Pendiri Jababeka Luncurkan Buku Building A Ship While Sailing

0
318

(infomoneter.com)-Membangun negara sambil tetap bekerja untuk kemandirian diri sendiri. Prinsip ini yang dipegang erat-erat seorang S.D Darmono, Chairman Jababeka Group, dalam kehidupannya. Prinsip ini juga yang membantunya menjadikan Jababeka sebagai perusahaan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara serta membantu mensejahterakan masyarakat Indonesia.

S.D Darmono kemudian menuangkan pengalaman, visi, serta kisah perjalanan hidupnya dalam buku Building A Ship While Sailing yang diluncurkan Kamis (8/6) di The President Lounge, Menara Batavia Ground Floor dan diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia. Hadir dalam acara ini, Prof. Komaruddin Hidayat (Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Mohammad Mahfud M.D. (Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi), dan Andrie Wongso (seorang motivator Indonesia) sebagai pembicara.

Judul buku ini sendiri terinspirasi kata-kata Profesor Emil Salim, seorang ahli ekonomi, cendikiawan, pengajar, dan politisi Indonesia, bahwa “kita ini membangun negeri seperti membangun kapal sambil berlayar”.

Judul buku juga memunculkan kesan bahwa S.D Darmono dipengaruhi fakta bahwa kita tinggal di negara kepulauan. Karena itu, ia mengambil metafor bangsa ini bagaikan kapal besar yang tengah mengarungi samudera nan luas, sementara proyek membangun kapal besar sebagaimana yang diinginkan oleh pendiri bangsa itu belum selesai.

Building A Ship While Sailing sendiri merupakan refleksi dan kontribusi S.D. Darmono dalam membantu pemerintah mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia serta pandangannya mengenai berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia.

Pemikirannya juga menjangkau masalah budaya dan pendidikan, melebihi kapasitasnya sebagai seorang pengusaha.

Dengan pengantar dari Prof. Komaruddin Hidayat, buku ini adalah suatu refleksi tentang keindonesiaan yang bisa menjadi roadmap untuk menggapai Indonesia sejahtera. Apalagi buku ini diuraikan secara mendalam penuh makna. Alam pikiran pembaca dibawa menuju rumah Indonesia yang hidup, terang, penuh peluang, dan harapan. Semangat keindonesiaan yang dinyalakan dalam buku ini tidak hanya dipantik romantisme kesejarahan masa lalu, tapi juga sebagai bangsa besar yang meraih kemerdekaan dengan berdarah-berdarah dan kemudian bangkit melanjutkan perjuangan dengan segala kelebihan dan kekurangan untuk keluar dari jepitan persaingan global negara-negara penguasa ekonomi dunia.

Setyono Djuandi Darmono lahir di Yogyakarta pada 26 April 1949, kemudian menikah dengan Rosylawati Dewi Darmono dan dikarunia tiga putera. Beliau merupakan tokoh pendiri dan Chairman Jababeka Group serta pendiri PT Banten West Java Tourism Development Corporation (TDC), Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung. Saat ini PT Jababeka Morotai telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata dan Joint venture dengan Sembawang Corporation membangun kawasan Industri Kendal.

Selain dalam dunia bisnis, beliau juga aktif dalam dunia sosial, seperti dalam Yayasan Tidar Heritage yang bertujuan merevitalisasi dan mengembangkan komunitas di kawasan Candi Borobudur dan daerah sekitarnya. Ia juga aktif di Yayasan Pendidikan Universitas Presiden yang bergerak di dunia pendidikan untuk meningkatkan standar pendidikan internasional bagi generasi muda yang kurang mampu di tanah air.

Pengetahuan dan pengalamannya dituliskan dalam buku-buku yaituMenembus Batas, Membangkitkan Tantangan Baru untuk Menciptakan Lapangan Kerja: Peranan Kawasan Industri Jababeka Dalam Pemberdayaan UKM, President University: Kontribusi Bagi Ibu Pertiwi, Think Big Start Small Move Fast, dan One City One Factory: Mewujudkan 100 Kota Baru. (Kormen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here