Semua Transaksi BEI Diakui dan Disimpan dalam Sistem JATS

0
1132

infomoneter.com – Keterlambatan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (10/07/2017) ini bukan disebabkan oleh adanya kerusakan di jaringan online BEI akibat serangan siber (Cyber Attack), tetapi karena gangguan pada sistim data feed yang terhubung kepada para broker. Karena itu, kondisi sistem untuk mendukung transaksi perdagangan BEI pada pagi ini tidak bermasalah dan tetap stabil.

“Gangguan datang dari sistem data feed yang tidak bisa terhubung ke para broker di awal perdagangan tadi pagi. Jika kondisi normal, sistem itu biasanya dapat menghubungkan data feed tersebut kepada para broker yang ingin melakukan transaksi perdagangan pada pagi ini secara serentak,” ujar Tito Sulistiyo, Direktur Utama BEI, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (10/07/2017).

Tito mengemukakan, karena adanya peraturan perdagangan jika sistem data feed tersebut dalam waktu 15 menit tidak bisa terhubung dengan sedikitnya 30 broker yang akan melakukan transaksi, maka perdagangan harus dihentikan selama 1 jam.

“Karena itu, pihak bursa menghentikan perdagangan di awal pekan ini selama satu jam. Selain demi kepatuhan terhadap peraturan, waktu selama 60 menit itu kami gunakan untuk mengecek kesiapan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan online trading. Kami dari pihak Bursa Efek Indonesia memohon maaf atas kejadian ini dan berjanji akan terus berusaha agar hal-hal semacam ini tidak akan terjadi lagi kedepan,” ungkap Tito.

Ketika ditanyakan mengenai kerugian yang timbul akibat masalah ini, Tito mengatakan,”Kami tidak membicarakan mengenai kerugian karena semua transaksi perdagangan sebelum terjadinya gangguan pada sistem online trading tersebut diakui dan disimpan dalam sistem JATS (Jakarta Automated Trading System-red).”

Tito menjelaskan, transaksi perdagangan yang terjadi sebelum dan sesudah gangguan sistem online pada pagi hari ini akan terus berlanjut dan terus diawasi oleh divisi pengawasan perdagangan Bursa Efek Indonesia.

“Tetapi seluruh penawaran jual dan permintaan beli yang belum match pada open order akan dihapus oleh sistem JATS. Sedangkan acuan harga untuk perdagangan efek yang bersifat ekuitas yang dimulai pada pukul 10.00 wakt JATS tetap menggunakan harga penutupan pada perdagangan Jumat (07/07/2017) pekan lalu,” pungkasnya. (Abraham Sihombing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here