Cara Dahlan Mereformasi BUMN

by

(Infomoneter.com)-Sejak didapuk menjadi orang nomor satu di Kementerian BUMN jelang akhir tahun lalu, nama Dahlan Iskan terus menghiasi halaman media masa. Maklum, mantan Wartawan yang juga pengusaha media ini banyak melakukan aksi-aksi dan celetukan yang menyedot perhatian publik.
Nama Sang Menteri pun, santer dibicarakan publik—dengan nada positif di berbagai media. Tidak terkecuali jejaring sosial, seperti facebook, twiter, milis bahkan grup black berry. Sosok Dahlan Iskan memang memberikan warna tersendiri bagi pejabat negara saat ini. Terlebih lagi karena Dahlan Iskan kerap memakai sepatu kets dan baju lengan digulung di acara formal sekalipun. Banyak yang mengomentari, meskipun Dahlan Iskan punya segudang fasilitas sesuai jabatannya, Dahlan tetap selalu mencoba hidup sederhana.
Lelaki kelahiran di Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951, ini, juga menolak menggunakan fasilitas yang diberikan padanya, dan itu telah dilakukannya saat menjabat sebagai Direktur Utama PLN. Seperti menolak fasilitas mobil dan rumah dinas. Ia lebih memilih menggunakan mobil dan rumah pribadi. Bahkan untuk menuju kantor, Dahlan rela berjalan kaki.
Mendeteksi penyakit kronis BUMN dilakukannya dengan sangat sederhana. Tidak melulu tunggu mendapat laporan di atas kertas. Misalnya, belum hilang dari ingatan kita, aksi Dahlan yang tiba-tiba muncul di kereta api ekonomi tanpa pengawal hanya ingin mengetahui secara langsung kesulitan-kesulitan yang dialami transportasi publik, itu. Kemudian bulan lalu mengamuk di pintu tol karena antrian terlalu panjang yang berdampak pada kritikan tajam pada kinerja Jasa Marga.
Portal Detik.com, bahkan mencatat 10 aksi fenomenal Dahlan Iskan sejak menjadi Menteri BUMN. Seperti menjadi Sopir Wakil Menteri BUMN usai dari Istana negara, naik Kereta Demi Rapat di Istana Bogor, menyetir Mobil 40 Km Hanya Demi Melihat Sapi, ngamuk di Tol Semanggi, Rapat Wajib seluruh Direksi BUMN tiap Selasa Pagi, Test Drive Mobil GEA dan Esemka, Tolak Lift dan Ruang Kerja Pribadi dan Tak Pakai Mobil Dinas, Jalan Kaki ke Kantor Jero Wacik, Menginap di Rumah Petani Miskin di Sragen, Rapat dengan Direksi BUMN Pakai ‘BBM’. Sebenarnya masih banyak lagi, seperti naik ojek menuju bandara, makan soto di kaki lima dan sebagainya.
Sebelumnya, saat memimpin PLN, Dahlan pun membuat beberapa gebrakan, diantaranya, gerakan sehari sejuta sambungan. Dahlan juga membangun PLTS di 100 pulau pada tahun 2011.
Dibawah kepemimpinannya, tahun 2010 PLN berhasil membangun PLTS di 5 pulau di Indonesia bagian Timur yaitu Pulau Banda, Bunaken Manado, Derawan Kalimantan Timur, Wakatobi Sulawesi Tenggara, dan Citrawangan. Bahkan Ia sukses memberikan kado Natal bagi rakyat Flores-NTT dengan mengoperasikan Sumber Uap Ulumbu guna mengalirkan listrik ke pulau degan seribu kelok, itu.
Karena dipandang cakap dan berhasil memimpin PLN-lah yang menjadi alasan Presiden SBY menaruh hati kepada Dahlan Iskan untuk memimpin BUMN.

Membenah BUMN
In-efisiensi selama ini menjadi persoalan utama BUMN. Wajar apabila Dahlan Iskan menekankan kepada BUMN-BUMN agar mengurangi jam rapat hingga 50 persen. Bahkan proses birokrasi di Kementerian BUMN yang sering menghambat gerak korporasi, menjadi sasaran pertama yang dibenahi. Tak kurang dari 18 proses birokrasi pun dipangkas.
Di mata Dahlan, terlalu sering mengikuti rapat, pejabat BUMN justru semakin tidak fokus pada pekerjaannya. Demikian juga dengan lalu lintas surat menyurat di BUMN. Menurutnya harus dikurangi secara drastis sebagai bagian dari efisiensi perusahaan.
Kementerian BUMN di era Dahlan Iskan memberikan keleluasaan yang lebih besar kepada masing-masing BUMN untuk melakukan aksi korporasi. Dalam pandangannya, aksi korporasi adalah nafas dari sebuah perusahaan. Karena kalau terlalu dikekang bukan korporasi tetapi sebuah instansi. Nantinya, setelah diberi keleluasaan dalam menjalankan aksi korporasi, manajemen dapat dimintai pertanggunajawaban dari aksi korporasi yang sudah dilakukan.
Dahlan Iskan memiliki konsep tiada hari tanpa kerja. Mengunjungi BUMN untuk mencari tahu permasalahan setiap BUMN termasuk memberikan solusi jangka pendek, menengah dan panjang. Langkah awal untuk membenahi perusahaan milik negara, yaitu pertama menyelesaikan penanganan aset bermasalah pada 142 BUMN.
Ini sejalan dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bahwa aset BUMN yang berjumlah sekitar Rp2.500 triliun itu harus diverifikasi ulang. Dalam aset tersebut banyak yang tidak produktif dan membebani perusahaan. Kedua, membentuk “The Dream Team” pada susunan direksi dan komisaris BUMN. Direktur Utama pada setiap BUMN dibolehkan untuk mencari sendiri siapa yang cocok menjadi direksi.
Ibarat dokter spesialis. Dahlan Iskan mulai melihat penyakit umum yang mengidap BUMN. Antara lain karena in-efisiensi dan salah kelola BUMN, sehingga sepanjang hidupnya harus disuntik dana pemerintah. Hutang-hutangnya menggunung sehingga disuntik dengan penyertaan modal pemerintah (PMP).
Keberadaan BUMN merugi ini memang ibarat orang sakit, perlu dilakukan general check up untuk mengetahui seberapa parah penyakitnya.
Apabila penyakitnya diketahui. Tentu saja mudah mencari obatnya. Begitupula BUMN. Apabila problemnya telah terdeteksi, tentu saja lebih mudah membenahnya. Kalau terlampua parah terpaksa diamputasi. Yang parah di euthasia, dalam arti dibunuh dengan sengaja agar tidak terus menderita seumur hidup dan menyusahkan pemerintah.
Terdapat 15 BUMN mengalami kerugian pada 2010 meliputi PT Pal Indonesia, Industri Sandang, Jakarta Llyoid, PT Garam, PT Iglas, PT Boma Bisma Indra, PT Primissima, PT Industri Kapal Indonesia, PT Pradnya Paramita, PT Balai Pustaka, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Kertas Kraft Aceh.
Yang paling mengesankan adalah soal penyelamatan PT Industri Kapal Indonesia (IKI) Makasar. Hampir lima tahun perusahaan itu mati suri. Dahlan melakukan sidak mendadak dan membendah ragam permasalahan di perusahaan itu. Setelah merombak manajemennya, kini perusahaan itu mulai beroperasi.
Dalam pemikiran Dahlan, ada dua hal dua yang menyebabkan BUMN rugi bahkan bangkrut. Pertama adalah industri tersebut sudah habis ditelan zaman, kedua kesalahan karena human error atau salah kelola.
Transformasi BUMN Merugi
Sejak menakhodai BUMN, tekad Dahlan Iskan untuk menyelamatkan BUMN rugi begitu menggeliat. BUMN tersebut tidak dilego ke luar BUMN tetapi memastikan sejumlah perusahaan BUMN yang sudah mapan mengakuisisi BUMN tersebut dan menjadi ada perusahaan. Misalnya PT Balai Pustaka yang merupakan perusahaan penerbitan diambil alih PT Telkom. Akuisisi dilakukan setelah PT Balai Pustaka melakukan merger dengan perusahaan penerbitan PT Prandya Paramita.
Sedangkan PT Sarana Karya yang bergerak dibidang konstruksi akan diambil alih PT Wijaya Karya. Memang pengambilalihan tersebut baru akan dilakukan setelah PT Sarana Karya menyelesaikan urusannya dengan PT Timah. Selain itu, Perum Produksi Film Negara (PFN) yang terkenal dengan produk film Si Unyil-nya, diambil alih oleh PT Adhi Karya yang notabene adalah perusahaan konstruksi. Selanjutnya, PT Energy Management Indonesia (EMI) yang menjalankan bisnis di bidang konservasi dan manajemen energi akan diambil alih PT Surveyor Indonesia.
Sementara PT Survey Udara Penas akan menjadi anak perusahaan PT Angkasa Pura I. Sedangkan PT Pembangunan dan Perumahan (PP) akan mengambil alih PT Industri Sandang.
Sedangkan Istaka Karya yang sudah dipailitkan akibat terjerat utang tidak akan diselamatkan. Walaupun terdapat sejumlah BUMN merugi yang bidang usahanya tidak sama ataupun mirip dengan perusahaan yang mengakuisisi, Dahlan menyatakan hal itu bukanlah masalah besar.
Pengubahan bidang usaha dalam mengelola bisnis kata Dahlan adalah hal yang biasa dalam bisnis. Dunia bisnis swasta bahkan ada perusahaan sepatu yang tiba-tiba merubah bisnisnya menjadi perusahaan elektronik. Malah setelah itu, mereka jadi semakin besar.
Untuk BUMN bidang transportasi, Dahlan Iskan meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk mengakuisisi Perum Damri dan Perum PPD. Alasannya, pertama keduanya sama-sama perusahaan transportasi. Alasan lain yakni sudah seharusnya dan selayaknya BUMN tidak langsung mengurus angkutan bus seperti Perum Damri dan Perum PPD. Namun akusisi tersebut baru akan berjalan jika kedua Perum Transportasi tersebut sudah berbentuk Perusahaan Terbatas (PT).
Akusisi ini tentunya berbeda dengan rencana akusisi antara PT KAI dengan PT Inka. Penggabungan keduanya tersebut masih memerlukan waktu sekitar 2 (dua) tahun lagi.
Menteri BUMN Dahlan Iskan punya tugas berat untuk melakukan restrukturisasi BUMN.
Namun untuk menjalankan programnya dengan mulus, Dahlan masih bergantung kepada keputusan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo. Hal ini pernah diakui Dahlan Iskan bahwa, sebagai menteri BUMN 70% ditentukan Menkeu. Peranan Menkeu tidak terlepas dari posisi kementerian keuangan sebagai pemegang saham di perusahaan-perusahaan BUMN. Dahlan menuturkan ada dua poin penting dalam menyehatkan BUMN yaitu dengan merestrukturisasi aset BUMN dan penciutan jumlah atau downsizing BUMN dari 141 BUMN menjadi 70-an BUMN.
Di bidang BUMN perkebunan, Menteri BUMN Dahlan Iskan merombak susunan direksi perusahaan perkebunan milik negara. Tercatat sebanyak 75 orang susunan direksi di PTPN I hingga PTPN IV berikut PT Rajawali Nusantara Indonesia dirombak habis.
Mantan Deputi Menteri BUMN Industri Primer, Megananda Daryono terpilih menjadi Direktur Utama PTPN III yang akan menjadi induk holding perusahaan perkebunan milik negara ini.
Deputi Menteri BUMN Bidang Industri Primer Muhammad Zamkhani mengatakan, perombakan keseluruhan direksi PTPN telah dipersiapkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan. Ini merupakan ‘Dream Team’ dari industri perkebunan milik negara. “Kurang lebih sebanyak 75 direksi yang diangkat,” tambahnya.
Dahlan Iskan juga menyoroti PT Pos agar jangan bergantung terus ke Negara. Dahlan Iskan mengajak seluruh BUMN untuk menjadi mandiri tanpa bersandar kepada negara. Dahlan menggarisbawahi salah satu BUMN yakni PT Pos Indonesia agar bisa lepas dari dana Public Service Obligation (PSO).
Mantan Dirut PLN ini meminta PT Pos Indonesia bisa lebih kreatif dalam menentukan tarif perangko. Dalam acara disela acara Refleksi 2011 dan Outlook 2012 BUMN, Dahlan pernah menyoroti tarif dari Jakarta ke Papua atau Aceh sama harganya dengan tarif ke Bandung. Setidaknya kata Dahlan masalah tarif perangko harus keluar dari PSO dan terbitkan perangko yang edisi dan bukan PSO sehingga tarif bisa diatur sendiri. Tapi tetap menerbitkan perangko untuk PSO.
Dahlan mengharapkan Pos Indonesia lebih kreatif dalam menerbitkan seri perangko sehingga keluhan mengenai tarif yang kemurahan bisa teratasi. Sejak tahun 2003-2008, PT Pos Indonesia selalu mengalami kerugian namun setelah merubah brand baru, perwajahan baru, PT Pos sejak 2009 mulai untung dengan perolehan laba mencapai Rp 81 miliar.
Tulisan Dahlan Iskan berjudul Manufacturing Hope banyak mengupas persoalan-persoalan pelik BUMN. Misalnya dia menyoroti kondisi hotel-hotel BUMN yang ada di Bali. Semuanya sudah berpredikat yang paling buruk. Bahkan dia menulis Inna Kuta Hotel sudah menjadi yang terjelek di kawasan pantai Kuta. Inna Sanur (Bali Beach) sudah menjadi yang terjelek di kawasan pantai Sanur. Inna Nusa Dua (Putri Bali) sudah pasti menjadi yang terjelek di kawasan Nusa Dua yang gemerlapan itu. Bukan hanya yang terjelek, tapi juga sudah mau ambruk. Padahal di zaman dulu, hotel-hotel itu tergolong yang terbaik di kelasnya. Kini, di arena bisnis perhotelan di Bali, hotel-hotel BUMN telah menjadi lambang kemunduran, keruwetan dan kekumuhan.
Untuk BUMN Karya, Dahlan Iskan menyebut banyak BUMN karya (konstruksi) sampai saat ini masih memenangkan tender dengan cara diatur atau kongkalikong. Ia bertekad menciptakan tender yang bersih di tubuh para BUMN Karya.

Pengurangan jumlah BUMN (right sizing) juga menjadi target Dahlan Iskan. Jumlah BUMN dari saat ini sebanyak 141 BUMN menjadi sekitar 78 BUMN pada 2014, dan hanya menyisakan 25 BUMN pada 2025 agar lebih fokus dan sesuai dengan sektor yang benar-benar mendukung perekonomian nasional.
Nantinya tiga sektor akan menjadi raksasa bisnis, yaitu BUMN pangan, BUMN properti, dan BUMN transportasi. BUMN ini harus lebih kuat dan bahkan mampu mengalahkan swasta. Alasan membentuk BUMN Pangan demi menjaga ketahanan pangan dari ancaman terjadinya krisis pangan. Program ini pada tahap awal akan mencetak lahan seluar 100.000 ha pada 2012, dan mencapai 1 juta hektar pada 2014.
Mantan Menteri Pendayagunaan BUMN, Tanri Abeng, mendukung langkah Dahlan Iskan dalam membenahi BUMN. Dia menilai Manufacturing Hope Dahlan Iskan sangat relevan dengan Master Plan BUMN yang dicanangkannya.
Menurut Tanri, Dahlan Iskan dalam menjalankan tugasnya sangat “actional”, cepat dan praktis sehingga target-target seperti pembentukan holding sudah menujukkan hasil positif.
Sekretaris Kementerian BUMN Wahyu Hidayat, di sela Diskusi BUMN 2012 di Jakarta, Rabu (29/2), mengatakan, seluruh jajaran BUMN mulai dari para pejabat hingga karyawan diharapkan dapat menerjemahkan dan mengimplementasikan pesan-pesan “Manufacturing Hope” buah pemikiran Menteri BUMN Dahlan Iskan guna meningkatkan nilai-nilai perusahaan.
Wahyu mengatakan, Manufacturing Hope sebagai buah pemikiran Dahlan Iskan merupakan salah satu gebrakan besar dalam membuat BUMN lebih memiliki makna, yang dapat menginspirasi siapa saja dalam menangani perusahaan korporasi.

Menurut catatan, sejak menjabat Menteri BUMN Dahlan Iskan telah merilis artikel yang antara lain berisikan ide, gagasan dan pemikiran untuk membenahi BUMN yang dipadukan dari kacamata seorang pejabat pemerintah dan pengusaha.