemanfaatan automatic teller machine (ATM). Kini, seluruh jaringan ATM PT Bank Bukopin, Tbk. dan ATM Bersama sudah dapat dipergunakan oleh nasabah BSB.

Pengembangan produk dan layanan lain pun terus dilakukan, seperti jasa pembayaran dan pemanfaatan semua fitur layanan yang ada di PT Bank Bukopin, Tbk untuk dapat dinikmati nasabah BSB. Termasuk, upaya penyediaan jasa-jasa fee based dan perluasan jaringan outlet  Melalui pengembangan budaya layanan yang “CEPAT, MUDAH, AMAN dan NYAMAN”, BSB terus menciptakan dimensi credibility (kepastian nasabah mendapatkan layanan yang baik), dependability (memberikan solusi dan tidak hanya mengacu pada prosedur operasional standar), courtesy (jujur dan empati, tidak hanya ramah dan hangat), comfortability (kenyamanan), dan connectivity (aksesibilitas) sehingga tercipta layanan prima kepada nasabah.

Upaya-upaya tersebut, membuat manajemen BSB merasa pasca-spin off, positioning BSBdi pasar semakin kuat. Posisi service level agreement (SLA) sudah sama dengan sang induk yaitu PT Bank Bukopin, Tbk. Selain perluasan produk dan layanan, Perseroan memperkuat bidang Teknologi Informasi (TI), SDI, dan infrastruktur untuk menghasilkan pertumbuhan dan kinerja terbaik pada 2012.

Peningkatan kinerja dan layanan yang dilakukan Perseroan pada akhirnya mendapat pengakuan dari pihak lain. Di antaranya, melalui penghargaan yang diraih Perseroan dalam “Indonesia Service to Care Champions 2012” dari Marketeers pada 25 Januari 2012. Perseroan juga mendapat penghargaan dari Majalah Infobank dalam “Banking Service Excellence Award 2012. Hal tersebut menunjukkan bahwa konsistensi dan komitmen kuat Perseroan untuk memberikan layanan terbaik kepada nasabah tak sekadar slogan dan pemanis, tetapi telah mengakar kuat pada setiap insan Perseroan. Berikut sejumlah penghargaan yang disematkan kepada Perseroan pada 2012

Dari waktu ke waktu, penguatan usaha BSB juga diimbangi dengan penguatan di bidang SDI, baik secara kualitas (kompetensi dan integritas) maupun kuantitas. Pada 2012, Perseroan melakukan rekrutmen dan melaksanakan training Management Development Program (MDP) II (sebelumnya Officer Development Program atau ODP). Lulusan ODP I, pada 2011, sebagian berhasil menduduki posisi sebagai Kepala Cabang, Manajer Pelayanan dan Operasi, serta

Manajer Bisnis. Secara berkelanjutan, Perseroan juga terus melaksanakan training-training yang bersifat mandatory(seperti manajemen risiko dan pendidikan dasar perbankan syariah) dan trainingyang bersifat program (seperti program account officer ), maupun training-trainingpeningkatan kemampuan khusus lainnya. Demi kenyamanan dan kemudahan layanan transaksi bagi nasabah, Perseroan juga melakukan pengembangan Teknologi Informasi (TI) yang memadai sesuai dengan kebutuhan nasabah.

Menjadi bank syariah dengan layanan terbaik di negeri ini merupakan spirit seluruh jajaran karyawan dan pengurus Perseroan. Upaya ke arah tersebut tentu harus ditopang dengan peningkatan pelayanan kepada nasabah, selain pencapaian kinerja Perseroan yang baik. Kendati baru menapak tahun keempat dalam kancah bisnis perbankan syariah Tanah Air, komitmen Perseroan untuk memberikan layanan terbaik kepada masyarakat secara luas tidak kalah dengan bank umum syariah lain yang telah lebih dulu hadir.

Kepuasan nasabah merupakan hal utama bagi Perseroan dalam menjalankan bisnis perbankan syariah. Upaya keras yang dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas layanan melalui pengembangan produk dan layanan, baik di bidang pembiayaan maupun simpanan, mendapat pengakuan secara luas dari masyarakat.

Direktur Utama BSB, Riyanto, menyatakan, kinerja keuangan BSB hingga akhir Juni 2013 cukup menggembirakan. Hal ini sejalan dengan fokus bisnis dan komitmen mengembangkan usaha berbasis pelayanan terbaik, BSB terus mengalami peningkatan performance yang lebih baik.

Terlihat per Juni 2013, Dana pihak ketiga (DPK) meningkat sebesar 29,42% atau menjadi Rp3,205 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,476 triliun. Total Pembiayaan sebesar Rp2,962 triliun atau meningkat 27,85% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp2,317 triliun.

Total aset sebesar Rp3,911 triliun atau meningkat 31,43% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dengan posisi laba bersih meningkat 148,94% menjadi Rp18,693 miliar. “Kami terus meningkatkan pencapaian target sesuai rencana bisnis yang telah dikaji dengan mempertimbangkan potensi, risk management, dan asas-asas prudential banking. Kami juga melakukan penetrasi lebih dalam terhadap market dan tahun ini fokus terhadap peningkatan dana murah, salah satunya melalui program Tabungan Berhadiah “Berkah iB SiAga Berhadiah,” jelasnya. Program Berkah iB SiAga Berhadiah sendiri dimana setiap nasabah hanya dengan Rp100 ribu mendapat kesempatan meraih Umrah, Motor Honda Scoopy, Emas 10 gr, Samsung Galaxy Tab 2 (10”) dan Samsung LED TV 32”.

Nasabah yang mempunyai saldo rata-rata harian hanya Rp100.000 memperoleh 1 (satu) poin dan berlaku kelipatannya. 1 (satu) poin akan mendapatkan 1 (satu) nomor undian. Poin undian dihitung berdasarkan saldo rata-rata harian dihitung mulai dari awal sampai dengan akhir periode pada masing-masing periode program. Poin tidak berlaku kumulatif di periode berikutnya. Periode Promosi berlaku dari 13 Maret 2013 s/d 28 Februari 2014 dimana ada hadiah Grand Prize (hadiah utama) berupa 1 Buah Mobil Grand New Fortuner 2.5 A/T Diesel. Khusus untuk undian Grand Prize minimal memiliki 50 Poin dimana poin akan dihitung berdasarkan saldo rata-rata harian mulai awal periode program 13 Maret 2013 – 30 November 2013 dan akan dilakukan pengundian saat Milad BSB yang Ke-5 pada 9 Desember 2013.

“Adanya program ini Kami menargetkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), khususnya tabungan meningkat sebesar 50%. Akhir pekan lalul, Baru saja dilakukan penarikan undian berhadiah program ini Periode Pertama,” tegasnya. Produk yang ditawarkan ke masyarakat, antara lain: produk pendanaan yaitu Tabungan iB SiAga, Tabungan iB Rencana, Tabungan iB SiAga Bisnis, Tabungan iB Haji dll. Sementara layanan pembiayaan ada beberapa segmen yang BSB tawarkan, antara lain segmen kesehatan, segmen Pendidikan, segmen Transportasi, segmen konstruksi, segmen migas, dan segmen UMKM. Sedangkan Produk jasa (service) lainnya yang ditawarkan BSB antara lain Kartu ATM SiAga, SMS Banking, Save deposit box, Transfer, Kliring, Inkaso, Bank Garansi, Cash Management, SPP Online, PPOB, dan Wakaf Uang dimana pelayanan sudah melalui on line sistem.

“Khusus layanan cash management kami akan memberikan layanan perbankan elektronis yang memudahkan nasabah dalam melakukan akses inquiry saldo dan transaksi secara Real Time On-Line. Layanan ini dilakukan melalui terminal komputer dari lokasi usaha masing-masing sehingga pengelolaan keuangan menjadi lebih efektif, efisien dan tersentralisasi,”ungkapnya.

Lebih lanjut Riyanto mengungkapkan, guna meningkatkan kinerja bisnis dan kenyamanan nasabah, BSB terus melakukan ekspansi melakukan ekspansi jaringan kantor dan berbenah dalam peningkatan pelayan dan aksesibilitas jaringan kantor. Pekan ini BSB telah membuka Kantor Cabang Semarang di Ruko Gajah Mada Unit 5 Jl Gajahmada No 97, Semarang dan juga kembali merelokasi Kantor Kas yang semula di Gedung Rusunawa B Universitas Muhammadiyah Makassar berpindah ke lokasi Gedung Menara Al’Iqro Lantai 1, Universitas Muhammadiyah Makassar.

“Ini juga sejalan dengan visi BSB yaitu Menjadi Bank Syariah Pilihan dengan Pelayanan Terbaik, maka melalui Kantor Cabang baru sebagai bentuk kontribusi kami dalam melayani masyarakat dan wujud komitmen kami untuk terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat,” jelasnya. Riyanto juga menuturkan selama bulan Ramadhan BSB juga menyelenggarakan rangkaian program tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR) secara serempak di seluruh outlet. Kegiatan CSR yang digelar, selain santunan Yatim Piatu juga pemberian takjil didepan kantor, pemberian donasi ke mesjid baik berupa dana tunai maupun perlengkapan sholat juga saur on the road,” ungkapnya.

Riyanto berkeyakinan kepedulian dan keterlibatan nyata BSB dalam kegiatan sosial masyarakat akan memberikan nilai lebih bagi perusahaan sebagai tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar. Berbagai pencapaian dalam pelaksanaan CSR ini telah mendatangkan pengakuan dan apresiasi dari berbagai pihak. Akhir tahun lalu, sejumlah penghargaan telah kami terima, diantaranya dari Perbanas Institute bekerja sama dengan dengan Majalah Business Review dalam acara Anugerah Perbankan Indonesia kategori bank syariah dengan asset kurang dari Rp. 1 – 10 Triliun dinobatkan sebagai Peringkat ke-1 kategori The Best Bank 2012 in Best Corporate for Corporate Social Responsibility. Akhir kata, Riyanto tegaskan Dengan mengedepankan layanan yang berkualitas kepada nasabah melalui seluruh jaringan distribusi yang dimiliki, BSB akan terus mewujudkan komitmen untuk terus mengembangkan bisnis sekaligus meningkatkan peran BSB dalam memberikan kontribusi bagi perkembangan perekonomian Indonesia, melalui optimalisasi fungsi intermediasi, dalam bentuk penghimpunan dana masyarakat dan pemberian fasilitas pembiayaan.

Dari kebutuhan nasabah tadi, maka inovasi teknologi dalam mendukung layanan prima perbankan demi memenangkan persaingan di industri perbankan merupakan suatu hal yang tidak bisa ditawar lagi. Bagaimanapun, kunci sukses perbankan yang menjadi kampiun ialah mampu menunjukan momentum pertumbuhan yang cukup kuat pada berbagai area bisnisnya termasuk dukungan e-banking.

Perkembangan kebutuhan yang demikian berubah, inilah yang membuat insan perbankan, tidak bisa tidur nyenyak. Apalagi tren-nya kini, nasabah akan memegang kendali. Konsumen masa kini diyakini hanya tertarik pada layanan yang bisa memenuhi kebutuhan khusus mereka. Karena itu, antisipasi terhadap munculnya pengguna layanan keuangan yang cerdas, terinformasi dan berkualitas merupakan tantangan dunia perbankan saat ini.

Apalagi, di tengah kehidupan masyarakat yang serba praktis, e-banking menjadi salah satu solusi. Pengelola bank-pun harus pandai menciptakan kemudahan-kemudahan dan kenyamanan kepada pelanggan atau nasabah dalam bertansaksi secara online yang efektif dan aman.

Sudah lumrah diketahui, teknologi dan nasabah merupakan dua hal yang makin mendapat perhatian istimewa industri perbankan. Nasabah diperlakukan semanja-manjanya, teknologi difokuskan setajam-tajamnya. Keduanya menjadi kunci layanan perbankan masa kini. Bank wajib memiliki teknologi informasi dan komunikasi yang mampu mendukung proses pengambilan keputusan secara cepat dan akurat. Namun semuanya itu, dibutuhkan teknologi yang mempunyai kelenturan dan efisiensi tinggi. Di sinilah, kemungkinan-kemungkinan teknologi yang bisa memberikan layanan maksimal bagi nasabah terus dieksplorasi oleh bank.

Hasil-hasil pengembangan teknologi tersebut kemudian dikemas menjadi produk layanan nasabah, yang populer disebut electronic banking. Dengan e-banking, perbankan ingin menyediakan layanan lengkap dan personal, seturut pola hidup modern nasabahnya.

Namun agar tetap melekat di benak nasabah, perbankan harus memaksimalkan semua saluran e-banking mereka. Performa dan fitur-fitur layanan e-banking harus dikembangkan dan memberi kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Hanya dengan cara itulah, perbankan mampu untuk tetap sehandal mungkin melayani konsumen mereka, agar lebih teredukasi dan makin pintar. Ciu, Petrus Alkantara