Asa Shell Membesut Shell Eco-Marathon sebagai Karya Inovatif untuk Energi Masa Depan

by

infomoneter.com-Pada tahun 2050 jumlah penduduk dunia diperkirakan meningkat hingga sembilan miliar jiwa. Hampir dua miliar lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk dunia saat ini.

Jumlah yang besar itu diikuti pertumbuhan ekonomi dunia dengan melahirkan banyak kelas menengah baru yang mengonsumsi barang dan jasa non kebutuhan primer. Seperti peranti komunikasi (gadget), barang elektronik, sepeda motor hingga mobil. Bahkan semakin banyak orang yang akan membeli mobil, lebih dari dua kali lipat jumlah yang ada di jalanan saat ini.

Urbanisasi, standar hidup yang meningkat, pertumbuhan penduduk dan revolusi digital serta mobilitas yang terus berlanjut, menjadi kenyataan yang harus dihadapi. Akibatnya permintaan global untuk energi pun semakin meningkat, yang didorong oleh pertumbuhan penduduk dengan standar hidup yang meningkat. Permintaan energi-pun kian meningkat.

Kota-kota besar memang bak magnet. Mampu menyedot jutaan manusia untuk memilih kota sebagai pelabuhan terakhirnya. Karena dimanapun kota-kota itu berada, perannya sebagai denyut jantung ekonomi. Sekitar tiga perempat populasi dunia akan tinggal di perkotaan sebelum pertengahan abad ini, yang memberikan tekanan lebih besar terhadap sumber daya pangan, air, dan energi.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Shell, permintaan akan energi global, air, dan pangan diperkirakan akan meningkat sebesar 40-50 persen pada 2030, karena meningkatnya pertumbuhan dan kebutuhan penduduk.

Namun, di tengah laju pertumbuhan ekonomi penduduk dunia yang kencang itu, dunia saat ini pun sedang menghadapi salah satu tantangan terbesarnya yaitu menghasilkan lebih banyak energi bersih. Yaitu energi yang mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) lebih sedikit. Ini adalah sebuah perubahan besar bagi energi dunia dan juga sistem energi dunia. Sebuah transisi yang memerlukan perpaduan antara visi dan realisasi serta urgensi dan perhatian.

Berangkat dari fakta di atas, Shell sebagai perusahaan minyak dan gas internasional, mengadakan Shell Eco-marathon. Yaitu sebuah ajang kompetisi untuk menciptakan mobil masa depan yang bisa menempuh perjalanan terjauh namun menggunakan sumber energi paling hemat dengan tetap memenuhi standar keamanan. Indonesia sendiri turut berpartisipasi di ajang ini, dengan mengikutsertakan 26 tim di Shell Eco-marathon Asia 2018 yang diselenggarakan di Singapura.

Harapan besar dari Shell dalam membesut event ini adalah, semakin mengenalkan Shell Eco-marathon Asia dan mengajak masyarakat Indonesia untuk terus mendukung karya anak bangsa.

Shell Eco Marathon Asia sendiri merupakan kompetisi untuk mengembangkan solusi mobilitas yang inovatif. Kegiatan ini juga menantang para mahasiswa dari jurusan teknik, desain, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk merancang, membangun dan menggerakkan kendaraan paling hemat energi di dunia.

Country Chairman dan Presiden Direktur PT Shell Indonesia Darwin Silalahi mengatakan melalui Shell Eco-Marathon pihaknya mengajak generasi muda Indonesia untuk bersama-sama membantu dunia dalam memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, agar kehidupan generasi mendatang menjadi lebih baik.

Pasalnya saat ini, kata dia, dunia sedang menghadapi salah satu tantangan terbesar yaitu menghasilkan lebih banyak energi bersih, yaitu energi yang mengeluarkan gas karbondioksida (CO2) lebih sedikit.

Hal ini, lanjut Darwin, akan memberikan tekanan besar terhadap sumber daya vital, karena energi digunakan untuk memindahkan dan mengolah air, sementara air dibutuhkan untuk menghasilkan energi, dan energi maupun air diperlukan dalam produksi makanan.

Menurutnya, untuk mengembangkan #energimmasadepan, salah satunya lewat ajang Shell Eco Marathon. Shell sendiri menginvestasikan lebih dari 100 miliar USD dari tahun 2011 hingga 2014.

“Shell memiliki komitmen untuk membantu mengatasi tantangan energi melalui cara yang bertanggung jawab dengan bekerja sama para siswa, mitra dan pemangku kepentingan lainnya,” ujar Darwin.

Sekadar merunut kembali, pada 2018 ini, ajang #ShellEcoMarathon dimulai di Asia dan diselenggarakan di Changi Exhibition Center, Singapura pada Maret 2018 dengan dua kategori yang dilombakan. Pertama adalah Urban Concept yaitu lomba yang fokus pada kendaraan roda empat yang menekankan pada super ekonomis dan kepraktisan desain sekaligus memenuhi kebutuhan nyata pengguna transportasi saat ini di daerah perkotaan.

Kedua, Prototype yaitu kategori yang berfokus pada kendaraan futuristik dan beraerodinamika tinggi yang mampu mengurangi hambatan dan memaksimalkan tingkat efisiensi.

Tim Semar Urban dari Universitas Gadjah Mada (UGM) saat merayakan kemenangannya di ajang bergengsi di Shell Eco Marathon Asia 2018, sebagai pengemudi tercepat dan hemat energi.

Sebanyak 26 tim mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi di Indonesia mengikuti ajang Shell Eco-Marathon Asia 2018 dengan tema #MakeTheFuture. UGM melalui salah satu mobil kebanggaannya yaitu Semar Urban, berhasil melalui semua tahapan kompetisi dengan mulus.

Tahap pertama yaitu scrutineering berhasil dilalui Tim Semar UGM dengan lancar. Setelah lolos scrutineering, Tim Semar melanjutkan practice dan race.

Melalui lima kali kesempatan race sepanjang kompetisi, Semar Urban menorehkan angka yang cukup gemilang yaitu 186 km/liter sebagai hasil terbaik. Angka ini membawa Semar menduduki peringkat 7 kelas Internal Combustion Engine untuk kategori Urban Concept.

Muhammad Fachmi, Ketua Tim Semar UGM mengatakan bahwa timnya merupakan salah satu tim dari 14 tim dengan efisiensi tertinggi yang terpilih untuk mengikuti DWC Regional Asia. DWC sendiri terdiri dari beberapa tahapan, pertama dynamic brake test dan kedua adalah babak kualifikasi yang menyaring peserta menjadi 8 tim terbaik gabungan dari semua kelas baik Internal Combustion Engine maupun Battery Electric untuk selanjutnya dilakukan race untuk melihat tiga mobil tercepat.

Selain Semar UGM yang berhasil menorehkan prestasi, posisi kedua diraih Tim 2 dari Institut Teknologi Sepuluh November dan posisi ketiga diraih Garuda Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Eco Team. Selain itu, Garuda UNY Eco Team turut mendapatkan penghargaan Off-track untuk kategori keselamatan untuk desain kendaraan Urban Conceptnya.

Dengan keberhasilan itu ketiga tim mahasiswa Indonesia berhak bersaing dengan tim-tim dari Amerika dan Eropa di kompetisi adu cepat mobil hemat energi di Drivers World Championship Final di London, Inggris pada 8 Juli 2018 mendatang. (kormen barus).