Dasyat, Quick Chicken Buka 50 Gerai Secara Serentak dalam Satu Hari

by

 

infomoneter.com-Quick Chicken Indonesia yang telah diakui sebagai pionir brand fried chicken lokal asal Indonesia selalu berkomitmen memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pelanggannya.

Sebagai destinasi kuliner bercita rasa tinggi dengan harga terjangkau, Quick Chicken,  terus melebarkan sayapnya tanpa mengurangi standar kualitas produk yang disajikan.

Pada Kamis 26 Oktober 2017, Quick Chicken sukses membuka 50 gerai baru secara serentak dalam satu hari, yang tersebar di Serang, Tangerang, Jakarta, Depok, Karawang, Purwokerto, Yogyakarta, Semarang dan Luwuk. Akibat pembukaan gerai baru sebanyak itu, Quick Chicken sukses meraih penghargaan Rekor MURI dengan kategori “PEMBUKAAN 50 GERAI SECARA SERENTAK DANTERBANYAK DALAM SATU HARI.”

Piagam penghargaan rekor tersebut diserahkan oleh Senior Manager MURI Triyono yang mewakili Pendiri MURI Jaya Suprana kepada Founder & CEO Quick Chicken Indonesia Bedi Zubaedi di Hotel Fairmont Jakarta, Jumat, (3/11). “Rekor ini bukan nasional, tetapi rekor dunia,” kata Triyono saat menyerahkan Piagam Penghargaan Rekor MURI tersebut.

Quick Chicken yang telah memiliki pengalaman selama 17 tahun dalam dunia makanan cepat saji ini yakin, di tahun 2017 akan memiliki lebih dari 300 gerai dan bertambah hingga 1000 gerai pada akhir tahun 2018.

Dengan beroperasinya 50 gerai baru tersebut, saat ini Quick Chicken yang dikenal sebagai pionir brand fried chicken lokal Indonesia tersebut telah mengoperasikan sebanyak 230 gerai. Sekitar 80 gerai diantaranya berstatus franchise. Gerai-gerai tadi berbentuk restoran maupun kontainer.

Founder & CEO Quick Chicken Indonesia, Bedi Zubaedi menyatakan, pihaknya memahami banyak masyarakat Indonesia yang hidup dalam kondisi serba kekurangan. Karena itu, dengan harga yang terjangkau dan bergizi, Quick Chicken, dapat menjadi solusi dan bisa dinikmati semua masyarakat Indonesia.

“Komitmen kami untuk terus melakukan pengembangan bisnis dengan tujuan menyajikan makanan bergizi, bercita rasa tinggi dengan harga yang terjangkau,”ujarnya.

Menurutnya, Quick Chicken,  hingga akhir 2017 pihaknya menargetkan memiliki sedikitnya 300 gerai dari saat ini sebanyak 230 gerai. Sementara sepanjang tahun 2018 Quick Chicken memasang target membuka 700 gerai. “Ya di penghujung 2018 kami sudah memiliki lebih dari 1.000 gerai,” ujar Bedi, semangat.

Bedi yakin target tersebut akan tercapai lantaran pihaknya telah menjalin kerjasama dengan sejumlah pihak diantaranya Alfamidi, Pertamina, serta stasiun commuter line. “Kerjasama itu memugkinkan kami untuk membuka gerai Quick Chicken di lokasi milik perusahaan tersebut,” ujarnya.

Ambisi Quick Chicken memperluas pasar tentu saja diiringi dengan kebutuhan dana yang tidak sedikit. Hingga akhir tahun 2018 perusahaan cepat saji yang diolah dari bahan baku lokal dan rempah-rempah lokal tersebut membutuhkan dana sedikitnya Rp 3 triliun.

Direktur Utama PT Quick Chicken Indonesia Amy Janti Gorat mengatakan anggarakan belanja modal tersebut tidak hanya dialokasikan untuk pembukaan gerai baru tapi juga pembangunan training centre serta pusat logistik serta pembangunan pabrik bumbu dan ayam olahan. “Fasilitas tadi dibutuhkan seiring rencana kami untuk menambah 1.000 gerai di seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2018,” ujarnya.

Adapun sumber dananya menurut Amy pihaknya telah mendapat tawaran fasilitas kredit dari sejumlah bank. Dimungkinkan juga pihaknya membuka diri masuknya investor yang akan mengucurkan dana investasi tersebut.

“Ketertarikan bank dan investor untuk membantu mengembangkan bisnis Quick Chicken, tidak lain lantaran potensi bisnis serta keunggulan cita rasa produk Quick Chicken. Ini terlihat dari omzet tiap gerai yang bisa mencapai 90% dari target yang ditetapkan,”paparnya.

Menurutnya setiap gerai rata-rata mampu menghasilkan omzet sebesar Rp 80 juta hingga Rp 150 juta per bulan dengan jumlah pengunjung sebanyak 250 – 300 orang di hari biasa dan mencapai sekitar 500 orang per hari di akhir pekan.

Perkembangan bisnis yang pesat dari perusahaan yang dirintisnya 17 tahun lalu tersebut membuat Bedi bangga dan bersyukur. Sebab selain berkontribusi pada kebutuhan pangan masyarakat Indonesia Quick Chicken juga telah membuka lapangan kerja. “Selama 17 tahun, saya jatuh bangun membangun bisnis ini, sampai akhirnya bisa seperti sekarang,” ujarnya.

Bedi wajar bangga, sebab kala mendirikan Quick Chicken pada tahun 2000 silam merupakan pertaruhan besar. Kala itu dirinya memutuskan berhenti bekerja sebagai managing director di perusahaan cepat saji internasional untuk mendirikan Quick Chicken. Padahal gaji saya kala itu lebih dari cukup memenuhi kebutuhan keluarga.

Dengan modal sebesar Rp 110 juta, Bedi membeli alat-alat dapur bekas, lalu nekad membuka gerai pertama Quick Chicken di Yogyakarta. Usahanya lalu berkembang menjadi tiga gerai di Kota Gudeg tersebut, hingga akhirnya berkembang seperti saat ini.

Padahal, awalnya, kata Bedi, dirinya harus keliling mengantar bumbu ke gerai-gerai. “Pembuatan bumbu dibantu istri dan ibu saya sampai akhirnya mendapatkan resep yang pas dengan selera konsumen,” ujarnya.

Soal dipilihnya Yogyakarta sebagai lokasi merintis usaha, kata dia, dilatari karena kota tersebut merupakan pusat kuliner murah nusantara. “Di benak saya kala itu, kalau sukses di Yogyakarta, maka akan mudah merambah daerah lain. Kondisinya berbeda kalau mulai di Jakarta dimana persaingan begitu ketat.

Menurut Bedi, buka tiga gerai di Jakarta,  tidak akan berarti banyak. Berbeda kalau buka tiga gerai di daerah, orang akan cepat kenal karena wilayahnya kecil.

“ Ya meski begitu mengakui kue bisnis di Jakarta memang lebih besar, karena itu pada saatnya Dia berambisi untuk “menyerang” Ibu Kota,” ujar  Bedi Zubaedi.