Asuransi Recapital Hadapi Tuntutan perusahaan Singapura di pengadilan

by

rekapital(infomoneter.com)-Jakarta, 29 Juni 2015 – KZI Singapore (“KZIS”), afiliasi dari perusahaan smelter asal Korea Selatan telah mendapatkan tanggal sidang perdana atas gugatannya terhadap Asuransi Recapital yang diajukan pada tanggal 3 Juni 2015 lalu. Sidang perdana akan diadakan pada hari Selasa, 7 Juli 2015 di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan dipimpin oleh H. Ahmad Yunus, SH. MH.

Sidang perdana akan menjadi sesi pertemuan pertama kali antara pihak yang bersengketa setelah gagal mencapai penyelesaian secara damai di luar pengadilan. Jika semua pihak yang bersengketa hadir di sidang pertama, hakim wajib untuk memerintahkan pihak yang bersengketa untuk menempuh proses mediasi untuk menyelesaikan perselisihan yang ada sebelum proses peradilan dapat diadakan di pengadilan.

 Kuasa Hukum KZIS, Andi Yusuf Kadir, dari Hadiputranto, Hadinoto & Partners, mengatakan ingin mendengar apa yang akan pengacara tergugat katakan terkait klaim yang sebelumnya dibuat oleh Asuransi Recapital mengenai obligasi mereka yang cacat secara hukum.

 “Berkenaan dengan obligasi Recapital yang cacat secara hukum, kami percaya sangat tidak wajar bagi Recapital untuk mengakui bahwa produk mereka cacat. Kami percaya bahwa bisnis asuransi erat hubungannya dengan rasa percaya. Apabila Asuransi Recapital dapat mengatakan bahwa produk yang mereka tawarkan cacat, bagaimana pelanggan dapat percaya dan ingin membeli produk-produknya?”

 “Dengan tuduhan yang baru-baru ini dibuat oleh Asuransi Recapital, kami ingin bertemu dengan pengacara tergugat di sidang pertama pekan depan. Mari kita lihat bagaimana sidang pertama berjalan, ” kata Andi.

 Asuransi Recapital, melalui pengacaranya, juga menuduh bahwa KZIS diam-diam berusaha untuk menerima pembayaran ganda sebagai hasil dari persidangan. Menurut pengacara Asuransi Recapital, KZIS masih terdaftar sebagai kreditur dalam proses kebangkrutan PT Putra Samudra. Ini berarti KZIS berharap untuk menerima pembayaran ganda dari proses penyelesaian kebangkrutan PT Putra Samudra serta obligasi dari Asuransi Recapital.

 Tuduhan ini bagaimanapun tidak benar dan tidak berdasar. Pengadilan Niaga telah memerintahkan PT Putra Samudra untuk merestrukturisasi utang yang dimiliki kepada kreditur. Namun kurangnya aset yang dimiliki oleh PT Putra Samudra membuat perusahaan tidak dapat mengusulkan rencana komposisi yang dapat diterima yang berujung pada kebangkrutan. Hingga saat ini, KZIS belum menerima pembayaran dari kedua pihak baik itu PT Putra Samudra maupun Asuransi Recapital. Pernyataan pengacara Recapital terkait KZIS untuk menerima pembayaran secara ganda tidak sah.

 Direktur KZIS Choi Sung Wook menambahkan klaim KZIS terhadap Asuransi Recapital seharusnya dapat dibayarkan secara langsung sebagai pembayaran obligasi. Namun Asuransi Recapital selalu berusaha mencari-cari alasan untuk tidak menghormati komitmen obligasi mereka. “Alasan mereka tidak dapat diterima karena KZIS telah menunggu selama hampir dua tahun tanpa kepastian. Hal ini tidaklah adil bagi kami selaku investor asing dengan niatan baik”, kata Choi