Seribu  Lampu Pedagang LTC GLODOK untuk Pengungsi Gunung Agung

by
LTC Glodok memberikan sumbangan bantuan berupa 10 ribuan masker dan sembako, Dua Genset, 1000 Lampu dan bantuan lainnya. Bantuan tersebut diserahkan oleh Alex Suharly, Ketua P3SRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun) LTC Glodok (Kedua dari kanan), kepada perwakilan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Catur Widodo selaku Head Of Partnership ACT (kedua dari kiri).

infomoneter.com- Dibawah paguyuban Asosiasi pedagang LTC Glodok (Lindeteves Trade Center) Jakarta Barat, ribuan pedagang LTC Glodok, tergerak hatinya bahu membahu membantu meringankan penderitaan saudara-saudara  yang saat ini sedang mengungsi akibat tingginya aktivitas vulkanik Gunung Agung. Tercatat ada hampir 143.880 jiwa, meninggalkan rumah mereka dan tersebar di beberapa kabupaten di Bali.

Melihat kondisi seperti itu, para pedagang melalui LTC Glodok memberikan bantuan berupa ribuan masker dan sembako kepada ribuan pengungsi yang tersebar di 377 titik pengungsian di 9 kabupaten/kota di Bali. Diperkirakan data jumlah pengungsi masih bertambah karena pendataan masih terus dilakukan. Hingga saat ini status Awas masih disematkan di Gunung Agung.

Alex Suharly, Ketua P3SRS (Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun) LTC Glodok, mengatakan, P3SRS tergerak hatinya sehingga bahu membahu membantu meringankan penderitaan mereka. “Ratusan ribu pengungsi meninggalkan rumah. Kita merasakan penderitaan mereka,”ujarnya.

Alex mengatakan, para pedagang melalui LTC Glodok memberikan sumbangan bantuan berupa 10 ribuan masker dan sembako, Dua Genset, 1000 Lampu dan bantuan lainnya kepada ribuan pengungsi yang tersebar di beberapa titik di daerah Bali.

Alex Suharly  yang secara simbolis menyerahkan bantuan para pedagang LTC Glodok tersebut kepada perwakilan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Catur Widodo selaku Head Of Partnership ACT.

Selain memberikan sepuluh ribu Masker, Alex merincikan bahwa paguyuban pedagang LTC Glodok juga memberikan dua unit Genset dan seribu Lampu serta Limaratus paket Sembako.

Dua unit Genset yang disumbangkan, memiliki Kapasitas 5000, kemudian Lampu sebanyak seribu buah. Juga limaratus Sembako yang berisi Mie Instan, Gula dan beras dan lainnya.

Menurutnya semua pemberian ini merupakan sumbangan dari para pedagang LTC Glodok. “Kebetulan semua ini sumbangan berasal dari pedagang kita semua, Kita kumpulkan di sini karena terpanggil dan tergerak dengan keadaan dan musibah masyarakat di Bali sana,” ungkap Alex.

Sumbangan  yang dikumpulkan para pedagang LTC Glodok ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para pengungsi meskipun diakui  bantuan tersebut masih jauh dari yang dibutuhkan para pengungsi.

Gempa vulkanik Gunung Agung di Bali yang terus menerus berlangsung,  menyebabkan masyarakat melakukan evakuasi mandiri ke sejumlah tempat yang aman. Hal tersebut dikemukakan Catur Widodo.

Catur Widodo menceritakan, kondisi masyarakat di sekitar kawasan Gunung agung sangat memprihatinkan, karena hawa panas dan sempuran asap menyebabkan masyarakat harus menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.

“Pengsungsinya sampai saat ini ada 143.880 Jiwa. Dengan kondisi Gunung yang begitu, mereka harus meninggalkan rumah dan mengungsi,” ujarnya.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu saudara-saudara yang ada dipengungsian, walau masih jauh dari yang dibutuhkan oleh pengungsi.

“Ribuan masker dan sembako rencannya akan distribusikan ke beberapa posko penampungan pengungsi di lokasi Karang Asem, dimana jumlah pengungsi terbilang cukup banyak,” tutup Catur.

Gunung yang tingginya mencapai 3.142 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini tercatat mengalami peningkatan aktivitas sejak satu bulan terakhir. Sebelumnya, tepatnya 14 September lalu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi sempat meningkatkan status Gunung Agung dari ‘aktif normal’ menjadi ‘waspada’.

Berdasarkan sebaran pengungsi di kabupaten/kota, sebanyak 756 pengungsi berada di 9 titik pengungsian di Kabupaten Badung. Lalu Kabupaten Bangli 29 titik (4.890 jiwa), Kabupaten Buleleng 24 titik (8.518 jiwa), dan Kota Denpasar 27 titik (2.539 jiwa).

Kemudian di Kabupaten Gianyar 12 titik (540 jiwa), Jembrana 4 titik (82 jiwa), Kabupaten Karangasem 93 titik (37.812 jiwa), Kabupaten Klungkung 162 titik (19.456 jiwa), dan Kabupaten Tabanan 17 titik (1.080 jiwa).  (kormen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *