BI: Dana Haji Untuk Meningkatkan Pembiayaan Syariah

by

bi syariah(infomoneter.com)-Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia mengapresiasi kebijakan Kementerian Agama yag mengalihkan dana haji dari bank konvensional ke bank syariah. BI berharap agar bank syariah dapat memanfaatkan dana belasan triliun rupiah itu untuk mendorong pembiayaan yang lebih besar lagi, yang pada gilirannya akan meningkatkan aset bank syariah menjadi lebih besar.

“Saya gembira akhirnya Pak Anggito (Anggito Abimanyu, Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag, red) bisa memegang komitmen utk mengembangkan bank syariah sebagaimana di ungkapkan beliau pada saat awal dikukuhkan sebagai Dirjen Haji,”kata Direktur Eksekutif Perbankan Syariah Bank Indonesia Edy Setiadi.

Kebijakan tersebut dapa memperbesar aset perbankan syariah nasional. “Kita patut bersyukur dan berharap agar bank syariah dapat memanfaatkan dana tersebut utk mendorong pembiayaan yang lebih besar lagi yg pada gilirannya akan semakin meningkatkan aset bank syariah lebih besar lagi,”tutur Edy.

Menurut data Statistik Perbankan Bank Indonesia, Februari 2013, terdapat 35 bank syariah (bank umum syariah dan unit usaha syariah) yang memiliki 2.290 jaringan kantor, dengan total aset Rp. 196,988 triliun. Sementara akumulasi modalnya sebesar Rp 13,636 triliun.

Meski pertumbuhan perbankan syariah cukup tinggi, namun pangsa pasar (market share) perbankan syariah baru 4,62 persen dari total aset perbankan nasional. Aset bank umum saat ini mencapai Rp 4.237 triliun. Begitu pula pada sektor lembaga keuangan syariah lainnya. Asuransi Syariah, misalnya, pangsa pasarnya baru 3,54 persen dengan total aset Rp 322,2 triliun.

Pengalihan penempatan dana haji sebesar Rp 11 triliun dari bank konvensional ke bank syariah akan memperbesar market share bank syariah. Menurut data Kemenag per April 2013, dana haji yang dikelola bank syariah adalah sebesar Rp 9 triliun. Dengan kebijakan penambahan dari haji dari bank konvensional, maka dana haji yang dikelola perbankan syariah mencapai Rp 20 triliun.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) Ahmad Kusna Permana mengungkapkan, bila proyeksi pertumbuhan perbankan syariah tahun ini sekitar 40 persen, maka aset industri perbankan syariah akan tumbuh sekitar Rp 80 triliun.

“Saya yakin bank-bank syariah sudah mempunya pipeline pembiayaan sebesar Rp 80 triliun tersebut. Artinya dana haji sebesar Rp 11 triliun itu dapat diserap perbankan syariah,’ungkap Permana yang juga memimpin PermataBank Syariah ini.

Ia menjelaskan, saat ini rasio pembiayaan terhadap simpanan bank syariah (Financing to Deposit Ratio, FDR) masih di atas 100 persen. “Bank syariah masih membutuhkan dana pihak ketiga,”tuturnya.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu menyatakan, seluruh dana setoran awal jamaah haji di tanah air yang ada di bank konvensional sebesar Rp 11 trilyun akan dialihkan ke bank syariah. Upaya ini diharapkan mendorong ekonomi syariah sekaligus mengoptimalisasikan dana haji.

“Jamaah menghendaki agar uang haji dikelola syariah. Ini terlepas dari prinsip riba atau tidak,” kata Anggito Abimanyu kepada pers di Jakarta, Rabu (17/4), didampingi Sekretaris Ditjen PHU Cepi Supriyatna, Direktur Pelayanan Haji Sri Ilham Lubis dan Direktur Pembinaan Haji Ahmad Kartono.

Anggito mengakui, selama ini dana haji disimpan di bank konvensional atau bank non syariah. “Saya juga diingatkan MUI dalam pertemuan maupun fatwa agar dana haji dikelola bank syariah,” terangnya.

Adapun komposisi penempatan dana haji pada Juli 2012 seluruhnya sebesar Rp 45 trilyun, dengan penempatan di sukuk Rp 35 T (78%), di bank non syariah Rp 6 T (13%) dan di bank syariah Rp 4 T (9%). Pada April 2013 dana haji sebesar Rp 55 T, di sukuk Rp 35 T (63%), bank non syariah Rp 11 T (20%) dan di bank syariah Rp 9 T (17%).  Bung Ciu redaksiinfomoneter@yahoo.co.id, Mobile: 085282326867