BPR Pesisir Akbar Bima, Menjadi Finalis BUMD Award 2012

by

(infomoneter.com)-BPR Pesisir Akbar, Bima (NTB) menjadi finalis di ajang Badan Usaha Milik Daerah Award 2012 (BUMD Award 2012). Masuknya perusahaan daerah kebanggaan masyarakat Bima ini menjadi prestasi tersendiri, karena satu-satunya BUMD dari kawasan Timur Indonesia yang lolos seleksi dan maju menjadi finalis di ajang adu kinerja antara preusan daerah ini. Pasalnya BPR Pesisir Akbar, Bima (NTB) merupakan satu dari ratusan BUMD di Indonesia yang dinilai berkinerja baik.

Memang untuk menjadi finalis bukanlah perkara mudah. Proses penilaian, dilakukan secara ketat dan komprehensif. Setiap peserta diwajibkan untuk mengisi dan menjawab kuesioner untuk setiap bidang kategori yang dikompetisikan. Setelah jawaban kuesioner dievaluasi oleh Tim Penilai menetapkan Finalis yang kemudian diundang dalam Wawancara Penjurian. Dalam tahap ini, Dewan Juri melakukan tanya jawab dan pendalaman untuk mengetahui lebih dalam kinerja dan inovasi yang telah dilakukan oleh direksi perusahaan yang bersangkutan.

Sementara wawancara Penjurian terhadap CEO BPR Pesisir Akbar, Bima (NTB) H Zas’Ari H Zainuddin,SE, telah berlangsung 12 Desember 2012 di Mercantile Athletic Club, Gd. WTC lt.18, Jl. Jend. Sudirman Kav. 29-31 Jakarta 12920.

“Saya bangga karena saya bisa terpilih menjadi finalis dan dipanggil untuk wawancara untuk ajang BUMD Award ini. Menjadi finalis dan hadir untuk wawancara saja sebuah kebanggaan,”ujar CEO BPR Pesisir Akbar, Bima (NTB) H Zas’Ari H Zainuddin,SE.

Kini BUMD-BUMD dan CEO-CEO BUMD yang terpilih menjadi finalis berjumlah 20-an. Jumlah itu menciut setelah Panita dan dewan Juri menyaring dan menyeleksi dari 600-an BUMD yang ada di Indonesia.
Nantinya 20-an BUMD dan CEO-CEO BUMD yang menjadi finalis akan dikompetisikan lagi sehingga menemukan The Best BUMD 2012 dan CEO BUMD of the year 2012.

Untuk menentukan pemenang bukanlah perkara mudah. Kriteria utama penilaian yang digunakan untuk menentukan pemenang adalah: BUMD yang memiliki kinerja 2011 dan pertumbuhan kinerja 2010-2011 yang terbaik dibidang keuangan, pemasaran, Human Capital dan Manajemen Kinerja. Data keuangan yang dinilai adalah laporan keuangan 2010 & 2011(audited). BUMD & CEO BUMD yang mampu meningkatkan daya saingnya melalui inovasi dan terobosan yang telah dilakukan dari tahun 2010-2011. BUMD & CEO BUMD yang telah berhasil memberikan kontribusi maksimal bagi pembangunan prekonomian dan kesejahteraan masyarkat di daerah/nasional.

Ditanya soal rencana even BUMD award yang digelar pertengahan Januari 2013 mendatang, Ketua Dewan Juri BUMD Award 2012 Suryo Danisworo, mengatakan, BUMD Award 2012 merupakan apresiasi dan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada BUMD dan CEO BUMD yang berprestasi telah berhasil meningkatkan kinerja perusahaan BUMD-nya serta mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan perekonomian di daerahnya masing-masing.

Adapun Dewan Juri dalam ajang BUMD Award 2012 adalah Suryo Danisworo (Ketua Dewan Juri), . Lutfi H (Ketua Tim Penilai/Penyelenggara), Eri Sumiarso (Juri GCG), Tony R. Silitonga (Juri GCG), Alter (Juri CEO dari Dunamis Organization Services), Nana I. Rachmadiana (Juri Corcom dan CEO Potensi dari Ideku), elani K Harriman (Juri Keuangan dari MKH & Partner)

Ketua Tim Penilai/Penyelenggara yang juga Pemimpin Redaksi Business Review, M.Lutfi Handayani, menjelaskan, nanti kalau ada perusahaan BUMD yang menjadi terbaik maka otomotis walikota atau bupatinya menjadi Pembina BUMD terbaik.

DSC08460

 

 

 

 

 

 

Terpanggil Membantu UKM Pesisir

Dihadapan Dewan Juri, Direktur Utama BPR Pesisir Akbar, Bima (NTB) H Zas’Ari H Zainuddin,SE mengaku menjalankan amanah memimpin BPR Pesisir Akbar karena merasa terpanggil untuk membantu UKM Pesisir. “Bagi saya memimpin adalah amanah terutama memajukan perekonomian masyarakat Bima yang berbasis ekonomi kecil dan mikro,” ujarnya.

Ketua Umum Himpunan BPR Pesisir di Seluruh Indonesia ini mengaku sejak awal terpanggil untuk mengangkat perekonomian kaum pesisir. Pasalnya keberadaan kaum pesisir masih dianggap sebelah mata oleh bank-bank skala nasional. Padahal di sana memiliki potensi yang sangat besar apabila dikembangkan.

Sosok H Zas’Ari H Zainuddin,SE berperan besar dalam membesarkan perusahaan BPR Pesisir Akbar Bima. Apalagi pria religius yang low profil ini sudah kaya pengalaman di perusahaan keuangan swasta dan perbankan terkemuka nasional. Pengalaman itu menjadi guru yang baik dalam memimpin perusahaan kebanggaan rakyat Bima tersebut sehingga perusahaan yang dia kelola kini menjadi lokomotif perekonomian di NTB.

Yang jelas dibawah Kepemimpinan H Zas’Ari H Zainuddin,SE, BPR Pesisir Akbar, Bima (NTB), terus menunjukan perannya sebagai bank daerah yang tangguh dan professional

Sebagai perusahaan daerah yang sahamnya dimiliki oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (DKP) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bima (NTB), BPR Pesisir Akbar, memberikan peran besar dalam mendorong penguatan ekonomi masyarakat khususnya Masyarakat Pesisir di Kabupaten Bima. Setidaknya, kehadiran lembaga keuangan mikro ini menjadi institusi yang menjembatani rakyat yang membutuhkan modal usaha dengan rakyat yang memiliki kelebihan dana.

Toh semua itu sudah dapat dibuktikan. Di mana sejak berdirinya, BPR Pesisir Akbar bisa menunjukan perannya sebagai badan usaha yang mampu mengemban misi dibidang perbankan. Bahkan turut mendukung program pemerintah dalam bidang ekonomi regional yang mengarah kepada peningkatan usaha golongan ekonomi lemah.

Hebatnya, meski baru lima tahun beroperasi, namun BPR Pesisir Akbar mampu menunjukan prestasi yang cukup signifikan. Kehadirannya mampu membantu usaha masyarakat yang ada di Kabupaten Bima dan sekitarnya. Upaya yang dilakukan BPR Pesisir Akbar juga seolah sejalan dengan program financial inclusion yang memberikan kemudahan akses perbankan bagi yang belum tersentuh.

Hingga kini, dalam kurun waktu kurang dari lima tahun (2007 – 2012) BPR Pesisir Akbar telah melayani sekitar 10.500 nasabah dengan dominan masyarakat pesisir yang menyebar di berbagai wilayah kabupaten Bima dan Kota Bima. Perkembangan terakhir dana yang telah disalurkan dalam bentuk kredit modal kerja kepada UMKM sampai Juni 2012 sebesar Rp.45.198.653.654.00.

Nah, dibalik kinerja kinclong dan peran besar dalam mendukung BPR Pesisir Akbar dalam menyelamatkan ekonomi kaum UMKM kabupaten Bima, sebenarnya tak terlepas dari strategi yang diterapkan manajemen. Terutama dalam hal menyalurkan pemberian kredit. Konsentrasi pemberian kredit dilakukan kepada setiap pelaku usaha mikro hingga ke daerah-daerah penggiran pesisir. Namun terkadang tak hanya di wilayah pesisir tempat para nelayan, tapi sampai menyasar ke petani dan peternak.

Apa yang dicapai Bank kebanggaan masyarakat Bima tersebut tidak terlepas dari sentuhan sang nakhoda, H Zas’Ari H Zainuddin,SE. Alumnus Fakultas Ekonomi UNHAS tahun 1989 yang kaya pengalaman di bank daerah dan bank swasta nasional itu mengaku terpanggil untuk memimpin BPR Pesisir Akbar. “Saya terpanggil untuk membantu ekonomi masyarakat (UMKM). Saya berpendapat, apabila UMKM nya maju maka ekonomi daerah tersebut akan sangat terbantu, Ini sebagai amanah bagi saya,”ujarnya dengan mata menerawang.

Pria yang aktif di KADIN Bima dan menjadi Ketua di beberapa organisasi itu menjelaskan, potensi Bima sangat besar sebab saat ini kabupaten Bima merupakan daerah yang sangat berkembang perekonomiannya di NTB dan merupakan daerah pusar segitiga pertumbuhan yang menghubungkan propinsi NTT, Sulsel dan Bali.

Hanya saja Zas’Ari mengakui, memimpin BPR Pesisir Akbar, bukan tanpa tantangan. Terutama bagaimana membangun sistem yang baik dalam rangka membentuk sumber daya manusia (SDM) yang andal dan berkemampuan untuk menghadapi persaingan diindustri perbankkan. Selain itu mencari cara yang terbaik untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat pengguna jasa BPR agar selalu ingat dengan kewajibannya. “Memang harus di adakan program peningkatan SDM dari waktu ke waktu,” ujar Zas’Ari yang juga aktif di organisasi Persaudaraan Saudagar Makasar.

DSC08474

 

 

 

 

 

 

 

 

Siapkan Strategi Jitu

Menanggapi gencarnya bank nasional yang ingin merebut kue UKM di daerah, Zas’Ari tidak merasa gentar. Lelaki yang low profil tapi tegas itu telah menyiapkan sejuta strategi. Seperti memanfaatkan momentum dengan membuka beberapa kantor pelayanan atau kas di wilayah-wilayah yang belum mempunyai tingkat kompetisi yang tinggi, menjalin kerjasama dengan beberapa mitra linkcash.

Kemudian strategi lainnya mengupayakan sebanyak mungkin partisipasi masyarakat didalam menggunakan jasa bank pesisir ( dana pihak ke 3 dan pemberian kredit ). Pihaknya juga memanfaatkan jaringan kekeluargaan dengan para sahabat didalam mencari dana pihak ke tiga dan penyaluran dana (pemberian redit).

Yang jelas menurut pria yang lebih familiar di sapa Zas’Ari itu ialah, hubungan emosional sebagai kebanggaan masyarakat Bima membuat BPR Pesisir Akbar memiliki nasabah loyal. “BPR Pesisir adalah kebanggaan orang Bima,”ujarnya tegas.

Sejatinya Zas’Ari adalah seorang tipe pemimpin yang selalu mencari terobosan. Terutama dalam mendesain produk yang spesifik khususnya dana talangan haji dan umroh. Bahkan berani memberikan pembiayaan atau kredit untuk usaha mikro kecil dengan tanpa jaminan. Tapi memang hanya dengan alat tangkap atau produksi bagi masyarakat pesisir. Dirinya juga getol dalam memberikan pembiayaan atau kredit kelompok ke para juragan kapal untuk ABK. Yang tidak kalah pentingnya ialah dirinya melakukan modifikasi produk tabungan dan kredit atau pembiayaan sehingga memiliki daya tarik tersendiri.

Intinya, kata Zas’Ari ialah membuat semacam modivikasi atau inovasi produk dengan jalan memberikan kredit dengan jaminan alat–alat nelayannya dan bekerjasama dengan juragannya atau ketua kelompok nelayan sebagai penjamin. Selain itu pihaknya membuat net working, terutama dalam membantu para nelayan untuk memasarkan produknya dengan menjembatani ke beberapa pembeli potensial baik yang sudah jadi nasabah atau belum jadi nasabah.

Memang yang menjadi tantangan BPR Pesisir Akbar, jelas Zas’Ari, ialah wilayah pesisir yang ada di kabupaten Bima sangat luas. Namun, di lain pihak struktur permodalan yang ada masih jauh dari cukup untuk melayani permintaan kredit atau pembiayaan. Selain itu kemampuan ekonomi masyarakat Bima masih dalam tahap pertumbuhan. Sektor andalannya adalah pertanian dan perikanan, di mana sangat tergantung dengan kondisi alam dan iklim atau cuaca, sehingga hal ini mempengaruhi besarnya dana pihak ketiga.

Langkah dan keinginan Zas’Ari untuk memajukan BPR Akbar Pesisir sejalan dengan Visi dan Misi utama BPR Pesisir Akbar. Yang intinya, melalui PT Pesisir Akbar ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir dan dapat turut membantu pemerintah dalam membuka lapangan kerja.

Lewat tangan dingin Zas’Ari, perusahaan yang dipimpinnya itu mampu melewati berbagai tantangan bisnis. Namun dilewatinya dengan ragam terobosan dan inovasi dengan gaya pengelolaan yang professional. Mulai dari variasi pengembangan produk, mengubah image dan pelayanan. Berbagai terobosan itu, membuat asetnya terus melejit.

Kendati maraknya bank skala besar yang membidik pangsa pasar Bima, tak membuat pria yang sudah makan asam garam di dunia perbankan nasional ini ciut. Toh dia mengaku konsumen BPR Pesisir Akbar sangat loyal dan memiliki ikatan emosional yang kuat dengan konsumennya. “BPR Pesisir Akbar tetap eksis dari gempuran para pesaing karena loyalitas konsumennya kuat. Kami terus menjaga hubungan baik lewat produk dan jasa pelayanan yang kami tawarkan,”papar Direktur yang terkenal inovatif, ini. (infomoneter.com)