CHANDRA LUKITA, RESTORASI KAKI SERIBU

by

kaki seribu(infomoneter)-Chandra Lukita (50) tidak pernah bermimpi, bahwa anak pertamanya akan lahir dengan memiliki kelainan pada tulang punggung, sehinga ketika anak sulungnya itu sudah bisa berjalan harus menggunakan alat bantu.

Pengalaman getir yang dialami Chandra mengisnpirasi dirinya untuk membantu anak-anak yang bernasib seperti buah hatinya. “Bersyukur kami bisa memberikan anak kami alat bantu untuk berjalan. Ini yang kemudian meng-inspirasi saya untuk memberikan bantuan kepada anak-anak berkebutuhan khusus yang berasal dari keluarga tidak mampu,” ujar ayah dua anak ini di Cirebon, akhir Januari lalu.

Kepeduliannya terhadap anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus mengetuk hatinya untuk menggalang Gerakan Kaki Seribu pada tahun 2007 lalu. .“Gerakan ini adalah upaya kami untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan alat ortopedi. Di tahun itu juga kami membuat Bengkel Ortopedi sehingga bisa memproduksi sendiri kaki palsu dan alat bantu lainnya dengan teknologi yang modern”, tutur Doktor bidang Ilmu Manajemen dari Universitas Pasundan.

Pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon melanjutkan, Gerakan Kaki Seribu memberikan alat bantu berupa kaki palsu, kursi roda kepada mereka yang memiliki masalah pada kedua kakinya, misalnya polio, lumpuh layu, cacat bawaan lahir dan tidak memiliki kaki.

Pada April mendatang Chandra Lukita akan ikut memperebutkan kursi ke DPR RI dari daerah pemiliha Jawa Barat 8. Suami dari Ireno Lie ini memilih berjuang melalui partai Politik. “Saya memilih Partai NasDem karena memiliki niat yang sama yaitu melakukan restorasi, perubahan. Jika NasDem ingin melakukan perubahan terhadap bangsa, saya ingin melakukan peruban terhadap generasi bangsa,” tegas Chandra.

Pria kelahiran Cirebon ini menambahkan, Kaki Seribu akan membuka pikiran orang bahwa walaupun anak-anak yang berkebutuhan khusus tersebut tidak memiliki kemampuan pada kedua kakinya untuk dapat berdiri atau berjalan sendiri, tetapi masih ada 998 ‘kaki lainnya’ berupa talenta dan bakat yang jika ditumbuh kembangkan akan mampu membawa mereka kepada kemandirian dan kehidupan yang lebih baik untuk mereka.

Sejak tahun 2002 kurang lebih sudah 180 orang menerima bantuan alat ortopedi. Program Kaki Seribu ditujukan untuk anak-anak berusia 4-12 tahun dari keluarga yang tidak mampu. Chandra menginfokan, untuk program tahun 2013 telah ditutup pada medio Januri lalu. Namun, untuk program tahun 2014 pendaftaraanya akan berakhir tanggal 31 Maret 2014.