Deteksi Kanker Serviks dan Prostat Sekarang Juga

by

(infomoneter.com)-Sistem reproduksi pada manusia sangat rentan mengalami penyakit, kelainan juga gangguan. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti tumor, virus, bakteri atau disfungsi organ reproduksi. Seiring dengan perkembangan jaman, berbagai gangguan pada sistem reproduksi pun turut berkembang.

Kita pun tak pernah tahu kapan penyakit datang menghampiri diri kita, begitu pula kanker. Kanker masih menjadi ancaman serius yang memiliki angka kematian yang semakin meningkat. Tidak semua kanker dapat diketahui sejak dini, salah satu kanker yang dapat dideteksi dini yakni kanker serviks dan kanker prostat.

Kanker serviks atau yang dikenal dengan kanker leher rahim merupakan perubahan sel-sel leher rahim secara tidak normal,  perubahan sel normal pada serviks menjadi sel kanker memakan waktu sekitar 10-20 tahun, sehingga deteksi dini menjadi tahapan penting untuk mencegah terjadinya kanker serviks.

Sedangkan kanker prostat merupakan pertumbuhan sel-sel abnormal dan tidak terkendali dalam kelenjar prostat yang dapat  mendesak dan merusak jaringan disekitarnya. Semakin meningkatnya usia, kecenderungan berkembangnya kanker prostat meningkat dari 1:10.000 pria pada usia < 39 tahun, 1:103 pada rentang usia 40-59 tahun, 1:8 antara usia 69-79 tahun. Pada stadium awal, biasanya kanker prostat tidak menunjukkan gejala.

Namun, pada stadium lanjut, individu dapat mengalami gangguan aliran urin antara lain tidak mampu untuk urinasi yakni sulit memulai atau menghentikan aliran urin, sering urinasi terutama saat malam, ditemukan darah di urin, nyeri dan rasa membakar ketika urinasi. Gejala lainnya adalah nyeri yang dapat menjalar ke tulang belakang bagian bawah, pelvis, atau paha atas yang menjadi indikasi bahwa penyakit telah menyebar ke tulang.

Untuk menurunkan angka kematian akibat kanker, terutama kanker serviks dan kanker prostat, Laboratorium Klinik Prodia telah menyediakan pemeriksaan untuk deteksi dini kanker serviks dan prostat yakni untuk wanita, SSBC atau Sitologi Serviks Berbasis Cairan yang merupakan metode pemeriksaan yang lebih akurat untuk mengetahui ada tidaknya sel-sel abnormal di serviks (leher rahim), lalu HPV-DNA yang merupakan pemeriksaan untuk mengetahui ada tidaknya HPV (Human Papilomavirus) tipe resiko tinggi.

Sedangkan untuk pria, tersedia pemeriksaan PSA yang merupakan suatu protein yang dihasilkan oleh kelenjar prostat. Dimana kadar PSA yang tinggi merupakan salah satu indikasi adanya masalah pada kelenjar prostat.

Meskipun tidak menunjukkan gejala pada stadium awal, kanker serviks dan prostat dapat mengancam kehidupan setiap manusia. Deteksi dini secara rutin adalah langkah yang sangat tepat karena penanganan kanker serviks dan prostat pada stadium awal dapat memberikan harapan hidup hingga 70%. (kormen/infomoneter.com)