BCA Syariah Berikan Pembiayaan Kepada Koperasi BMT – UGT Sidogiri

by

bca syariah(infomoneter.com)-Dalam rangka menghadirkan berbagai solusi perbankan bagi nasabah dan mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui pembiayaan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui anak perusahaannya yaitu BCA Syariah hari ini menandatangani perjanjian kerjasama dengan Koperasi BMT – UGT (Baitul Mal wal Tamwil – Usaha Gabungan Terpadu) Sidogiri dalam hal pemberian fasilitas pembiayaan.

Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilakukan kedua belah pihak dimana pihak BCA Syariah diwakili oleh Yana Rosiana – Direktur Utama BCA Syariah, dan John Kosasih – Direktur BCA Syariah serta dari pihak Koperasi BMT – UGT diwakili oleh H. Mahmud Ali Zain – Ketua BMT-UGT Sidogiri dan Abdul Majid – Manajer Utama BMT-UGT Sidogiri. Turut hadir dan menyaksikan Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, Suwignyo Budiman, Direktur BCA dan Inge Setiawati, Sekretaris Perusahaan BCA di Kantor Pusat BCA, Jakarta, Rabu (15/05).

Kerjasama yang dilakukan adalah dengan memberikan fasilitas pembiayaan berupa line facility PMK Musyarakah atau executing (revolving) sebesar Rp 30 miliar. Pembiayaan senilai Rp 30 miliar ini digunakan untuk penyaluran pembiayaan kepada anggota maupun calon anggota Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) BMT UGT Sidogiri dan sebagai tambahan modal pengembangan unit-unit usaha yang dijalankan Koperasi BMT – UGT Sidogiri dengan jangka waktu pembiayaan maksimal 36 bulan.

Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA, menuturkan bahwa kerjasama ini merupakan bentuk solusi yang diberikan BCA melalui BCA Syariah dalam hal pembiayaan usaha koperasi. “Ini merupakan komitmen kami untuk selalu menjadi bank yang senantiasa di sisi nasabah, dengan menghadirkan berbagai solusi perbankan termasuk di dalamnya yaitu pembiayaan usaha koperasi,”

Bagi BCA Syariah, Koperasi BMT – UGT Sidogiri merupakan mitra kerja yang memiliki profil usaha yang potensial. Koperasi BMT-UGT Sidogiri didirikan pada 22 Juni 2000 oleh Mahmud Ali Zain, pengurus Pondok Pesantren Sidogiri (Pesantren tertua di Indonesia). Pendirian koperasi dilatarbelakangi dari keprihatinan para pendiri Pondok Pesantren Sidogiri atas praktik rentenir yang marak di Desa Sidogiri. Dalam perkembangannya, koperasi berbasis ekonomi Islam ini telah melayani jasa keuangan syariah yang berorientasi profit (Baitul Tamwil) dan sosial (Baitul Mal) terdiri atas jasa pelayanan transfer antar santri, dan jasa pengiriman uang. Dapat dilihat bahwa pada bulan September 2012 jumlah anggota koperasi mencapai 5.533 orang. “Untuk itu, kami berharap kerjasama yang sudah terjalin saat ini bisa lebih dikembangkan lagi, dan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kedua belah pihak sehingga tercipta hubungan yang berkelanjutan di masa mendatang”, ungkap Yana Rosiana, Direktur Utama BCA Syariah di sela acara penandatanganan perjanjian kerjasama.

Ia menegaskan bahwa melalui kerjasama ini, BCA Syariah mewujudkan peran aktifnya dengan tidak hanya menyalurkan pembiayaan untuk nasabah korporasi, tetapi juga mendorong pembiayaan untuk nasabah kecil dan menengah. “Hal ini sejalan dengan misi perusahaan kami yang bertujuan untuk membangun institusi keuangan syariah yang unggul di bidang penyelesaian pembayaran, penghimpunan dana dan pembiayaan bagi nasabah perorangan, mikro, kecil dan menengah.”

Portofolio pembiayaan BCA Syariah kian membaik setiap tahunnya. Jika pada tahun 2011 pembiayaan BCA Syariah berada pada angka Rp 681,3 miliar maka pada tahun 2012 meningkat menjadi Rp 1 triliun atau tumbuh sebesar 48%. BCA Syariah berhasil mencapai 120% di atas target pembiayaan yang ditetapkan dalam rencana bisnis bank. Pertumbuhan pembiayaaan yang berhasil dibukukan BCA Syariah berada di atas rata-rata pertumbuhan pembiayaan industri perbankan syariah yang tumbuh sebesar 40%.

Sementara itu, H. Mahmud Ali Zain ketua Koperasi BMT-UGT Sidogiri mengatakan bahwa kerja sama ini diharapkan akan dapat mewujudkan pengembangan bisnis Koperasi BMT – UGT Sidogiri, “Kami menyambut baik kepercayaan dan kerjasama yang dilakukan sebagai upaya pengembangan bisnis kami. Tentunya kami berharap, hal ini akan memberikan manfaat positif bagi semua pihak dan anggota koperasi kami pada khususnya”.

Koperasi Sidogiri telah berhasil mengembangkan sayap dalam unit usaha perbankan dengan berbagai produk dan jasa layanan, antara lain Tabungan Umum Syariah, Tabungan Peduli Siswa, Tabungan Idul Fitri, Tabungan Haji Al Haromain & Umrah Hasanah, Mudharabah Berjangka, dan Pembiayaan Syariah untuk usaha mikro dan UMKM. Saat ini daerah operasi Koperasi BMT UGT Sidogiri meliputi area sebagian besar Indonesia (nasional). Per akhir Desember 2012, asset BMT-UGT mencapai Rp 663 miliar dengan jumlah cabang, cabang pembantu dan kantor Kas total sebanyak 192 outlet yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Lampung dan Bali dengan total karyawan sebanyak 911 orang. Adapun Koperasi BMT-MMU saat ini fokus pada area Pasuruan dan Jawa Timur. (redaksiinfomoneter@yahoo.co.id)